JAKARTA - Upaya menekan angka stunting dan kemiskinan kembali ditegaskan pemerintah melalui pendekatan yang dinilai langsung menyentuh kelompok rentan.
Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk intervensi konkret untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Dalam pidato Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026, Presiden menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan mendasar bangsa, terutama stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Baca Juga
Menurut Presiden, peningkatan kualitas gizi bukan sekadar program sosial, tetapi bagian dari strategi jangka panjang membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Ia menilai investasi pada pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan merupakan fondasi pembangunan nasional.
Stunting Disebut Dampak Proses Pemiskinan
Dalam penjelasannya, Presiden menguraikan bahwa stunting merupakan kondisi kekurangan gizi yang berdampak pada perkembangan sel tubuh, termasuk sel otak, tulang, dan otot anak. Dampak tersebut tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga kapasitas intelektual anak di masa depan.
"Jadi stunting akibat juga dari proses pemiskinan, proyek pemiskinan rakyat Indonesia. Stunting waktu itu 25 persen dari anak-anak kita. Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa hanya dengan kata-kata, hanya dengan program-program indah," ujar Presiden.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan konseptual semata. Pemerintah, menurutnya, memilih langkah intervensi langsung sebagai respons terhadap situasi yang dinilai mendesak.
Intervensi Langsung Sasar Kelompok Rentan
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah memilih pendekatan intervensi langsung kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat lanjut usia yang tidak mampu. Program MBG dirancang untuk memastikan asupan gizi tersedia secara rutin dan merata bagi mereka yang membutuhkan.
Pendekatan ini, kata Presiden, bukanlah hal baru dalam kebijakan global. Ia menyebut bahwa kebijakan serupa telah diterapkan oleh puluhan negara di dunia sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebagai contoh, Presiden menyinggung keberhasilan program pemberian makan gratis di India yang telah berjalan lebih dari satu dekade.
Padahal menurut dia, pendapatan per-kapita India hanya setengah dari Indonesia. Selain itu, program tersebut juga telah memiliki payung hukum kuat dan menjangkau ratusan juta masyarakat.
Dengan mencontoh praktik internasional, pemerintah menilai bahwa intervensi gizi berskala besar merupakan instrumen efektif untuk mempercepat penurunan stunting serta memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat secara luas.
Tanggapan atas Kritik Soal Anggaran
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menanggapi kritik yang menyebut program tersebut sebagai pemborosan anggaran negara. Ia menilai tudingan tersebut sebagai bentuk kampanye negatif yang tidak mempertimbangkan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.
Presiden menegaskan bahwa pendanaan program makan bergizi gratis berasal dari hasil efisiensi anggaran negara. Pemerintah melakukan penghematan terhadap berbagai kegiatan yang dinilai kurang produktif, termasuk rapat, seminar, maupun perjalanan dinas yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Uang ini adalah hasil penghematan. Hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi. Akan dihabis-habiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi-pribadi," tegasnya.
Menurut Presiden, pengalihan anggaran dari belanja yang kurang berdampak menuju program berbasis kebutuhan langsung masyarakat merupakan langkah yang lebih tepat sasaran. Ia menekankan bahwa keberpihakan pada kelompok rentan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan publik.
MBG Sebagai Strategi Jangka Panjang Pembangunan
Program MBG diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas generasi masa depan. Dengan memastikan kecukupan gizi sejak dini, pemerintah berharap dapat memutus rantai kemiskinan struktural yang selama ini menjadi salah satu penyebab stunting.
Presiden menilai bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Ketika anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, maka potensi perkembangan otak, tulang, dan otot mereka dapat tumbuh optimal.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar program simbolik, melainkan intervensi nyata yang menyasar akar persoalan. Pemerintah memilih untuk bertindak langsung, dibandingkan hanya mengandalkan pendekatan administratif atau retorika kebijakan.
Dengan intervensi langsung, program MBG diharapkan mampu memberikan dampak terukur terhadap penurunan angka stunting. Selain itu, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan sosial, terutama bagi keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian.
Langkah ini sekaligus menandai pendekatan baru dalam penanganan masalah sosial, yakni melalui kombinasi efisiensi anggaran dan distribusi manfaat langsung kepada masyarakat.
Presiden menegaskan bahwa setiap rupiah yang dihemat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk program yang nyata dan berdampak.
Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap MBG tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi pembangunan manusia Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Crypto Hari Ini Jumat 13 Februari 2026 Bitcoin Dan Ethereum Kembali Koreksi
- Jumat, 13 Februari 2026
Daop 6 Yogyakarta Tambah Perjalanan Kereta Api Saat Libur Imlek 2026 Mendatang
- Jumat, 13 Februari 2026
Libur Panjang Imlek: 26.886 Tiket Kereta Api di Sumut Telah Terjual Habis
- Jumat, 13 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi Paramount Enterprise Hadapi Tantangan Global Industri Properti 2026
- Jumat, 13 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Dampak RKAB 2026 Terhadap Investasi dan Kontrak Tambang
- 13 Februari 2026
4.
Indomobil eMotor Luncurkan Dua Motor Listrik QT Series di IIMS 2026
- 13 Februari 2026













