Jumat, 13 Februari 2026

JICT Cetak Rekor Nihil Kecelakaan Kerja 2025 dan Dorong Kinerja Logistik Nasional Makin Tangguh

JICT Cetak Rekor Nihil Kecelakaan Kerja 2025 dan Dorong Kinerja Logistik Nasional Makin Tangguh
JICT Cetak Rekor Nihil Kecelakaan Kerja 2025 dan Dorong Kinerja Logistik Nasional Makin Tangguh

JAKARTA - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) berhasil membukukan prestasi penting dalam industri kepelabuhanan nasional dengan mencatat nihil kecelakaan kerja fatal sepanjang tahun 2025, sebuah capaian strategis yang menjadi indikator kuat efektivitas keselamatan kerja dan daya saing operasional di sektor logistik nasional. Penghargaan Zero Fatality Tahun 2025 yang diterima perusahaan ini menjadi momentum penting bagi JICT dalam memperkokoh fondasi produktivitas dan meningkatkan kualitas layanan di tengah meningkatnya tantangan operasional dan kebutuhan efisiensi.

Prestasi Zero Fatality 2025 Sebagai Tonggak Keselamatan Kerja

Pada ajang Safety Forum 2026 yang digelar oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada 10–11 Februari 2026, JICT mendapat apresiasi sebagai salah satu entitas dengan capaian Zero Fatality untuk periode 2025. Pengakuan ini bukan sekadar penghargaan simbolis, tetapi cerminan implementasi strategi keselamatan kerja yang sistematis dan terintegrasi dalam aktivitas operasional sehari-hari perusahaan.

Baca Juga

Dampak RKAB 2026 Terhadap Investasi dan Kontrak Tambang

Direktur Utama JICT, Ade Hartono, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi produktivitas jangka panjang, bukan sekadar bentuk kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, aspek keselamatan juga merupakan variabel ekonomi yang memengaruhi kinerja bisnis secara luas di terminal peti kemas. Dampak dari insiden keselamatan, seperti downtime atau gangguan operasional, tetap memiliki konsekuensi besar terhadap throughput, tingkat layanan, hingga kepercayaan pelanggan.

Keselamatan sebagai Variabel Ekonomi dalam Operasional Logistik

Dalam wawancaranya pada Rabu, 11 Februari 2026, Ade mengatakan bahwa zero fatality telah menjadi indikator penting kualitas tata kelola operasional di sektor terminal peti kemas internasional. Di lingkungan yang intensitas pergerakan alat berat dan kapal sangat tinggi, risiko operasional kerap kompleks. Oleh karena itu, JICT memandang keselamatan sebagai bagian integral dari manajemen risiko korporasi, bukan sekadar aturan formal.

Sebagai operator terminal peti kemas yang memiliki intensitas pergerakan kontainer tinggi, penerapan sistem manajemen keselamatan yang disiplin menjadi langkah penting dalam mengendalikan risiko dan mempertahankan keberlanjutan bisnis. Ade memaparkan bahwa setiap investigasi insiden menjadi titik pembelajaran yang membantu memperbaiki proses dan meningkatkan reliabilitas operasi. “Ini adalah investasi, bukan biaya,” ujar Ade, menekankan bahwa pendekatan proaktif terhadap keselamatan kerja bisa memperkuat efektivitas bisnis dalam jangka panjang.

Momentum Konsolidasi Keselamatan di Lingkungan Pelindo Group

Safety Forum 2026 bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi juga wadah bagi perusahaan-perusahaan dalam grup Pelindo untuk saling berbagi praktik terbaik dan meningkatkan standar keselamatan secara kolektif. Tema forum ini, “Kolaborasi Seluruh Insan Pelindo Group untuk Pencapaian Zero Fatality,” mencerminkan pendekatan yang lebih luas dalam memperkuat ekosistem keselamatan kerja di seluruh entitas pelabuhan.

Dalam forum tersebut dibahas berbagai hal penting termasuk lesson learned kejadian 2025, pedoman pelaksanaan Contractor Safety Management System (CSMS), pembangunan ekosistem K3 yang terintegrasi, serta optimalisasi hasil investigasi untuk mendorong maturitas sistem keselamatan. Dengan langkah-langkah ini, perusahaan diharapkan dapat menerapkan strategi keselamatan yang lebih matang dan berkelanjutan di masa depan.

Pengakuan Individu dalam Penanganan Insiden

Selain penghargaan Zero Fatality kepada entitas, forum juga memberikan apresiasi kepada individu yang menunjukkan kontribusi signifikan dalam investigasi insiden dan tindak lanjutnya. Penghargaan Best Investigator 2025 kepada salah satu personel JICT menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pencapaian angka statistik, tetapi juga menghargai peran individu dalam memastikan proses keselamatan berjalan efektif.

Pendekatan berbasis investigasi ini membantu perusahaan bergerak dari paradigma yang reaktif terhadap insiden menjadi lebih preventif, di mana proses pembelajaran dari setiap kejadian digunakan sebagai alat untuk perbaikan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya JICT untuk menjadi benchmark keselamatan kerja di sektor kepelabuhanan nasional.

Sinergi Keselamatan dan Kinerja Bisnis

Dengan realitas bahwa keunggulan operasional bukan hanya diukur dari kecepatan bongkar muat, tetapi juga dari seberapa aman proses tersebut dijalankan, JICT menunjukkan bahwa kinerja bisnis dan keselamatan kerja bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan bisa saling memperkuat. Capaian Zero Fatality 2025 menjadi bukti bahwa investasi dalam sistem keselamatan yang matang mampu meningkatkan daya saing perusahaan tanpa mengorbankan produktivitas.

Dengan prestasi tersebut, JICT tidak hanya memperkokoh posisi sebagai operator terminal peti kemas kelas dunia, tetapi juga mempertegas peran penting keselamatan kerja dalam mendorong logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif di tingkat global.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Persiapan Mudik Lebaran Melalui Pilihan Kendaraan Terbaik di Sauto Expo 2026

Persiapan Mudik Lebaran Melalui Pilihan Kendaraan Terbaik di Sauto Expo 2026

Proyek Gas Blok Masela Senilai Rp352 Triliun Siap Groundbreaking 2026

Proyek Gas Blok Masela Senilai Rp352 Triliun Siap Groundbreaking 2026

Kelurahan Gunung Samarinda Baru Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan 2026

Kelurahan Gunung Samarinda Baru Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan 2026

Pelindo Maksimalkan JTCC Kurangi Biaya Logistik dan Dukung Pertumbuhan Nasional

Pelindo Maksimalkan JTCC Kurangi Biaya Logistik dan Dukung Pertumbuhan Nasional

PLN Dorong Modernisasi Agrikultur dan Kelautan, 390.034 Usaha Adopsi Teknologi Listrik

PLN Dorong Modernisasi Agrikultur dan Kelautan, 390.034 Usaha Adopsi Teknologi Listrik