Jumat, 13 Februari 2026

PLN Dorong Modernisasi Agrikultur dan Kelautan, 390.034 Usaha Adopsi Teknologi Listrik

PLN Dorong Modernisasi Agrikultur dan Kelautan, 390.034 Usaha Adopsi Teknologi Listrik
PLN Dorong Modernisasi Agrikultur dan Kelautan, 390.034 Usaha Adopsi Teknologi Listrik

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat capaian signifikan dalam upayanya memperkuat modernisasi sektor agrikultur dan kelautan di Indonesia melalui perluasan pemanfaatan teknologi berbasis listrik. Hingga akhir tahun 2025, sebanyak 390.034 pelaku usaha di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga kelautan telah mengadopsi teknologi listrik melalui program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM). Angka ini meningkat sekitar 30 persen year-on-year (YoY) dibandingkan dengan capaian pada 2024 yang tercatat sekitar 300.535 pelanggan.

Perluasan Program Listrik untuk Sektor Primer

Program EA dan EM merupakan upaya strategis PLN untuk mendukung produktivitas sektor primer di Indonesia dengan menyediakan pasokan listrik yang andal dan efisien. Melalui program ini, PLN memfasilitasi pelaku usaha di bidang pertanian untuk mengadopsi mesin dan peralatan produksi yang digerakkan oleh listrik—yang tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Baca Juga

Dampak RKAB 2026 Terhadap Investasi dan Kontrak Tambang

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa Elektrifikasi sektor primer merupakan bagian dari strategi lebih luas perusahaan untuk mendukung pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan nasional. Menurut Darmawan, keberadaan listrik tidak sekadar memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga memacu transformasi digital dan modernisasi dalam aktivitas produksi di sektor agrikultur serta kelautan.

Keuntungan Ekonomi dan Produktivitas Usaha

Manfaat nyata dari adopsi teknologi listrik dalam sektor pertanian terlihat dari efisiensi biaya operasional serta peningkatan produktivitas di berbagai daerah. Misalnya, petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu yang memanfaatkan listrik untuk irigasi dan proses pengolahan hasil tani merasakan dampak positif langsung terhadap peningkatan hasil produksi. Konsumsi listrik yang lebih tinggi juga mencerminkan semakin optimalnya pemanfaatan infrastruktur listrik oleh pelaku usaha.

Selain itu, di sektor kelautan, program Electrifying Marine membantu pelaku usaha seperti industri galangan kapal di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Seluruh peralatan operasional yang telah beralih menggunakan listrik berhasil menurunkan biaya operasional lebih dari 20 persen serta mengurangi emisi gas buang dari penggunaan mesin berbahan bakar minyak. Kondisi tersebut membuat kegiatan bisnis di galangan kapal menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Pertumbuhan Infrastruktur dan Konsumsi Listrik

Hingga akhir 2025, total kapasitas daya listrik yang terpasang melalui program EA dan EM mencapai 5.240 megavolt ampere (MVA), meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga tercermin pada konsumsi listrik industri primer yang mencapai sekitar 7,1 terawatt hour (TWh)—sekitar 16 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan listrik sebagai tulang punggung operasional mereka.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyatakan bahwa listrik yang terpasang bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar energi tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Adi menegaskan bahwa kehadiran listrik secara andal dapat mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, serta membantu pelaku usaha untuk mencapai efisiensi dan kemandirian dalam aktivitas bisnis mereka.

Peran Listrik dalam Ketahanan Ekonomi Lokal

PLN melihat bahwa modernisasi sektor primer melalui elektrifikasi dapat memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus menumbuhkan nilai tambah bagi hasil produksi. Ketersediaan listrik yang andal memungkinkan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor agrikultur dan kelautan untuk memperluas skala usaha serta menarik investasi baru. Selain itu, penggunaan listrik juga membantu menekan biaya operasional operasional yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil, sehingga meningkatkan margin keuntungan.

Dalam konteks perlindungan lingkungan, keberhasilan program EA dan EM juga berdampak pada pengurangan emisi gas buang yang dihasilkan oleh penggunaan mesin diesel atau bahan bakar fosil lainnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dan PLN untuk mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sinergi dengan Kebijakan Pemerintah

Sinergi antara PLN dan pemerintah menjadi kunci penting dalam memperluas adopsi teknologi listrik di sektor agrikultur dan kelautan. Dukungan kebijakan yang berpihak serta investasi dalam infrastruktur energi menjadi fondasi bagi percepatan elektrifikasi sektor-sektor primer di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal, juga turut mendorong pertumbuhan penggunaan listrik di sektor produktif ini.

Dengan capaian lebih dari 390.000 pelaku usaha yang telah memanfaatkan program EA dan EM, PLN menunjukkan komitmennya dalam mendorong modernisasi sektor agrikultur dan kelautan. Perluasan adopsi teknologi listrik ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui inovasi dan modernisasi produksi.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Persiapan Mudik Lebaran Melalui Pilihan Kendaraan Terbaik di Sauto Expo 2026

Persiapan Mudik Lebaran Melalui Pilihan Kendaraan Terbaik di Sauto Expo 2026

Proyek Gas Blok Masela Senilai Rp352 Triliun Siap Groundbreaking 2026

Proyek Gas Blok Masela Senilai Rp352 Triliun Siap Groundbreaking 2026

Kelurahan Gunung Samarinda Baru Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan 2026

Kelurahan Gunung Samarinda Baru Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan 2026

Pelindo Maksimalkan JTCC Kurangi Biaya Logistik dan Dukung Pertumbuhan Nasional

Pelindo Maksimalkan JTCC Kurangi Biaya Logistik dan Dukung Pertumbuhan Nasional

JICT Cetak Rekor Nihil Kecelakaan Kerja 2025 dan Dorong Kinerja Logistik Nasional Makin Tangguh

JICT Cetak Rekor Nihil Kecelakaan Kerja 2025 dan Dorong Kinerja Logistik Nasional Makin Tangguh