Jumat, 13 Februari 2026

TRON Optimistis Garap Infrastruktur Kendaraan Listrik Berbasis Teknologi

TRON Optimistis Garap Infrastruktur Kendaraan Listrik Berbasis Teknologi
TRON Optimistis Garap Infrastruktur Kendaraan Listrik Berbasis Teknologi

JAKARTA - Langkah ekspansi bisnis kembali ditempuh emiten teknologi transportasi digital, PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. 

Kali ini, perusahaan berkode saham TRON tersebut bersiap memasuki sektor infrastruktur kendaraan listrik dengan mendirikan entitas anak usaha baru. Fokus pengembangan mencakup pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) serta stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).

PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) berencana mendirikan entitas anak usaha baru untuk memperluas lini bisnis ke sektor infrastruktur kendaraan listrik, meliputi pengembangan SPKLU dan SPBKLU. 

Baca Juga

Daop 6 Yogyakarta Tambah Perjalanan Kereta Api Saat Libur Imlek 2026 Mendatang

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam memperkuat ekosistem layanan transportasi berbasis teknologi.

Corporate Secretary TRON, Wendy Jolanda Waas, menyatakan rencana tersebut merupakan bagian dari penambahan kegiatan usaha yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

“Keterbukaan informasi ini kami sampaikan sebagai pemenuhan ketentuan regulator pasar modal terkait rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan,” kata Wendy.

Persetujuan RUPSLB dan Proses Perizinan

Ia menegaskan, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham, perseroan akan melanjutkan proses administratif dan perizinan.

“Perseroan akan melanjutkan proses untuk memperoleh seluruh perizinan, persetujuan, pendaftaran, dan/atau pemberitahuan yang diperlukan kepada instansi atau otoritas yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

Menurutnya, hingga keterbukaan informasi diterbitkan, tidak ada keberatan dari pihak mana pun.

“Sampai dengan tanggal diterbitkannya keterbukaan informasi ini, tidak terdapat pihak-pihak tertentu, baik pemegang saham maupun pihak lainnya, yang menyampaikan keberatan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan,” jelasnya.

RUPSLB yang akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana ini dijadwalkan berlangsung pada 18 Februari 2026. Persetujuan tersebut sekaligus menjadi dasar perubahan anggaran dasar perseroan terkait penambahan klasifikasi kegiatan usaha.

Strategi Integrasi Ekosistem Transportasi

Secara strategis, penambahan kegiatan usaha ini diarahkan untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat posisi TRON sebagai penyedia solusi transportasi digital terintegrasi. 

Infrastruktur SPKLU dan SPBKLU nantinya akan disinergikan dengan ekosistem pelanggan eksisting, terutama operator transportasi publik dan sistem manajemen armada.

Perusahaan melihat peluang sektor ini terbuka lebar seiring tren global elektrifikasi transportasi dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap kendaraan listrik. 

Dengan pengalaman di bidang fleet management system, IoT smart bus, serta teknologi logistik dan pertambangan, TRON menilai ekspansi ini masih berada dalam koridor kompetensi inti perseroan.

Strategi pengembangan mencakup skema Battery as a Service (BaaS), penggunaan teknologi pengisian cepat DC fast charging, serta penjajakan kemitraan strategis termasuk dengan PLN. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya di sektor transportasi publik dan armada komersial.

Proyeksi Investasi dan Kelayakan Finansial

Dari sisi pendanaan, kebutuhan investasi awal diperkirakan sekitar Rp75,55 miliar yang bersumber dari kas internal dan/atau pendanaan lain yang sah. Nilai tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk menggarap sektor infrastruktur kendaraan listrik secara serius.

Berdasarkan studi kelayakan independen oleh KJPP Yufrizal Deny Kamal dan Rekan, proyek ini dinilai layak secara finansial dengan proyeksi Net Present Value (NPV) positif sekitar Rp357,49 miliar, Internal Rate of Return (IRR) 48,9%, serta periode pengembalian modal sekitar 3 tahun 11 bulan.

Hasil kajian tersebut menjadi dasar pertimbangan manajemen dalam melanjutkan rencana ekspansi. Dengan NPV yang signifikan dan IRR yang tinggi, proyek ini dinilai memiliki prospek keuntungan yang menarik dalam jangka menengah.

Langkah Lanjutan Pasca IPO

Sebagai informasi, TRON merupakan perusahaan teknologi yang melantai di bursa pada 8 Maret 2023. Sejak IPO, perseroan fokus pada pengembangan solusi digitalisasi transportasi seperti fleet management system, IoT smart bus, serta pengembangan teknologi logistik dan pertambangan.

Ekspansi ke infrastruktur kendaraan listrik menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat integrasi ekosistem layanan berbasis teknologi yang dikembangkan perseroan.

Dengan masuk ke sektor SPKLU dan SPBKLU, TRON tidak hanya menyediakan sistem manajemen armada, tetapi juga mendukung kebutuhan energi kendaraan listrik secara langsung.

Langkah ini menunjukkan transformasi bisnis yang lebih komprehensif, dari sekadar penyedia solusi digital menjadi pemain infrastruktur pendukung elektrifikasi transportasi. 

Jika seluruh tahapan perizinan dan persetujuan berjalan sesuai rencana, anak usaha baru ini akan menjadi pilar pertumbuhan baru bagi TRON.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

KAI Daop 7 Madiun Inspeksi 12 Stasiun dan Ramp Check KA Jelang Lebaran 2026

KAI Daop 7 Madiun Inspeksi 12 Stasiun dan Ramp Check KA Jelang Lebaran 2026

KAI Perkuat Keselamatan Jalur Selama Angkutan Lebaran 2026 Fokus Pada Mitigasi Risiko

KAI Perkuat Keselamatan Jalur Selama Angkutan Lebaran 2026 Fokus Pada Mitigasi Risiko

PLN UID Sumut Kolaborasi dengan YBM Hadirkan Terang Lewat Program LUTD

PLN UID Sumut Kolaborasi dengan YBM Hadirkan Terang Lewat Program LUTD

Penjualan BYD Melonjak Tajam, Pangsa Pasar BEV Tembus 60 Persen

Penjualan BYD Melonjak Tajam, Pangsa Pasar BEV Tembus 60 Persen

PNM Perluas Jangkauan Layanan dengan Pendanaan Berkelanjutan

PNM Perluas Jangkauan Layanan dengan Pendanaan Berkelanjutan