JAKARTA - Cahaya harapan kini menerangi rumah-rumah keluarga kurang mampu di pelosok Sumatera Utara.
Melalui sinergi yang kuat, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN secara resmi meluncurkan program Light Up The Dream (LUTD). Program ini bukan sekadar instalasi jaringan listrik biasa, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang lahir dari donasi sukarela para pegawai PLN untuk memberikan akses listrik secara gratis bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan energi.
Inisiatif LUTD menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan tugas profesional sebagai penyedia energi bangsa. Bagi keluarga penerima manfaat, kehadiran listrik di rumah mereka adalah mimpi yang menjadi kenyataan, membuka peluang baru untuk pendidikan anak-anak di malam hari hingga peningkatan produktivitas rumah tangga yang selama ini terhambat oleh kegelapan.
Baca JugaXLSMART Layani 73 Juta Pelanggan 2025 Didukung 225.000 BTS Nasional
Semangat Berbagi Pegawai PLN Melalui Donasi Mandiri LUTD
Hal yang membuat program Light Up The Dream begitu istimewa adalah sumber pendanaannya. Program ini tidak menggunakan anggaran korporat secara langsung, melainkan murni berasal dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN yang disalurkan melalui YBM. Setiap rupiah yang terkumpul dialokasikan untuk membiayai penyambungan baru, mulai dari biaya pasang, instalasi dalam rumah, hingga sertifikat laik operasi (SLO).
Kolaborasi ini mencerminkan budaya perusahaan yang berlandaskan empati. Para pegawai PLN di Sumatera Utara menyadari bahwa masih ada tetangga dan saudara mereka yang belum bisa menikmati listrik karena kendala biaya penyambungan. Dengan menyisihkan sebagian penghasilan, mereka berperan langsung dalam menghadirkan terang bagi sesama, memperkuat ikatan emosional antara perusahaan listrik negara dengan masyarakat yang dilayaninya.
Dampak Sosial: Meningkatkan Kualitas Hidup Dan Pendidikan Keluarga
Bagi masyarakat penerima manfaat di wilayah Sumatera Utara, kehadiran listrik melalui program LUTD membawa perubahan besar dalam keseharian mereka. Anak-anak kini dapat belajar dengan pencahayaan yang layak, menggantikan lampu minyak atau lilin yang terbatas dan berisiko. Secara psikologis, rumah yang terang juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya, meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan.
Selain aspek pendidikan, akses listrik gratis ini juga diharapkan mampu menjadi pemacu ekonomi lokal. Dengan adanya listrik, masyarakat bisa memulai usaha rumahan kecil-kecilan atau menggunakan peralatan elektronik sederhana untuk membantu mata pencahayaan mereka. PLN UID Sumut berharap program ini menjadi langkah awal bagi keluarga prasejahtera untuk keluar dari jerat kemiskinan melalui pemanfaatan energi listrik yang produktif dan berkelanjutan.
Proses Seleksi Dan Jangkauan Wilayah Penerima Manfaat Di Sumut
Agar program ini tepat sasaran, PLN UID Sumut dan YBM melakukan proses seleksi yang ketat di berbagai unit pelaksana pelayanan pelanggan (UP3). Prioritas diberikan kepada keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) namun belum memiliki sambungan listrik mandiri. Petugas di lapangan melakukan verifikasi langsung untuk memastikan bahwa bantuan ini jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan dan sangat mendambakan kehadiran cahaya di rumahnya.
Jangkauan program LUTD ini terus diperluas hingga ke wilayah pelosok Sumatera Utara. Sinergi ini memastikan bahwa tidak ada satu keluarga pun yang tertinggal dalam kegelapan di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional. PLN berkomitmen untuk terus menjalankan program ini secara berkala, menjadikannya agenda rutin yang mengiringi setiap momentum hari besar keagamaan maupun peringatan penting lainnya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.





.jpg)
.jpg)
.jpg)
