Jumat, 13 Februari 2026

Garuda Indonesia Group Dukung Penurunan Harga Tiket Mudik Lebaran 2026 Demi Mobilitas Publik yang Lebih Terjangkau

Garuda Indonesia Group Dukung Penurunan Harga Tiket Mudik Lebaran 2026 Demi Mobilitas Publik yang Lebih Terjangkau
Garuda Indonesia Group Dukung Penurunan Harga Tiket Mudik Lebaran 2026 Demi Mobilitas Publik yang Lebih Terjangkau

JAKARTA - Garuda Indonesia Group, yang mencakup Garuda Indonesia dan Citilink, menyatakan dukungan kuat terhadap kebijakan stimulus Pemerintah Republik Indonesia berupa penurunan harga tiket penerbangan kelas ekonomi domestik menjelang periode mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Langkah ini dinilai sebagai tindakan strategis dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem aviasi nasional di musim puncak perjalanan tahunan.

Respons Positif Garuda Indonesia Group terhadap Stimulus Pemerintah

Pemberlakuan kebijakan penurunan harga tiket ini merupakan respons cepat Garuda Indonesia Group sebagai bagian dari ekosistem transportasi udara nasional terhadap kebijakan yang diumumkan Pemerintah. Maskapai ini menyesuaikan harga tiket penerbangan kelas ekonomi untuk rute domestik melalui seluruh kanal penjualan mulai tanggal 10 Februari hingga 29 Maret 2026. Periode penerbangan yang mendapatkan penyesuaian harga adalah antara 14–29 Maret 2026, mengikuti ketentuan sesuai sejumlah regulasi seperti PMK Nomor 4 Tahun 2026, KP-DJPU 27 Tahun 2026, dan KM 43 Tahun 2026.

Baca Juga

Daop 6 Yogyakarta Tambah Perjalanan Kereta Api Saat Libur Imlek 2026 Mendatang

Selaras dengan penyesuaian harga oleh Garuda Indonesia, Citilink juga menerapkan kebijakan serupa secara efektif sejak 11 Februari 2026 untuk membuka akses layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau untuk masyarakat luas.

Dukungan dan Komitmen dari Pimpinan Maskapai

Thomas Oentoro, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, secara langsung menyampaikan apresiasi atas kebijakan Pemerintah yang dianggap mampu menyatukan kepentingan publik dengan kelangsungan industri penerbangan nasional. Menurutnya, stimulus ini menegaskan pentingnya konsolidasi kebijakan secara strategis dalam memperkuat peran maskapai nasional sebagai penyedia layanan publik, terutama pada masa puncak musim mudik Lebaran.

Thomas juga menekankan bahwa proyeksi pertumbuhan volume penumpang pada Lebaran 2026 menunjukkan tren yang positif, sehingga diharapkan dapat mendorong optimalisasi kapasitas dan jaringan penerbangan Garuda Group tanpa mengabaikan standar keselamatan maupun kualitas layanan.

Strategi Harga dan Besaran Penyesuaian

Penyesuaian harga tiket yang dilakukan diproyeksikan berada di kisaran penurunan sekitar 17–18 persen. Penurunan ini didukung oleh kombinasi insentif termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen, serta penyesuaian komponen biaya seperti Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge.

Langkah ini tidak hanya sekadar menurunkan harga dasar tiket, tetapi juga mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia dalam membantu masyarakat untuk dapat melakukan perjalanan mudik dengan biaya lebih terjangkau pada periode yang secara tradisional memiliki permintaan sangat tinggi terhadap layanan penerbangan. Kebijakan penurunan harga tiket ini juga sejalan dengan langkah Pemerintah sebelumnya menanggung sepenuhnya PPN pada tiket pesawat Lebaran 2026 sebagai bagian dari stimulus transportasi nasional.

Pengaruh Stimulus Terhadap Industri Transportasi dan Masyarakat

Pemberian stimulus terhadap harga tiket bukan hanya menjadi kabar baik bagi maskapai dan calon penumpang, tetapi juga dianggap sebagai bagian dari rangkaian kebijakan yang lebih luas untuk menopang perekonomian menjelang Lebaran. Pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif transportasi yang mencakup diskon tiket kereta api, kapal laut, hingga angkutan penyeberangan, sebagai bagian dari paket stimulus senilai Rp911,16 miliar yang bertujuan memperkuat mobilitas masyarakat pada masa libur panjang ini.

Dukungan Garuda Indonesia Group ini menjadi salah satu contoh respon positif pelaku industri terhadap kebijakan Pemerintah, yang diharapkan turut meningkatkan daya beli masyarakat serta memberikan ruang lebih besar bagi keluarga Indonesia untuk pulang kampung tanpa beban biaya transportasi yang tinggi.

Harapan Masa Depan bagi Ekosistem Penerbangan Nasional

Garuda Indonesia Group berharap bahwa kebijakan penurunan harga tiket ini bukan hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi penguatan berkelanjutan sektor aviasi nasional. Sinergi antara Pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya dianggap kunci utama untuk mempertahankan peran sektor penerbangan sebagai penggerak konektivitas, pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui dukungan penuh terhadap kebijakan stimulus harga tiket ini, Garuda Indonesia Group menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi udara, tetapi juga sebagai mitra strategis Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan transportasi yang lebih terjangkau, efisien, dan berdaya saing.

Dengan langkah-langkah konkret seperti penyesuaian harga tiket dan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah, masa mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan menjadi musim perjalanan dengan mobilitas tinggi namun tetap terkendali dari sisi biaya, sehingga memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

KAI Daop 7 Madiun Inspeksi 12 Stasiun dan Ramp Check KA Jelang Lebaran 2026

KAI Daop 7 Madiun Inspeksi 12 Stasiun dan Ramp Check KA Jelang Lebaran 2026

KAI Perkuat Keselamatan Jalur Selama Angkutan Lebaran 2026 Fokus Pada Mitigasi Risiko

KAI Perkuat Keselamatan Jalur Selama Angkutan Lebaran 2026 Fokus Pada Mitigasi Risiko

PLN UID Sumut Kolaborasi dengan YBM Hadirkan Terang Lewat Program LUTD

PLN UID Sumut Kolaborasi dengan YBM Hadirkan Terang Lewat Program LUTD

Penjualan BYD Melonjak Tajam, Pangsa Pasar BEV Tembus 60 Persen

Penjualan BYD Melonjak Tajam, Pangsa Pasar BEV Tembus 60 Persen

PNM Perluas Jangkauan Layanan dengan Pendanaan Berkelanjutan

PNM Perluas Jangkauan Layanan dengan Pendanaan Berkelanjutan