Jumat, 13 Februari 2026

Optimisme Purbaya: Program Diskon Diyakini Dorong Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,6%

Optimisme Purbaya: Program Diskon Diyakini Dorong Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,6%
Optimisme Purbaya: Program Diskon Diyakini Dorong Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,6%

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2026 mampu menyentuh angka 5,6%.

Angka ini tergolong ambisius namun realistis, mengingat adanya dorongan kuat dari berbagai program diskon dan insentif yang mampu memacu gairah belanja masyarakat di awal tahun.

Purbaya menilai bahwa stimulasi pada sektor konsumsi rumah tangga—yang merupakan motor utama PDB Indonesia—menjadi kunci krusial dalam mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.

Baca Juga

Harga Emas Antam Anjlok Rp43.000 Menjadi Rp2,904 Juta Per Gram pada Jumat Pagi

Faktor Pendorong: Strategi Diskon dan Psikologi Konsumen

Menurut Purbaya, terdapat korelasi langsung antara masifnya program diskon di sektor ritel dengan peningkatan perputaran uang. Beberapa poin penting yang mendasari optimisme ini antara lain:

Peningkatan Volume Transaksi: Berbagai gelaran promosi dan diskon belanja mampu menarik minat masyarakat untuk membelanjakan tabungannya, yang pada akhirnya menggerakkan roda bisnis di sektor manufaktur dan jasa.

Efek Pengganda (Multiplier Effect): Belanja yang tinggi di tingkat konsumen akan meningkatkan produktivitas perusahaan, yang kemudian menjaga stabilitas penyerapan tenaga kerja.

Optimisme Sektor Riil: Dengan meningkatnya permintaan, pelaku usaha cenderung lebih berani dalam melakukan stok barang dan ekspansi operasional jangka pendek.

Analisis Angka: Mengapa 5,6 Persen?

Angka proyeksi 5,6% ini berada di atas rata-rata pertumbuhan historis kuartalan yang biasanya berada di kisaran 5,0%. Purbaya melihat adanya "tenaga tambahan" pada awal 2026 yang berasal dari:

Likuiditas Perbankan yang Melimpah: Masyarakat memiliki ruang saku yang cukup untuk berbelanja, didukung oleh sistem keuangan yang stabil.

Transisi Musiman: Konsumsi yang tetap kuat pasca-libur awal tahun, didukung oleh kesiapan infrastruktur distribusi yang membuat harga barang tetap kompetitif.

Kepercayaan Diri Konsumen: Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada di zona optimistis menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tantangan yang Harus Diwaspadai

Meski optimistis, Purbaya tetap menekankan pentingnya menjaga inflasi agar tidak menggerus daya beli. Jika program diskon hanya bersifat sementara namun harga kebutuhan pokok naik secara permanen, maka target 5,6% bisa terancam. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan moneter dan stabilitas harga pangan menjadi syarat mutlak agar angka pertumbuhan ini dapat tercapai secara berkualitas.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Emas Perhiasan 13 Februari 2026: Terkoreksi Menjadi Rp2,437 Juta per Gram

Harga Emas Perhiasan 13 Februari 2026: Terkoreksi Menjadi Rp2,437 Juta per Gram

Optimisme Purbaya Yudhi Sadewa: Prospek Ekonomi RI 2026 Tetap Cerah di Tengah Tantangan Global

Optimisme Purbaya Yudhi Sadewa: Prospek Ekonomi RI 2026 Tetap Cerah di Tengah Tantangan Global

BSI Bantu Ojol Belajar Investasi: Mulai Nabung Emas Hanya dengan Rp50 Ribu

BSI Bantu Ojol Belajar Investasi: Mulai Nabung Emas Hanya dengan Rp50 Ribu

Jadwal Buka Bursa Saham Pasca-Libur Imlek 2026: Investor Siap Kembali Melantai

Jadwal Buka Bursa Saham Pasca-Libur Imlek 2026: Investor Siap Kembali Melantai

BNI Perkuat Jangkauan Global: Sinergi Kantor Cabang Luar Negeri dan Layanan Digital

BNI Perkuat Jangkauan Global: Sinergi Kantor Cabang Luar Negeri dan Layanan Digital