Pembelaan Toni Kroos: Nilai Jual Cristiano Ronaldo di Tengah Prahara Saudi
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARTA - Panggung sepak bola Timur Tengah kembali diguncang oleh ketegangan internal yang melibatkan megabintang global, Cristiano Ronaldo. Di tengah situasi yang memanas antara sang penyerang legendaris dengan otoritas liga, sebuah suara dukungan lantang muncul dari daratan Eropa. Legenda Real Madrid, Toni Kroos, pasang badan membela mantan rekan setimnya tersebut terkait aksi mogok bertanding yang dilakukan Ronaldo di Al-Nassr. Kroos dengan berani melontarkan pernyataan tajam yang menyentil eksistensi kompetisi tersebut, dengan menegaskan bahwa tanpa kehadiran figur ikonik asal Portugal itu, Liga Pro Saudi hanyalah sebuah panggung yang sunyi dari perhatian dunia.
Kroos, yang memiliki hubungan dekat sejak masa-masa keemasan di Santiago Bernabeu, menilai bahwa perlakuan terhadap Ronaldo saat ini sangatlah tidak adil. Baginya, Ronaldo adalah sosok yang telah mengangkat martabat sepak bola Arab Saudi ke kancah internasional. Pembelaan ini muncul di saat Ronaldo bersiap untuk kembali ke lapangan hijau setelah sempat absen sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan transfer klub pada bursa Januari lalu. Pernyataan Kroos ini seolah menjadi pengingat bagi otoritas liga tentang siapa yang sebenarnya membawa "pesona" ke kompetisi mereka.
Dinamika Mogok Bertanding dan Ketegangan Transfer Januari
Baca JugaKetegangan Hubungan Ronaldo Dan Benzema Akibat Saling Sindir Gaji Dan Trofi
Berdasarkan laporan dari A Bola, Cristiano Ronaldo dikabarkan telah kembali mengikuti sesi latihan bersama skuat Al-Nassr asuhan Jorge Jesus pekan ini. Kembalinya CR7 menjadi angin segar bagi tim, terutama setelah ia melewatkan dua pertandingan terakhir sebagai bentuk protes. Ronaldo merasa keberatan dengan langkah kebijakan transfer klub yang dinilai tidak sejalan dengan ambisinya untuk meraih gelar juara. Ia dijadwalkan akan kembali beraksi saat Al-Nassr bertandang ke markas Al-Fateh pada akhir pekan mendatang, meskipun ia dipastikan absen dalam laga Liga Champions Asia 2 melawan Arkadag di Turkmenistan.
Akar dari kemarahan pemain berusia 41 tahun ini adalah ketimpangan kebijakan yang dilakukan oleh Public Investment Fund (PIF) selaku pemilik mayoritas klub-klub papan atas Saudi. Ronaldo merasa kecewa ketika rival utama mereka, Al-Hilal, diizinkan untuk memboyong Karim Benzema dari Al-Ittihad. Langkah ini dianggap Ronaldo sebagai tindakan yang memperkuat pesaing terdekat mereka secara tidak adil di tengah persaingan perburuan gelar yang sedang berlangsung sengit.
Kritik Pedas Toni Kroos Melalui Podcast Pribadi
Melalui podcast pribadinya, Toni Kroos tidak menahan diri dalam mengkritik cara liga tersebut memperlakukan pemain terbaiknya. Seperti yang dilansir dari O Jogo, Kroos menyebut Liga Saudi sebagai fenomena yang aneh karena seolah melupakan jasa besar Ronaldo. Ia menegaskan bahwa sebelum kedatangan kapten timnas Portugal itu, tidak ada seorang pun yang melirik atau mendengar tentang liga tersebut. Bagi Kroos, menghina atau menyudutkan Ronaldo adalah sebuah kesalahan besar bagi sebuah liga yang baru saja mulai dikenal dunia.
"Liga Saudi adalah fenomena yang aneh. Tidak ada yang pernah mendengar tentang liga ini sebelum kedatangan Cristiano Ronaldo, dan sekarang mereka menghina pria yang membawa mereka ke peta dunia," ujar Kroos dengan nada tegas. Ia menambahkan sebuah prediksi pahit bahwa jika Ronaldo memutuskan untuk pergi besok, maka Liga Pro Saudi akan kehilangan semua daya tariknya secara instan. "Tanpa Ronaldo, tidak ada yang akan menonton Liga Saudi," tambahnya, menegaskan dominasi pengaruh sang pemain.
Respons Tegas Otoritas Liga Pro Saudi atas Aksi Ronaldo
Pernyataan dan aksi mogok Ronaldo rupanya tidak diterima begitu saja oleh pihak penyelenggara liga. Melalui pernyataan resmi, Liga Pro Saudi mengeluarkan teguran yang menekankan pada prinsip independensi setiap klub. Mereka menegaskan bahwa kerangka keuangan dan strategi transfer dirancang untuk memastikan keseimbangan kompetitif, bukan untuk memenuhi tuntutan individu. Liga menyatakan bahwa setiap klub memiliki dewan direksi dan kepemimpinan sepak bola sendiri yang beroperasi secara mandiri di bawah aturan yang sama.
Pihak liga mengakui peran penting Ronaldo dalam pertumbuhan ambisi Al-Nassr, namun mereka menegaskan bahwa tidak ada individu, seberapa pun besarnya nama mereka, yang boleh mendikte keputusan di luar klubnya sendiri. "Kekompetitifan liga berbicara sendiri dengan selisih poin yang tipis antara empat besar," tulis pernyataan tersebut. Fokus utama liga saat ini adalah menjaga kredibilitas kompetisi di lapangan hijau dan memastikan bahwa sistem berfungsi sesuai dengan tujuan keberlanjutan jangka panjang.
Ambisi Tak Terpadamkan dan Harapan Sang Legenda Brasil
Di balik segala drama administratif, statistik performa Cristiano Ronaldo tetap berada di level yang fenomenal. Dengan gaji yang mencapai £400.000 per hari, ia membuktikan kualitasnya lewat torehan 17 gol dalam 18 pertandingan liga musim ini. Meskipun baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-41, fisik Ronaldo yang seolah menolak tua mengundang decak kagum dari banyak pihak, termasuk legenda Brasil, Roberto Carlos.
Roberto Carlos bahkan menyatakan bahwa ia akan menelepon langsung Ronaldo jika sang pemain berpikir untuk pensiun. Menurut Carlos, Ronaldo adalah panutan yang memberikan energi luar biasa bagi anak-anak dan pemain muda di seluruh dunia. Dengan kondisi fisik yang jarang diterpa cedera, Carlos yakin Ronaldo mampu mencapai tonggak sejarah 1,000 gol, mengikuti jejak Pele. "Dia seharusnya tidak pernah berhenti bermain sepak bola, bahkan jika hanya dengan satu kaki atau merangkak," ujar Carlos, menekankan betapa pentingnya eksistensi Ronaldo bagi keindahan sepak bola global dan masa depan sejarah olahraga tersebut.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Memilih Sepatu Onitsuka Tiger Terbaik: Ikon Klasik Yang Tak Lekang Oleh Waktu
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
13 Ide Jualan Takjil Sayur Lauk Ringan Rp10.000 Menjadi Pilihan Praktis Sehat
- Rabu, 11 Februari 2026
Misi Rahasia Florentino Perez: Mengulang Tragedi Luis Figo di Barcelona
- Rabu, 11 Februari 2026
Kepulangan Sang Legenda: Rencana Besar Lionel Messi Kembali ke Barcelona
- Rabu, 11 Februari 2026
Transformasi Sergi Roberto: Dari Kapten Ikonik Barcelona Menuju Keluarga Baru di Como
- Rabu, 11 Februari 2026
Masa Depan Pertahanan Anfield: Jeremy Jacquet dan Misi Menjadi Suksesor Virgil van Dijk
- Rabu, 11 Februari 2026





.jpg)





.jpg)
