Pupuk Indonesia Perkuat Ekosistem Inovasi Demi Kemandirian Pangan Nasional
- Selasa, 10 Februari 2026
JAKARTA - Upaya memperkuat kemandirian pangan nasional tidak bisa dilepaskan dari kemampuan sektor pertanian beradaptasi terhadap tantangan zaman.
Mulai dari perubahan iklim, efisiensi rantai pasok, hingga kebutuhan peningkatan produktivitas, seluruhnya menuntut pendekatan yang semakin berbasis inovasi dan teknologi.
Dalam konteks inilah, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil peran strategis dengan mendorong ekosistem inovasi pertanian melalui berbagai inisiatif kolaboratif.
Baca JugaVisi Ciamis 2026: Menuju Kabupaten Organik untuk Sejahterakan Petani Lokal
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025, sebuah platform inovasi terbuka yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian dan industri pupuk.
Program ini menjadi ruang bertemunya gagasan, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan besar pertanian Indonesia secara berkelanjutan.
FertInnovation Challenge Jadi Instrumen Strategis Inovasi
PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 1.620 inovator berpartisipasi dalam FertInnovation Challenge 2025. Para peserta berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari peneliti, profesional, startup, hingga mahasiswa dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri.
Tingginya partisipasi ini menunjukkan besarnya minat serta potensi inovasi yang berkembang di sektor pertanian.
Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan instrumen strategis perseroan dalam membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian nasional.
“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Jamsaton.
Menurutnya, inovasi menjadi kunci dalam memastikan sektor pertanian mampu beradaptasi dan berkembang di tengah dinamika global, sekaligus menjawab kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat.
Kolaborasi dengan IARI Dorong Transformasi Pertanian
Dalam penyelenggaraannya, FertInnovation Challenge 2025 tidak berjalan sendiri. Pupuk Indonesia menggandeng Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini menjadi media penting bagi perseroan dalam menciptakan transformasi pertanian berbasis inovasi dan riset terapan.
Jamsaton menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai platform open innovation yang strategis. Tujuannya adalah menyerap gagasan-gagasan transformatif dari inovator eksternal sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan dan agenda besar kemandirian pangan Indonesia.
Melalui pendekatan terbuka ini, Pupuk Indonesia membuka ruang seluas-luasnya bagi ide-ide baru yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memiliki potensi implementasi nyata di lapangan. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam mempercepat adopsi teknologi dan inovasi di sektor agribisnis.
Empat Kategori Strategis Dari Hulu Hingga Hilir
FertInnovation Challenge 2025 mengusung empat kategori strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir. Keempat kategori tersebut adalah Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering.
“Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi,” ujar Jamsaton.
Pendekatan ini mencerminkan upaya komprehensif Pupuk Indonesia dalam membangun sistem pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan. Inovasi tidak hanya difokuskan pada aspek produksi, tetapi juga menyentuh distribusi, teknologi digital, serta pengelolaan fasilitas industri.
Peluang Inkubasi dan Hilirisasi Riset
Tidak berhenti pada seleksi dan apresiasi pemenang, FertInnovation Challenge 2025 juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan. Ide-ide terpilih berkesempatan untuk dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri, dengan nilai potensi pengembangan hingga Rp2 miliar.
Menurut Jamsaton, kegiatan ini hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan dunia industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi yang terintegrasi.
“Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional,” ujar Jamsaton.
Melalui skema inkubasi dan hilirisasi riset, Pupuk Indonesia mendorong agar hasil inovasi tidak berhenti di tahap konsep, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat.
Peran Pupuk Indonesia Sebagai Innovation Enabler
Penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025 semakin menegaskan peran Pupuk Indonesia sebagai innovation enabler dalam sektor agribisnis nasional. Dengan pendekatan open innovation, perseroan mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempercepat hilirisasi riset.
Upaya ini dinilai penting dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial, sekaligus memperkuat daya saing industri pupuk nasional di tengah persaingan global. Inovasi menjadi fondasi utama dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan bangsa.
“Kami berharap upaya dan kolaborasi yang kita bangun melalui FertInnovation ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa,” ujar Jamsaton.
Dengan ekosistem inovasi yang terus diperkuat, Pupuk Indonesia optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam mendorong transformasi pertanian nasional menuju sistem yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mobil Listrik China Makin Populer Dan Diminati Kalangan Generasi Muda Indonesia
- Selasa, 10 Februari 2026
Farizon Menawarkan Mobil Listrik Niaga Sebagai Solusi Logistik Modern Ramah Lingkungan
- Selasa, 10 Februari 2026
Evolusi Kecerdasan Otomotif Mengubah Total Pengalaman Berkendara Di Era Modern 2026
- Selasa, 10 Februari 2026
Era Baru Otomotif Mobil Lebih Pintar Pengemudi Lebih Aman Dan Efisien
- Selasa, 10 Februari 2026
Donyell Malen Menggila, AS Roma Tundukkan Cagliari di Stadio Olimpico
- Selasa, 10 Februari 2026
Berita Lainnya
BP Batam Perkuat Konektivitas Logistik dan Diplomasi Maritim di Forum Euromaritime
- Selasa, 10 Februari 2026
Solusi Strategis Jalur Logistik Lebaran Demi Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
- Selasa, 10 Februari 2026
BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger Dorong Kesejahteraan Pekerja Melalui MLT Perumahan
- Selasa, 10 Februari 2026
Sinergi 1665 Petani Milenial Riau Menjadi Garda Terdepan Dalam Penguatan Ketahanan Pangan
- Selasa, 10 Februari 2026










.jpg)

