JAKARTA - Tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada tahun 2025 tercatat 1,7 persen dari total portofolio nasabah KPR. Meski angka ini menunjukkan adanya risiko kredit macet, Bank menyatakan bahwa angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan di Indonesia.
Menurut Senior Vice President (SVP) Consumer Credit BCA, Melani Megawati, jika melihat dari sisi NPL, secara industri memang terjadi kenaikan kredit bermasalah pada 2025. Namun, posisi BCA dalam segmen KPR justru masih berada di bawah rata-rata industri, yakni sekitar 1,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas portofolio KPR BCA masih berada pada level yang sehat meskipun ada tekanan kredit macet.
Melani menjelaskan bahwa pengalaman tahun lalu menunjukkan adanya faktor-faktor eksternal yang memengaruhi naiknya risiko kredit bermasalah, terutama kondisi ketenagakerjaan seperti PHK yang berdampak pada kemampuan masyarakat membeli rumah. Fenomena ini menjadi salah satu “wake-up call” bagi pihak bank untuk memperkuat mitigasi risiko agar kualitas pembiayaan konsumen tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Baca JugaLaporan Keuangan Perusahaan Jasa: Komponen, Cara Buat, & Contohnya
Pendalaman Analisis Debitur sebagai Kunci Mitigasi Kredit
Menanggapi tantangan tahun 2025, BCA memperkuat strategi mitigasi risiko untuk mencegah kredit macet atau gagal bayar dalam pembiayaan KPR. Langkah ini terutama dilakukan melalui pendalaman analisis terhadap calon debitur.
Pendekatan yang lebih cermat dalam menilai profil dan kemampuan calon nasabah diharapkan mampu meminimalkan potensi risiko kredit bermasalah sejak awal proses pemberian kredit. Dengan strategi ini, BCA menegaskan bahwa mitigasi kredit bermasalah menjadi salah satu fokus utama agar kualitas pembiayaan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu stabil.
Meski ada tantangan dari sisi daya beli masyarakat yang sempat turun akibat tekanan ekonomi, upaya BCA dalam memperkuat mitigasi dan seleksi calon debitur dianggap sebagai salah satu faktor yang membantu portofolio KPR tetap bertumbuh serta mencapai target perusahaan pada tahun lalu.
Tren KPR 2026: Optimisme Permintaan dan Dukungan Kebijakan
Memasuki tahun 2026, BCA mencatat tren permintaan KPR yang tetap stabil meskipun ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan. Optimisme ini tidak lepas dari sejumlah kebijakan pemerintah yang diharapkan mendorong minat masyarakat untuk membeli hunian.
Salah satu kebijakan penting adalah insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang dipandang mampu meningkatkan daya tarik masyarakat dalam memiliki rumah baru melalui KPR. Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol baru dan pengembangan jalur MRT turut menjadi faktor yang membuat kawasan hunian baru semakin menarik bagi calon pembeli.
Tidak hanya itu, BCA juga fokus pada perluasan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program KPR Rumah Sejahtera. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyediakan hunian subsidi dan mendukung target pembangunan tiga juta rumah di Indonesia. Melalui inisiatif ini, masyarakat yang membutuhkan rumah, khususnya segmen MBR, dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau.
Promo Bunga Spesial dan Program BCA Expoversary 2026
Sebagai bagian dari upaya menarik minat nasabah dan masyarakat luas, BCA kembali mengadakan BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada tanggal 5–8 Februari 2026. Dalam acara ini, pihak bank menawarkan berbagai promo menarik, termasuk bunga KPR spesial sebesar 1,69 persen efektif fixed selama satu tahun.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa penawaran tersebut juga dilengkapi dengan diskon provisi hingga 50 persen dan diskon asuransi jiwa sebesar 5 persen, sehingga memberi kemudahan bagi nasabah yang ingin mengajukan KPR di momen tersebut. Di samping KPR, BCA juga menawarkan bunga menarik untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) serta berbagai produk lain seperti Kredit Sepeda Motor (KSM) dan program travel atau gadget.
Hendra berharap bahwa nasabah atau pengunjung yang hadir dalam acara tersebut tidak hanya sekadar melihat penawaran, tetapi benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk melakukan transaksi yang bermanfaat bagi kebutuhan mereka. Event ini sekaligus menjadi ajang bagi BCA untuk memperkuat hubungan dengan nasabah dan mitra bisnis, serta berkontribusi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai produk pembiayaan yang kompetitif.
Ekspansi Event dan Akses Layanan
Selain digelar secara offline di ICE BSD hingga 31 Maret 2026, BCA Expoversary 2026 juga menjangkau berbagai daerah lain seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Makassar, dan Medan. Hal ini menunjukkan komitmen BCA untuk memastikan nasabah di berbagai wilayah mendapatkan akses yang luas terhadap penawaran bunga KPR menarik dan program pembiayaan lain yang ditawarkan lewat acara ini.
Dengan begitu, event ini tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga strategi BCA dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat penetrasi produk kredit konsumer di berbagai daerah, sekaligus memanfaatkan momentum sebelum Ramadan dan Lebaran tiba.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pertumbuhan Investasi: Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Bertambah 702 Ribu
- Jumat, 06 Februari 2026
Investasi Global: BEI Siapkan 3 Langkah Perbaikan Pasar Modal Usai Pertemuan dengan MSCI
- Jumat, 06 Februari 2026
Strategi Investasi: Intip Rekomendasi Saham Pilihan dan Proyeksi IHSG Hari Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
Strategi Investasi: Simak 6 Rekomendasi Saham Layak Koleksi Hari Ini
- Jumat, 06 Februari 2026
Investasi Energi: Pertamina Bidik Tambahan Produksi 100.000 Barel dari Optimalisasi Ladang Tua
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Purbaya Nilai Kebijakan Terpadu Pemerintah Sukses Menguatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
PPGL Kembali Diperdagangkan, Saham Logistik Masuk Papan Pemantauan Khusus FCA
- Jumat, 06 Februari 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Data, Respons Tegas Masukan MSCI Global
- Jumat, 06 Februari 2026













