Jumat, 06 Februari 2026

Menteri PKP Soroti Peran BRI Dalam Mempercepat Realisasi Program Perumahan Rakyat di Indonesia

Menteri PKP Soroti Peran BRI Dalam Mempercepat Realisasi Program Perumahan Rakyat di Indonesia

JAKARTA — Dalam upaya memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan apresiasi tinggi terhadap kontribusi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Ia menilai BRI berperan strategis sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat realisasi salah satu program strategis, yakni Program 3 Juta Rumah. Program ini dirancang untuk membantu jutaan masyarakat Indonesia memiliki tempat tinggal yang layak melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi.

Menurut Maruarar, peran BRI tidak sekadar sebagai lembaga penyalur kredit, tetapi juga sebagai garda terdepan yang memahami kebutuhan fundamental masyarakat agar dapat memiliki rumah sendiri. Dalam kesempatan ini, Maruarar bahkan menyampaikan terima kasih secara langsung kepada jajaran manajemen BRI atas kerja keras mereka selama ini.

BRI dinilai menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan menjangkau pelosok negeri, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan hunian terjangkau bagi lapisan masyarakat yang selama ini kesulitan memasuki pasar properti.

Baca Juga

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa: Komponen, Cara Buat, & Contohnya

Lonjakan Signifikan Penyaluran KPR Subsidi oleh BRI

Salah satu indikator paling nyata dari kolaborasi ini terlihat dalam peningkatan jumlah unit rumah yang dibiayai melalui skema KPR Subsidi oleh BRI. Data kementerian mencatat adanya lonjakan kontribusi hingga 100%: dari sekitar 16 ribu unit rumah subsidi pada 2024 menjadi 32 ribu unit pada 2025. Ini menjadi salah satu peningkatan tertinggi di antara bank-bank penyalur kredit perumahan bersubsidi.

Maruarar menegaskan bahwa capaian ini berarti lebih banyak keluarga MBR — seperti petani, nelayan, buruh, asisten rumah tangga, sopir, sampai pengemudi ojek — yang kini memiliki kesempatan untuk memiliki rumah layak. “Saya datang kesini, bertemu dengan Direktur Utama BRI Pak Hery Gunardi untuk mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya. Betul, saya terima kasih sekali,” ujarnya.

Fenomena peningkatan jumlah rumah subsidi ini tidak hanya berdampak langsung kepada masyarakat penerima manfaat, tetapi juga memicu efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal. Proyek-proyek pembangunan rumah menciptakan permintaan tenaga kerja, meningkatkan penjualan bahan bangunan, serta memperkuat aktivitas ekonomi di sektor lain seperti transportasi dan jasa.

Ekonomi Lokal Terangkat Lewat Program Perumahan

Lebih jauh lagi, Maruarar menggarisbawahi bahwa program perumahan rakyat memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas. Tidak hanya soal rumah sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan penyebaran aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Bahkan, pekerja bangunan lokal dan pelaku usaha toko material turut merasakan manfaat dari program ini.

Dukungan pembiayaan rumah subsidi ini juga berperan membantu para sopir angkutan material yang terlibat dalam pembangunan, memperlihatkan bahwa program perumahan dapat menjadi penggerak ekonomi yang inklusif karena keterlibatan berbagai lapisan masyarakat dalam ekosistemnya.

Dalam pandangan Maruarar, keberlanjutan manfaat program perumahan rakyat penting untuk terus dijaga. Tidak hanya fokus pada penyediaan rumah semata, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan keluarga MBR dalam jangka panjang.

Eco-Sistem BRI dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Selain perannya dalam penyaluran kredit perumahan, Maruarar juga mengapresiasi peran BRI dalam penguatan ekosistem yang mendukung ekonomi keluarga. Salah satunya melalui kerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui program PNM Mekaar, pembiayaan ultra mikro diberikan kepada kelompok ibu rumah tangga untuk membantu mereka mengembangkan usaha kecil seperti kuliner atau kerajinan tangan yang menjadi sumber pendapatan tambahan.

Program ini dinilai efektif dalam membantu pelaku usaha mikro untuk naik kelas, membuka peluang kenaikan taraf hidup, mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas melalui integrasi layanan antara PNM, Pegadaian, dan BRI. Hingga kini, lebih dari 2,8 juta nasabah Mekaar telah merasakan manfaatnya, memperluas jaringan ekonomi mikro yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Menurut Maruarar, dukungan finansial semacam ini mencerminkan keberpihakan negara melalui BRI kepada masyarakat kecil, sekaligus menjadi jalan keluar dari praktik rentenir yang selama ini memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah. “Negara hadir melalui BRI. Jadi, negara tidak membiarkan rakyatnya, tetapi negara hadir untuk membantu dan menyelamatkan…” ujarnya menegaskan hal tersebut.

Komitmen BRI dalam Mendukung Agenda Publik

Menanggapi apresiasi ini, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menekankan bahwa BRI berkomitmen secara konsisten menjalankan mandat bisnis yang berpihak kepada masyarakat kecil. BRI selama ini memiliki jaringan luas dengan lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini memungkinkan bank untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat dan mempercepat distribusi program pemerintah, termasuk di sektor perumahan rakyat.

Dalam realisasinya sepanjang 2025, BRI menyalurkan KPR bersubsidi senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Sekitar 97% dari penyaluran kredit ini dilakukan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang merupakan instrumen utama pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi MBR.

Penyaluran ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya sekadar bank penyalur, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintahan yang aktif mendukung prioritas publik dan program pembangunan sosial ekonomi nasional.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Berapa Modal Usaha Konter Pulsa untuk Pemula? Simak Penjelasan Ini!

Berapa Modal Usaha Konter Pulsa untuk Pemula? Simak Penjelasan Ini!

Delapan Bulan, Tabungan Emas BSI Melonjak Tembus Dua Ton Nasional

Delapan Bulan, Tabungan Emas BSI Melonjak Tembus Dua Ton Nasional

Purbaya Nilai Kebijakan Terpadu Pemerintah Sukses Menguatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Purbaya Nilai Kebijakan Terpadu Pemerintah Sukses Menguatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

PPGL Kembali Diperdagangkan, Saham Logistik Masuk Papan Pemantauan Khusus FCA

PPGL Kembali Diperdagangkan, Saham Logistik Masuk Papan Pemantauan Khusus FCA

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Data, Respons Tegas Masukan MSCI Global

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Data, Respons Tegas Masukan MSCI Global