JAKARTA - Oura, perusahaan yang selama ini dikenal lewat smart ring-nya untuk memantau kesehatan, tidak lagi berhenti di sana. Lewat bocoran paten terbaru, perusahaan tampaknya tengah menjajaki kemungkinan merambah ke dunia augmented reality (AR) dengan sebuah kacamata pintar yang akan terintegrasi langsung dengan smart ring milik Oura.
Di dalam dokumen paten ini, Oura menjelaskan sebuah konsep di mana data kesehatan yang dikumpulkan oleh smart ring ditampilkan secara real-time di kacamata AR. Salah satu contoh paling sederhana adalah detak jantung pengguna yang muncul langsung di tampilan kacamata saat berolahraga. Dengan begitu, pengguna tak perlu lagi menatap ponsel atau perangkat lain; cukup melihat melalui AR untuk mengetahui informasi yang mereka butuhkan.
Hal yang membuat konsep ini menarik bukan hanya sekadar menampilkan data, tetapi bagaimana Oura mengonsep smart ring sebagai alat kontrol interaktif untuk kacamata tersebut. Gerakan tangan atau gestur tertentu yang dideteksi oleh smart ring dapat berfungsi sebagai input untuk mengendalikan tampilan di kacamata — memberikan pengalaman interaksi yang lebih intuitif tanpa mengandalkan tombol fisik di perangkat AR itu sendiri.
Baca JugaHansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini
Namun, penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini semua yang tertulis dalam paten hanyalah indikasi ide dan bukan konfirmasi produk yang akan dirilis dalam waktu dekat. Bisa saja Oura hanya melindungi inovasi mereka secara hukum, namun langkah ini menunjukkan arah pemikiran perusahaan yang semakin ambisius terhadap integrasi teknologi wearable multi-perangkat yang mendalam.
Bagaimana Smart Ring Jadi “Otak” Interaksi AR
Sebagai latar belakang, Oura sudah lebih dulu mendapatkan perhatian luas lewat smart ring mereka yang mampu melacak berbagai indikator kesehatan seperti detak jantung, tidur, dan kesiapan fisik. Kini, lewat kacamata AR ini, peran smart ring tak lagi sebatas perangkat sensor, tetapi juga menjadi pengendali gestur untuk perangkat lain.
Dalam paten tersebut, misalnya, disebut bahwa detak jantung yang dipantau lewat smart ring bisa tampil langsung di HUD (heads-up display) kacamata AR — memberi tahu pengguna secara langsung tanpa mengangkat gadget lain.
Kemampuan smart ring untuk mendeteksi gerakan tangan menjadi kunci dari cara kacamata ini berinteraksi. Misalnya, gerakan tertentu pada tangan dapat mengubah tampilan informasi, berpindah antar menu, atau bahkan mengatur konten AR yang ditampilkan. Integrasi seperti ini berpotensi membuka cara baru dalam berinteraksi dengan teknologi wearable sehari-hari — tak lagi bergantung pada sentuhan atau tombol, tetapi melalui gestur alami pengguna sendiri.
Artinya, apabila ide ini diwujudkan, Oura tak lagi menjadi sekadar produsen smart ring kesehatan biasa. Perusahaan berada di jalur yang sama dengan tren teknologi wearable generasi baru yang semakin terhubung antar perangkat, memadukan data, tampilan, dan interaksi dalam satu ekosistem seamless.
Langkah Ini Bukan Hal Baru di Industri Wearable
Meski terdengar futuristik, langkah seperti ini bukanlah hal yang sama sekali asing di industri wearable. Misalnya, Samsung dikabarkan juga sedang menyiapkan konsep serupa, di mana Galaxy Ring di masa depan tidak hanya berfungsi sebagai pelacak kesehatan, tetapi juga sebagai alat kontrol untuk headset Galaxy XR mereka sendiri. Ide ini diharapkan bisa membuat operasi perangkat lebih ringkas sekaligus presisi.
Dengan tren seperti itu, semakin jelas bahwa perusahaan teknologi besar kini melihat wearable bukan hanya sebagai alat kesehatan atau pelacak aktivitas, melainkan sebagai hub interaksi pintar antar perangkat. Oura yang sudah memiliki basis kuat lewat smart ring kini punya peluang untuk mengembangkan lane yang baru: wearable AR yang bekerja bersamaan dengan perangkat yang sudah mereka kenal baik.
Sejalan dengan strategi ini, perusahaan lain seperti Meta, Oakley, dan Ray-Ban juga sudah lebih dulu terlibat dalam kacamata pintar dan AR, meskipun pendekatannya berbeda. Keuntungan strategi Oura adalah mereka menggabungkan dua perangkat wearable dengan fungsi komplementer — data dari tubuh dan interaksi visual langsung ke pandangan pengguna — yang berpotensi menciptakan pengalaman unik.
Tantangan di Depan: Dari Ide ke Produk Nyata
Walaupun paten menunjukkan bahwa Oura sudah memikirkan integrasi multi-perangkat ini sejak setidaknya pertengahan 2025, tidak semua paten benar-benar berujung pada produk yang dipasarkan. Adalah hal umum di dunia teknologi bahwa banyak konsep paten lahir sebagai eksperimen atau cadangan ide, tanpa niatan pembuatan massal.
Namun, bagi penggemar teknologi wearable dan AR, paten tersebut tetap menjadi sinyal kuat bahwa Oura melihat peluang besar di area ini. Jika dikaitkan dengan posisi Oura di pasar saat ini — smart ring mereka yang dikenal luas sebagai salah satu pelacak kesehatan premium di pasaran — langkah ini mungkin saja merupakan evolusi natural dari strategi mereka.
Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab: seperti bentuk fisik kacamata AR yang dimaksud, waktu rilis yang direncanakan, harga, hingga bagaimana respons pasar terhadap konsep wearable yang sangat terintegrasi ini. Tetapi setidaknya satu hal jelas: Oura tidak lagi berhenti hanya pada smart ring semata.
Ekosistem Wearable Oura Menuju Era Baru
Dengan bocoran paten yang menggabungkan kacamata AR dan smart ring sebagai sistem interaktif terintegrasi, Oura menegaskan ambisinya untuk menjadi pemain yang lebih besar di ranah teknologi wearable. Perusahaan tidak hanya menciptakan alat kesehatan — mereka berpotensi memadukan data kesehatan, pengalaman visual, dan kontrol gestur dalam satu pengalaman yang ramping dan modern.
Walaupun masih berupa visi yang tertulis dalam paten, langkah ini membuka spekulasi menarik tentang masa depan wearable: di mana perangkat yang tampak sederhana seperti cincin pintar bisa menjadi pusat kendali bagi teknologi visual canggih di depan mata kita.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Samsat Keliling Jadetabek Jumat Ini Layani Warga Empat Belas Wilayah
- Jumat, 06 Februari 2026
Insentif PPN 2026 Perkuat Permintaan Properti Hunian di Kawasan Industri Jawa Barat
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol
- Jumat, 06 Februari 2026
Eden Hazard Nilai Kenan Yildiz Lebih Cocok Bersinar Bersama Real Madrid
- Jumat, 06 Februari 2026
Cristiano Ronaldo Absen Lagi, Al Nassr Hadapi Al Ittihad Tanpa Andalan Utama
- Jumat, 06 Februari 2026
Spalletti Kritik Keputusan Juventus Usai Tersingkir Telak dari Atalanta Coppa Italia
- Jumat, 06 Februari 2026













