Jumat, 06 Februari 2026

Kisah Sebastian Surya Sutantio: Bangun Patrobas dari Sistem Titip Jual

Kisah Sebastian Surya Sutantio: Bangun Patrobas dari Sistem Titip Jual
Kisah Sebastian Surya Sutantio: Bangun Patrobas dari Sistem Titip Jual

JAKARTA - Industri alas kaki di Indonesia bukan sekadar ruang bagi pemain besar mancanegara, melainkan ladang subur bagi para inovator lokal yang berani bermimpi. Berdasarkan data dari World Footwear Yearbook 2024, Indonesia telah mengukuhkan posisinya dalam daftar 10 besar negara dengan konsumen sepatu terbesar di dunia. Laporan tersebut mengungkap fakta menarik bahwa tingkat penjualan sepatu di tanah air mampu menembus angka 544 juta pasang dalam setahun.

Besarnya angka pasar ini menjadi landasan utama para pengusaha lokal untuk membangun dan menghadirkan brand sepatu dengan visi dan misi yang berbeda-beda. Di tengah hiruk-pikuk kompetisi tersebut, terselip sebuah nama yang kini akrab di telinga para pecinta sneakers tanah air: Patrobas. Namun, di balik logo "PB" yang ikonik tersebut, terdapat perjuangan panjang seorang pemuda yang memulai segalanya dari nol.

Visi Mahasiswa Tangerang Selatan: Melahirkan "Price and Benefit"

Baca Juga

Ramalan Zodiak Jumat 6 Februari 2026 Waktu Tepat Menimbang Arah Hidup

Perjalanan Patrobas dimulai dari sebuah asrama mahasiswa. Patrobas adalah merek sepatu yang didirikan oleh Sebastian Surya Sutantio pada 2014. Bastian yang kala itu masih menyandang status sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Tangerang Selatan, mendapatkan ide untuk mendirikan sebuah usaha yang dapat memberinya penghasilan tambahan.

Berbekal pengamatan terhadap gaya hidup rekan sejawatnya, Bastian melihat peluang yang sangat besar. Melihat tingginya antusiasme anak-anak muda yang hobi belanja dan koleksi sepatu, khususnya dalam model sneakers, ia akhirnya memutuskan membangun brand sepatu sendiri yang diberi nama Patrobas. Nama Patrobas atau PB sendiri mewakili nilai yang diusung oleh sang pendirinya, yaitu “Price and Benefit”. Melalui nama ini, ia ingin menghadirkan sepatu yang berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk pasar lokal.

Menembus Dinginnya Pasar: Dari Toko ke Toko dengan Sistem Titip Jual

Memulai bisnis di usia muda tentu tidak semulus yang dibayangkan. Selama merintis usaha, Bastian dihadapkan dengan berbagai macam rintangan dan masalah yang umum dialami oleh semua pengusaha baru, yaitu dukungan dan penerimaan. Pada masa-masa awal berdirinya Patrobas, sentimen pasar terhadap produk dalam negeri masih cenderung skeptis.

Kala itu brand lokal masih sangat sulit bersaing dengan brand mancanegara. Sehingga produk yang ditawarkannya sering tidak dilirik oleh target pasar. Tidak mau menyerah pada keadaan, Bastian mengambil langkah konvensional untuk memperkenalkan produknya secara langsung ke tangan konsumen. Agar produknya bisa diterima oleh masyarakat luas, Bastian mencoba menjual sepatunya dengan sistem titip jual dari toko ke toko.

Namun, realita kembali memberi tantangan. Karena brand-nya masih baru, hanya beberapa toko saja yang bersedia menerima kerjasama. Penolakan demi penolakan menjadi asupan harian bagi Bastian, hingga akhirnya titik terang mulai muncul beberapa tahun kemudian.

Gelombang Local Pride dan Strategi Bertahan di Tengah Krisis

Masa keemasan Patrobas mulai terlihat saat narasi mencintai produk dalam negeri menjadi tren gaya hidup. Pada 2019, Patrobas akhirnya mulai mendapat sambutan yang baik dari pasar tanah air berkat adanya kampanye local pride yang menggema di media sosial. Kampanye itu berhasil membantu meningkatkan kesadaran merek dan penjualan secara signifikan, membawa Patrobas ke radar para kolektor sepatu nasional.

Namun, dinamika bisnis selalu berputar. Sayang pada Februari 2021 Patrobas kembali mengalami masalah. Penjualan yang sempat meroket, mendadak turun yang mungkin disebabkan adanya koreksi ekonomi global imbas pandemi. Situasi sulit ini memaksa Bastian untuk memutar otak dan melakukan evaluasi mendalam terhadap manajemen bisnisnya.

Hal itu menjadi pembelajaran yang berharga baginya. Supaya bisnisnya bisa tetap bertahan, ia mulai membangun strategi pemasaran berupa kerja sama dengan KOL (Key Opinion Leader). Bastian menyadari bahwa di era digital, kredibilitas sebuah merek sangat dipengaruhi oleh suara-suara para pemberi pengaruh di media sosial.

Memperkuat Posisi Sebagai Ikon Sepatu Lokal yang Terjangkau

Langkah menggandeng para tokoh digital tersebut terbukti menjadi keputusan yang tepat. Harapannya, Patrobas bisa semakin dikenal khalayak luas, membangun posisi kuat sebagai brand sepatu lokal, dan juga meningkatkan penjualan. Melalui kolaborasi yang relevan dengan tren masa kini, Patrobas berhasil merangkul kembali loyalitas konsumen lama dan menarik minat pasar yang lebih luas.

Strategi ini bisa dibilang berhasil. Sampai saat ini Patrobas masih bertahan dan terus memproduksi berbagai macam model sepatu dengan harga yang terjangkau. Keberhasilan Sebastian Surya Sutantio dalam mempertahankan Patrobas bukan hanya soal mencari keuntungan, melainkan bukti bahwa brand lokal mampu bersaing, beradaptasi, dan tetap dicintai jika dibangun di atas landasan visi "Price and Benefit" yang konsisten. Patrobas kini berdiri tegak sebagai saksi bahwa titip jual dari toko ke toko bisa berujung pada kesuksesan yang diakui secara nasional.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jadwal Lengkap Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran

Jadwal Lengkap Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran

Update Proliga 2026 Klasemen Dan Jadwal Siaran Jumat 6 Februari 2026

Update Proliga 2026 Klasemen Dan Jadwal Siaran Jumat 6 Februari 2026

Jadwal Persib Vs Malut United Super League Jumat 6 Februari 2026

Jadwal Persib Vs Malut United Super League Jumat 6 Februari 2026

Daftar Juara Piala Liga Inggris Jelang Final Arsenal Vs Man City

Daftar Juara Piala Liga Inggris Jelang Final Arsenal Vs Man City

Alex Marquez Pimpin Sesi Penutup Tes Pramusim MotoGP 2026 Sepang

Alex Marquez Pimpin Sesi Penutup Tes Pramusim MotoGP 2026 Sepang