Visi Seabad RI-Jepang: Kredibilitas Kebijakan Jadi Penentu Arus Investasi
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Jepang kini tengah menatap cakrawala baru yang lebih jauh. Menjelang perayaan 100 tahun hubungan bilateral pada 2058 mendatang, kedua negara mempererat sinergi melalui forum strategis Indonesia–Japan Executive Dialogue 2.0. Ajang ini dihelat sebagai upaya memperkuat kemitraan investasi kedua negara, di mana titik tekannya tidak lagi sekadar pada angka nilai investasi, melainkan pada penguatan kredibilitas sistemik yang mampu menjamin keberlangsungan bisnis lintas generasi.
Forum yang digelar secara tertutup ini menyoroti pentingnya penguatan kredibilitas kebijakan domestik sebagai prasyarat utama menarik investasi Jepang yang berorientasi jangka panjang. Dalam lanskap ekonomi global yang dinamis, investor asal Negeri Sakura dikenal memiliki standar ketat terhadap kepastian hukum dan konsistensi regulasi. Oleh karena itu, sejumlah isu fundamental dibahas secara mendalam, mulai dari disiplin fiskal, tata kelola ekonomi, hingga konsistensi kebijakan lintas pemerintahan yang menjadi jangkar kepercayaan investor.
Kepastian Regulasi sebagai Daya Tarik Utama Investor Jepang
Baca JugaInvestasi Emas Generasi Z: Transformasi Aset Tradisional ke Digital
Bagi pelaku usaha asal Jepang, stabilitas adalah segalanya. Hal ini ditegaskan kembali oleh para pemangku kebijakan Indonesia dalam forum tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kepastian dan konsistensi kebijakan menjadi faktor kunci bagi investor jangka panjang seperti Jepang dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini dikarenakan karakteristik investasi Jepang yang cenderung bersifat jangka panjang dan memerlukan prediksi risiko yang akurat.
Pemerintah menyadari bahwa daya tarik pasar Indonesia yang besar harus dibarengi dengan integritas dalam pelaksanaan aturan. “Yang terpenting bukan hanya potensi pertumbuhan, tetapi keyakinan bahwa kebijakan ekonomi dijalankan secara disiplin dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurut Purbaya, stabilitas kebijakan memberi sinyal kepercayaan yang menentukan keberlanjutan arus investasi asing di tanah air.
Rancang Bangun Kebijakan Fiskal sebagai Instrumen Jangka Panjang
Salah satu bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas adalah melalui pengelolaan keuangan negara yang prudent atau berhati-hati. Purbaya menjelaskan, kebijakan fiskal Indonesia dirancang sebagai kerangka jangka panjang, bukan sekadar respons jangka pendek terhadap dinamika ekonomi. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan sosial, dan keberlanjutan fiskal melalui skema APBN yang sehat.
Komitmen stabilitas fiskal ditegaskan melalui pengelolaan APBN yang disiplin. Untuk memberikan rasa aman bagi kreditor dan investor, pemerintah tetap menjaga rasio utang pemerintah dipertahankan di kisaran 38–39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara defisit dijaga dalam batas aman untuk menopang stabilitas makroekonomi secara keseluruhan. Angka-angka ini menjadi indikator penting bagi Jepang dalam menilai kesehatan ekonomi nasional Indonesia.
Membangun Arsitektur Kepercayaan di Ambang 100 Tahun Bilateral
Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PPIJ), Rachmat Gobel, memandang bahwa tantangan ke depan jauh lebih besar daripada sekadar urusan teknis administrasi. Menuju 100 tahun hubungan bilateral, yang dibutuhkan adalah arsitektur kepercayaan agar investasi dapat bertahan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara. Ketua Umum PPIJ Rachmat Gobel menilai, tantangan kemitraan Indonesia–Jepang ke depan tidak berhenti pada upaya menarik investasi, melainkan membangun kepercayaan jangka panjang.
Ia menyebut Indonesia–Japan Executive Dialogue sebagai bagian dari kontribusi PPIJ dalam memperkuat kemitraan strategis yang sejalan dengan agenda transformasi ekonomi nasional. Kepercayaan ini diwujudkan melalui kolaborasi nyata di lapangan. Dukungan sektor swasta terhadap forum ini antara lain datang dari Gobel Group, yang telah menjalin kemitraan industri dengan perusahaan Jepang sejak 1958. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG) bersama Toyota dan JOIN melalui skema KPBU, serta proyek Opus Park Sentul bersama Sumitomo Corporation dan Hankyu Hanshin Properties Corp.
Posisi Strategis Indonesia dalam Survei Bisnis Jepang
Optimisme terhadap potensi Indonesia tetap terpelihara meskipun terdapat dinamika naik-turun dalam angka realisasi tahunan. Berdasarkan data JBIC Annual Survey FY2024 yang dirilis Juli 2025, Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling menjanjikan bagi pengembangan bisnis perusahaan Jepang dalam jangka menengah. Penilaian tersebut didukung oleh besarnya pasar domestik, stabilitas pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan digitalisasi, serta peluang investasi di sektor energi dan transisi ekonomi.
Meski demikian, terdapat catatan penting di mana realisasi investasi Jepang di Indonesia pada 2024 tercatat sebesar 3,46 miliar dolar AS, turun dibandingkan tahun sebelumnya. Angka penurunan ini tidak dilihat sebagai tanda pelemahan minat, melainkan sebagai momentum untuk melakukan refleksi. Pemerintah menilai kondisi ini sebagai momentum untuk memperkuat kualitas investasi melalui kerja sama yang lebih bernilai tambah dan berorientasi jangka panjang. Dengan meningkatkan kualitas kebijakan dan tata kelola, Indonesia optimis dapat kembali menggaet minat besar dari para investor Jepang dalam dekade-dekade mendatang.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Mendagri Tegaskan Presiden Mobilisasi Nasional Renovasi Rumah Korban Bencana
- Jumat, 06 Februari 2026
Sekolah Rakyat Segera Dibangun di Kepulauan Aru untuk Perluas Akses Pendidikan Gratis
- Jumat, 06 Februari 2026
Wajah Baru Jalanan Indonesia: Mobil Listrik Semakin Dominan Di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Analisis Upah Sektoral 2025: Sektor Teknologi dan Keuangan Puncaki Daftar
- Jumat, 06 Februari 2026
Resiliensi Ekonomi Nasional: Indonesia Ungguli Pertumbuhan Negara-Negara Tangguh
- Jumat, 06 Februari 2026
OJK Catat Pembiayaan Program Strategis Tumbuh Kuat Dorong Ekonomi Nasional Tahun 2025
- Jumat, 06 Februari 2026
Beli Tiket TransJakarta Lewat GoPay Kini Praktis Tanpa Pindah Aplikasi Secara Digital
- Jumat, 06 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Sedia Payung! BMKG Prakirakan Potensi Hujan di Seluruh Kota Besar RI
- 06 Februari 2026












