Jumat, 06 Februari 2026

Harga Sawit Jambi Naik Lagi TBS Tembus Rp3.643 Februari 2026

Harga Sawit Jambi Naik Lagi TBS Tembus Rp3.643 Februari 2026
Harga Sawit Jambi Naik Lagi TBS Tembus Rp3.643 Februari 2026

JAKARTA - Awal Februari 2026 membawa kabar positif bagi sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. 

Setelah sempat bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir, harga Tandan Buah Segar (TBS) kembali menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini memberi harapan baru bagi para petani sawit yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen harian.

Kenaikan harga TBS tersebut ditetapkan melalui rapat resmi penentuan harga yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. 

Baca Juga

Ara Dorong Pembangunan Perumahan Papua Berdampak Jangka Panjang Nyata

Hasil rapat menyepakati adanya kenaikan harga TBS sebesar Rp51,5 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Dengan penyesuaian tersebut, harga TBS untuk tanaman usia produktif 10–20 tahun kini mencapai Rp3.643,58 per kilogram.

Penetapan harga ini berlaku untuk periode 6–12 Februari 2026. Bagi petani sawit, keputusan tersebut menjadi angin segar karena berdampak langsung terhadap pendapatan mereka, khususnya di tengah kebutuhan biaya produksi dan perawatan kebun yang terus berjalan.

Tren Positif Harga TBS Awal Februari 2026

Kenaikan harga TBS pada awal Februari ini menegaskan adanya perbaikan tren di sektor sawit Jambi. Setelah sebelumnya harga sempat bergerak naik turun, keputusan terbaru ini memberikan kepastian bagi petani dalam merencanakan aktivitas produksi dan penjualan hasil panen.

Harga TBS usia 10–20 tahun yang menembus angka Rp3.643,58 per kilogram menjadi level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Angka ini mencerminkan kondisi pasar yang lebih kondusif, sekaligus menunjukkan peran mekanisme penetapan harga yang dijalankan secara berkala oleh pemerintah daerah.

Penetapan harga tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari harga komoditas turunan hingga kondisi pasar global, sehingga diharapkan mampu mencerminkan nilai yang adil bagi petani dan pelaku industri sawit.

Rincian Harga TBS Berdasarkan Umur Tanam

Dalam rapat penetapan harga tersebut, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi juga merinci harga TBS berdasarkan umur tanaman. Penetapan ini penting karena produktivitas dan kualitas TBS sangat dipengaruhi oleh usia tanaman.

Untuk usia tanaman 3 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp2.840,83 per kilogram. Sementara itu, TBS usia 4 tahun berada di angka Rp3.037,20 per kilogram, dan usia 5 tahun mencapai Rp3.176,63 per kilogram.

Harga TBS untuk usia 6 tahun ditetapkan Rp3.309,11 per kilogram, sedangkan usia 7 tahun berada di level Rp3.392,56 per kilogram. Selanjutnya, TBS usia 8 tahun dihargai Rp3.465,06 per kilogram, dan usia 9 tahun mencapai Rp3.533,06 per kilogram.

Puncak harga terjadi pada TBS usia 10–20 tahun dengan nilai Rp3.643,58 per kilogram. Adapun untuk usia 21–24 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp3.535,05 per kilogram, dan usia 25 tahun berada di angka Rp3.374,86 per kilogram.

Harga CPO dan Kernel Turut Ditetapkan

Selain harga TBS, rapat penetapan tersebut juga menetapkan harga komoditas turunan sawit. Untuk periode 6–12 Februari 2026, harga Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp14.702,57 per kilogram.

Sementara itu, harga kernel atau inti sawit ditetapkan di level Rp12.116,51 per kilogram. Dalam penetapan ini, Indeks K yang digunakan tercatat sebesar 94,49 persen.

Penetapan harga CPO dan kernel ini menjadi komponen penting dalam perhitungan harga TBS, karena sangat memengaruhi nilai jual hasil panen petani di tingkat pabrik dan pasar.

Dampak Langsung bagi Petani Sawit Jambi

Kenaikan harga TBS ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sawit di berbagai daerah di Provinsi Jambi. Dengan harga yang lebih baik, petani memiliki ruang yang lebih longgar untuk menutup biaya operasional kebun, mulai dari pemupukan, perawatan tanaman, hingga biaya panen.

Selain itu, tren harga yang positif juga dapat mendorong semangat petani untuk menjaga kualitas TBS yang dihasilkan. Kualitas panen yang baik akan berdampak langsung pada harga jual, sehingga menciptakan siklus positif dalam pengelolaan kebun sawit.

Stabilitas harga juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sawit, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah Jambi.

Harapan terhadap Stabilitas Harga ke Depan

Meski kenaikan harga TBS saat ini disambut positif, para petani tetap berharap agar tren tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu lebih panjang. Fluktuasi harga yang terlalu tajam kerap menyulitkan petani dalam mengelola keuangan dan perencanaan usaha kebun.

Dengan adanya penetapan harga yang rutin dan transparan, diharapkan stabilitas pasar sawit di Jambi dapat terus terjaga. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan di sektor perkebunan diharapkan terus mengawal mekanisme ini agar memberikan manfaat yang seimbang bagi seluruh pihak.

Kenaikan harga TBS awal Februari 2026 ini menjadi sinyal positif bahwa sektor perkebunan sawit Jambi masih memiliki daya saing dan potensi untuk terus berkembang secara berkelanjutan.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indonesia Masuk Lima Besar Eksportir Besi Baja Dunia Berkat Hilirisasi

Indonesia Masuk Lima Besar Eksportir Besi Baja Dunia Berkat Hilirisasi

Resmi Berlaku Hari Ini, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Jumat 6 Februari 2026 Se-Indonesia

Resmi Berlaku Hari Ini, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Jumat 6 Februari 2026 Se-Indonesia

Chery Perkenalkan Hybrid C5 CSH di IIMS 2026 Indonesia, Siap Ramaikan Pasar SUV

Chery Perkenalkan Hybrid C5 CSH di IIMS 2026 Indonesia, Siap Ramaikan Pasar SUV

Hyundai Resmi Meluncurkan Santa Fe XRT di IIMS 2026, SUV Premium Dibanderol Rp932 Juta

Hyundai Resmi Meluncurkan Santa Fe XRT di IIMS 2026, SUV Premium Dibanderol Rp932 Juta

Suzuki Resmi Luncurkan Mobil Listrik Perdana E-Vitara di IIMS 2026, Harga Mulai Rp755 Juta

Suzuki Resmi Luncurkan Mobil Listrik Perdana E-Vitara di IIMS 2026, Harga Mulai Rp755 Juta