JAKARTA - Industri musik dunia baru saja menyaksikan sebuah pergeseran paradigma yang monumental. Pada malam penganugerahan Grammy Awards ke-68, sorot lampu tidak hanya tertuju pada deretan musisi papan atas Barat, melainkan pada sosok yang berhasil meruntuhkan dinding pemisah antara K-Pop dan panggung musik arus utama dunia. Rosé, salah satu pilar dari grup fenomenal Blackpink, resmi mencatatkan namanya dengan tinta emas sebagai solois K-Pop pertama yang dipercaya untuk tampil di panggung Grammy. Melalui penampilan yang emosional dan penuh tenaga, Rosé membuktikan bahwa ia bukan sekadar bagian dari sebuah grup besar, melainkan seorang seniman mandiri yang mampu berdiri sejajar dengan legenda musik dunia.
Malam itu, Minggu, 1 Februari 2026, Crypto.com Arena di Los Angeles menjadi saksi bisu saat Rosé mendampingi Bruno Mars untuk membawakan lagu kolaborasi mereka yang viral, "APT". Yang lebih membanggakan, keduanya didapuk sebagai opening performance atau penampil pembuka. Getaran panggung Grammy seketika berubah menjadi sebuah perayaan megah saat vokal khas Rosé yang emosional dan kuat berpadu sempurna dengan musikalitas Bruno Mars. Momen ini bukan sekadar pertunjukan biasa; ini adalah proklamasi identitas musik Rosé yang autentik dan matang di hadapan publik global.
Representasi Baru Musisi Korea di Industri Musik Barat
Baca JugaPanduan Sederhana Skincare Pria: Langkah Praktis Agar Wajah Sehat Dan Cerah
Kehadiran Rosé di panggung Grammy sebagai solois membawa pesan yang sangat kuat bagi perkembangan genre K-Pop. Selama bertahun-tahun, artis Korea Selatan lebih sering dikenal dan diterima di pasar Barat melalui format grup. Melansir laporan dari akun @kpopthings, penampilan Rosé ini menjadi simbol penting bagi semakin diterimanya individu musisi K-Pop di industri musik arus utama. Keberhasilannya membuka jalan baru sekaligus memberikan perspektif bahwa kreativitas individu dari Negeri Ginseng memiliki kedalaman artistik yang layak diapresiasi secara mandiri.
Di atas panggung, Rosé memancarkan kepercayaan diri yang luar biasa. Ia menyajikan performa yang elegan namun tetap energik, didukung oleh aransemen lagu "APT" yang dibuat lebih meriah khusus untuk malam penganugerahan tersebut. Sambutan hangat tidak hanya datang dari gemuruh penonton di arena, tetapi juga dari berbagai pengamat musik internasional. Mereka memuji kemampuan Rosé dalam menyampaikan emosi lagu secara autentik, sebuah kualitas yang sering kali menjadi pembeda antara seorang penyanyi biasa dengan seorang bintang besar.
Konsistensi dan Perjalanan Panjang Sang Ikon Vokal
Prestasi yang diraih Rosé di Grammy 2026 bukanlah sebuah keberuntungan instan, melainkan hasil dari konsistensi dan dedikasi yang panjang. Sejak masa debutnya bersama Blackpink, ia memang telah mencuri perhatian sebagai vokalis dengan warna suara yang paling unik dan merdu. Karakter suaranya yang khas sering disebut sebagai salah satu yang terbaik di generasinya. Ketika akhirnya ia melangkah ke jalur solo, Rosé berhasil membangun citra artistik yang kuat dan sering kali berani tampil berbeda dari tren K-Pop pada umumnya yang sangat terstandarisasi.
Kolaborasi strategis bersama Bruno Mars dalam single "APT" menjadi titik balik yang mengukuhkan statusnya di kancah internasional. Single ini tidak hanya merajai berbagai tangga lagu dunia, tetapi juga menjadi tren di berbagai negara, menyatukan basis penggemar dari berbagai latar belakang budaya. Prestasi ini secara otomatis menjadikan Rosé sebagai ikon baru bagi generasi K-Pop di panggung musik dunia, seorang pionir yang membuktikan bahwa kualitas vokal dan karakter bisa melampaui batasan bahasa dan asal negara.
Nominasi Utama dan Pengakuan di Kategori Bergengsi
Malam Grammy Awards 2026 juga menjadi momen yang mendebarkan karena nama Rosé tercatat dalam tiga kategori utama yang sangat prestisius. Bersama Bruno Mars, ia masuk dalam nominasi Record of the Year, Song of the Year, serta Best Pop Duo/Group Performance. Masuk ke dalam kategori utama—yang biasanya didominasi oleh musisi Amerika dan Eropa—adalah sebuah pencapaian yang sulit dipercaya bagi solois K-Pop.
Meskipun dalam ajang kali ini ia belum berhasil membawa pulang piala untuk kategori tersebut, posisi Rosé sebagai nominator tetap menjadi sorotan tajam media dunia. Keberadaannya di kategori-kategori utama ini menegaskan bahwa karyanya diakui secara kualitas teknis dan dampak budaya oleh para juri Grammy. Penampilannya yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar telah menciptakan sejarah baru yang akan dikenang sebagai tonggak pencapaian tertinggi bagi musisi K-Pop di masa depan. Rosé telah membuktikan bahwa mimpinya setinggi langit bukan hanya sekadar angan-angan, melainkan realitas yang menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Kisah Cinta yang Terungkap: The Drama Siap Merobek Hari Bahagia di Bioskop
- Kamis, 05 Februari 2026
Menyoroti Warisan Diplomasi Mochtar melalui Film “12 Mile” di Layar Lebar
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026










