Kamis, 05 Februari 2026

Strategi BSN Garap Perumahan Syariah Target Market Share KPR 2026

Strategi BSN Garap Perumahan Syariah Target Market Share KPR 2026
Strategi BSN Garap Perumahan Syariah Target Market Share KPR 2026

JAKARTA - Upaya memperluas akses pembiayaan perumahan syariah terus digenjot PT Bank Syariah Nasional (BSN) sejak resmi beroperasi sebagai entitas mandiri.

Meski tergolong pemain baru secara kelembagaan, BSN langsung mengambil posisi strategis dengan fokus pada sektor perumahan nasional. Langkah ini sekaligus menegaskan ambisi perseroan untuk menjadi mitra utama para pengembang dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hunian berbasis prinsip syariah.

BSN resmi beroperasi pada 22 Desember 2025 sebagai hasil pemisahan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Sejak awal, perseroan memosisikan diri sebagai “Banknya Para Developer” dengan menjadikan pembiayaan perumahan sebagai bisnis inti. 

Baca Juga

FEB Unisma Gandeng TIU Jepang Adopsi Kurikulum Bisnis Standar Global

Strategi ini tidak lepas dari rekam jejak panjang BSN ketika masih berstatus Unit Usaha Syariah BTN, terutama dalam penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi.

Keseriusan tersebut tercermin dari posisi BSN sebagai bank dengan pangsa pasar FLPP terbesar kedua secara nasional. Fondasi ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk bergerak agresif membangun ekosistem perumahan syariah yang terintegrasi.

Kinerja Positif dan Rekam Jejak Panjang

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengungkapkan bahwa pengalaman panjang perseroan menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan bisnis perumahan. Selama dua dekade beroperasi sebelum spin-off, BSN telah melayani ratusan ribu nasabah dari berbagai segmen.

“Selama 20 tahun beroperasi, BSN yang sebelumnya merupakan Unit Usaha Syariah BTN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450 ribu nasabah, baik melalui pembiayaan konsumer maupun komersial,” ujar Alex.

Menurut Alex, performa positif tersebut berlanjut hingga 2025. BSN mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51 persen secara tahunan, sementara pembiayaan tumbuh lebih tinggi, yakni sekitar 25,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara BSN dan seluruh mitra strategis terutama para developer,” tutur Alex.

Jaringan Layanan sebagai Tulang Punggung

Untuk menopang ekspansi bisnis perumahan, BSN juga memperkuat jaringan layanan perbankannya. Hingga akhir 2025, perseroan telah memiliki 118 outlet layanan yang terdiri dari 36 Kantor Cabang dan 82 Kantor Cabang Pembantu. Selain itu, BSN juga didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai wilayah.

“Seluruh jaringan ini kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dan layanan perbankan untuk para nasabah dan developer sebagai mitra kami,” ujar Alex.

Keberadaan jaringan yang luas dinilai krusial dalam mempercepat proses pembiayaan, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap produk perumahan syariah, baik subsidi maupun nonsubsidi.

Fokus Ekosistem Perumahan End-to-End

Memasuki 2026, BSN menargetkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara menyeluruh. Perseroan tidak hanya berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah, tetapi juga mencakup pembiayaan lahan dan konstruksi. Pendekatan end-to-end ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok perumahan nasional.

Strategi tersebut juga sejalan dengan misi BSN dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk Program Tiga Juta Rumah yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Sepanjang tahun ini kami memiliki beberapa program unggulan yang bisa dimanfaatkan para nasabah maupun kalangan developer sebagai mitra kami di antaranya, BSN Yasa Griya, BSN Modal Kerja Back to Back dan BSN IMBT (Ijarah Muntahiya Bittamlik) untuk pembiayaan komersil,” ungkap Alex.

Target Market Share KPR 23 Persen

Pada segmen konsumer, BSN menargetkan peningkatan signifikan pada penyaluran kredit pemilikan rumah. Perseroan membidik penyaluran KPR subsidi sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026 atau setara dengan sekitar 23 persen dari market share nasional.

Target dan program pembiayaan konsumer BSN 2026:

Penyaluran KPR subsidi 73.700 unit atau 23% market share

KPR nonsubsidi dengan margin promo mulai 2,65% untuk selected developer

Peluncuran KPR Ikhtiar Haji dengan manfaat porsi haji atau paket umrah

Program KPR Golden Deal berupa e-voucher emas bagi developer dengan realisasi tertinggi

Langkah ini mempertegas komitmen BSN untuk menjadi pemain utama di sektor pembiayaan perumahan syariah, baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun segmen menengah.

Inovasi Produk Berbasis Emas

Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta menambahkan bahwa inovasi produk menjadi salah satu strategi utama dalam menarik minat nasabah. Salah satu produk yang mendapat respons positif adalah BSN Cicil Emas.

“Salah satu produk yang diminati adalah BSN Cicil Emas dengan margin mulai sembilan persen dan tenor hingga lima tahun,” ujar Penta.

Selain itu, BSN juga menghadirkan program BSN Home & Gold, yakni bundling antara KPR dan pembiayaan emas dengan skema uang muka khusus. Inovasi ini memberikan alternatif investasi sekaligus perlindungan nilai bagi nasabah.

“Kami juga menawarkan program BSN Bonus Emas bekerja sama dengan developer. Nasabah yang membayar angsuran KPR lancar selama satu tahun berhak memperoleh emas dengan cicilan yang difasilitasi developer,” ujar Penta.

Transformasi Digital Lewat Bale Syariah

Untuk memperkuat layanan dan meningkatkan kenyamanan nasabah, BSN menyiapkan Super App Bale Syariah by BSN yang dijadwalkan diluncurkan pada pekan ini. Aplikasi tersebut dirancang sebagai solusi digital terpadu yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan perbankan syariah melalui ponsel pintar.

“Kami juga menawarkan program BSN Bonus Emas yang didukung melalui kerja sama dengan developer berupa gimmick pembiayaan emas, di mana nasabah yang membayar angsuran KPR secara lancar selama satu tahun berhak memperoleh emas dengan cicilan yang difasilitasi oleh developer,” jelas Penta.

Lebih lanjut, Penta menegaskan bahwa Bale Syariah by BSN dihadirkan untuk mempermudah nasabah mengakses layanan secara cepat dan aman.

“Bale Syariah by BSN merupakan aplikasi perbankan digital syariah yang memudahkan nasabah bertransaksi secara aman, cepat, dan sesuai prinsip syariah. Aplikasi ini mudah diunduh melalui smartphone, memiliki proses registrasi yang praktis, serta memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi dengan mudah dan efisien kapan saja dan di mana saja,” kata dia.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem

Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem

Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global

Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global

Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca

Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca

Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026

Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026

Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026

Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026