Asosiasi DPLK Nilai Edukasi Peserta Penting Untuk Optimalkan Investasi Saham
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Wacana pemerintah untuk menaikkan batas maksimum alokasi saham dalam portofolio dana pensiun kembali memantik diskusi di industri keuangan.
Kebijakan yang menaikkan porsi saham dari sebelumnya 8% menjadi 20% dinilai membuka peluang optimalisasi imbal hasil jangka panjang.
Namun, di balik peluang tersebut, terdapat tantangan besar yang perlu disiapkan, terutama terkait pemahaman peserta dana pensiun terhadap risiko dan karakteristik investasi saham.
Baca JugaFEB Unisma Gandeng TIU Jepang Adopsi Kurikulum Bisnis Standar Global
Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menilai bahwa perubahan kebijakan ini tidak bisa berdiri sendiri. Kesiapan peserta menjadi faktor kunci agar peningkatan alokasi saham tidak justru menimbulkan kesalahpahaman maupun keputusan investasi yang kurang tepat.
Pasalnya, berbeda dengan pengelolaan investasi institusional murni, keputusan penempatan dana pada DPLK tetap berada di tangan masing-masing peserta.
Dengan latar belakang tersebut, Asosiasi DPLK menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi utama sebelum kebijakan peningkatan alokasi saham benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh peserta dana pensiun.
Keputusan Investasi Tetap di Tangan Peserta
Ketua Umum Asosiasi DPLK, Tondy Suradiredja, menegaskan bahwa rencana kenaikan batas alokasi saham berpotensi mendorong peningkatan porsi investasi saham pada DPLK. Namun, ia mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan peserta dana pensiun itu sendiri.
"Realistis. Namun, kuncinya adalah literasi. Sebab, pilihan investasi ada di tangan peserta. Tantangan kami adalah mengedukasi masyarakat bahwa porsi saham yang tepat dapat memberikan potensi return jauh lebih tinggi dalam jangka panjang," katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peran DPLK bukan semata-mata mengelola dana, tetapi juga memastikan peserta memahami konsekuensi dari setiap pilihan investasi.
Tanpa literasi yang memadai, peningkatan porsi saham justru berisiko disalahartikan sebagai ajakan mengambil risiko berlebihan, padahal tujuan utamanya adalah memperkuat pertumbuhan dana pensiun dalam jangka panjang.
Literasi Menjadi Kunci Pertumbuhan Alami
Menurut Tondy, peningkatan literasi peserta akan mendorong pertumbuhan alokasi saham secara alami, tanpa harus mengorbankan prinsip kehati-hatian.
Ia meyakini bahwa jika peserta memahami karakteristik saham, termasuk fluktuasi dan potensi imbal hasilnya, maka keputusan investasi akan lebih rasional dan sesuai dengan tujuan pensiun.
Tondy juga menyoroti pentingnya transparansi pengelolaan pasar modal sebagai faktor pendukung. Dengan tata kelola bursa yang semakin terbuka dan akuntabel, kepercayaan peserta terhadap instrumen saham diharapkan meningkat. Dalam kondisi tersebut, porsi dana pensiun di pasar modal dapat tumbuh secara bertahap dan sehat.
Pendekatan ini dianggap lebih berkelanjutan dibandingkan mendorong peningkatan alokasi saham secara agresif tanpa edukasi yang memadai. Asosiasi DPLK menilai bahwa keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan perlindungan dana peserta harus tetap menjadi prioritas utama.
Prospek Imbal Hasil Industri DPLK 2026
Selain menyoroti kebijakan alokasi saham, Asosiasi DPLK juga memberikan pandangan terkait prospek Return on Investment (RoI) industri dana pensiun pada 2026. Tondy memproyeksikan RoI industri DPLK akan tetap stabil di kisaran 6,5% hingga 7%.
Proyeksi tersebut mencerminkan optimisme yang berhati-hati. Di satu sisi, kondisi pasar keuangan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik. Di sisi lain, pengelolaan portofolio yang lebih adaptif dan terdiversifikasi dinilai mampu menjaga kinerja imbal hasil tetap kompetitif.
Stabilitas RoI menjadi aspek penting bagi peserta dana pensiun, mengingat tujuan utama investasi dana pensiun adalah menjaga nilai dana agar mampu memenuhi kebutuhan peserta di masa pensiun, bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek.
Penerapan Metode Life Cycle Fund
Untuk mendorong kinerja RoI secara berkelanjutan, Tondy menyampaikan pentingnya penerapan metode Life Cycle Fund, terutama bagi peserta berusia muda. Metode ini menyesuaikan komposisi investasi berdasarkan usia dan profil risiko peserta.
"Dengan metode itu, peserta muda diarahkan pada instrumen dengan imbal hasil tinggi, yang secara otomatis akan bergeser ke instrumen aman seiring bertambahnya usia demi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan dana," tuturnya.
Pendekatan Life Cycle Fund dinilai relevan dalam konteks kenaikan alokasi saham. Peserta muda, yang memiliki horizon investasi panjang, dapat memanfaatkan potensi pertumbuhan saham. Sementara itu, peserta yang mendekati usia pensiun akan lebih difokuskan pada instrumen berisiko rendah untuk menjaga stabilitas dana.
Data OJK Menunjukkan Kinerja Positif
Pandangan Asosiasi DPLK mengenai stabilitas RoI juga didukung oleh data regulator. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RoI industri DPLK mencapai 6,78% per November 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan posisi per November 2024 yang sebesar 5,56%.
Kenaikan ini menjadi sinyal positif bahwa pengelolaan investasi dana pensiun mampu beradaptasi dengan dinamika pasar. Namun demikian, Asosiasi DPLK menilai bahwa kinerja positif tersebut tetap perlu diiringi dengan penguatan literasi agar peserta memahami bahwa imbal hasil selalu berjalan beriringan dengan risiko.
Literasi sebagai Fondasi Kebijakan Investasi
Secara keseluruhan, Asosiasi DPLK memandang rencana kenaikan alokasi saham sebagai peluang sekaligus tantangan. Peluang untuk meningkatkan potensi imbal hasil jangka panjang terbuka lebar, tetapi tantangan literasi tidak bisa diabaikan.
Tanpa pemahaman yang memadai, peserta berpotensi salah menilai fluktuasi pasar saham dan mengambil keputusan emosional. Oleh karena itu, edukasi yang berkelanjutan menjadi fondasi agar kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi peserta dana pensiun dan industri secara keseluruhan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Merawat Akar Sejarah: Sudan Ajak Indonesia Perluas Ekspansi Bisnis dan Pendidikan
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem
- Kamis, 05 Februari 2026
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Dominasi AI Global: Strategi Gemini 3 Bawa Google Tembus 750 Juta Pengguna
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem
- Kamis, 05 Februari 2026
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026









