JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah kembali mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar pada awal perdagangan Kamis.
Sejak pembukaan pasar di Jakarta, rupiah langsung bergerak di zona pelemahan seiring meningkatnya kewaspadaan investor terhadap arah kebijakan global dan rilis data ekonomi penting. Sentimen eksternal dan domestik sama-sama menjadi faktor yang membentuk arah pergerakan mata uang Garuda pada hari ini.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah tercatat melemah dibandingkan posisi sebelumnya. Tekanan terhadap rupiah muncul di tengah penguatan dolar Amerika Serikat serta kecenderungan investor untuk menahan posisi sambil menunggu kepastian data ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat pergerakan rupiah cenderung terbatas, namun tetap berada dalam tekanan.
Baca JugaFEB Unisma Gandeng TIU Jepang Adopsi Kurikulum Bisnis Standar Global
Rupiah Dibuka Melemah Di Awal Perdagangan
Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi dibuka melemah 28 poin atau setara 0,17 persen. Rupiah bergerak ke level Rp16.805 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlanjut, meskipun tidak disertai volatilitas yang berlebihan.
Pergerakan tersebut mencerminkan respons pasar terhadap kondisi global yang belum sepenuhnya stabil. Investor cenderung bersikap defensif, mengingat dolar AS masih mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Situasi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menghadapi tantangan dalam mempertahankan penguatannya.
Pandangan Analis Terhadap Arah Rupiah
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa rupiah berpotensi bergerak melemah secara terbatas. Menurutnya, pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi, di mana investor memilih untuk menunggu kejelasan arah sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.
“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS. Investor cenderung sideline mengantisipasi serentetan data ekonomi penting AS beberapa hari ke depan dan dan data PDB kuartal IV-2025 Indonesia, Kamis,” kata Lukman. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa faktor penantian data menjadi kunci utama pergerakan rupiah hari ini.
Pengaruh Data Ekonomi Global Dan Domestik
Data ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan pasar. Serangkaian rilis data dari Negeri Paman Sam diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai kekuatan ekonomi AS serta arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Jika data menunjukkan ekonomi AS tetap solid, dolar AS berpotensi menguat lebih lanjut dan memberi tekanan tambahan pada rupiah.
Di sisi lain, pasar domestik juga menanti rilis data Produk Domestik Bruto kuartal IV-2025 Indonesia. Data ini dinilai penting untuk mengukur ketahanan ekonomi nasional di tengah perlambatan global. Hasil PDB yang sesuai atau lebih baik dari ekspektasi berpotensi menahan pelemahan rupiah, meskipun pengaruh eksternal masih cukup dominan.
Sikap Investor Yang Cenderung Menahan Diri
Kondisi pasar yang penuh ketidakpastian membuat investor mengambil sikap menunggu atau sideline. Alih-alih melakukan transaksi besar, pelaku pasar memilih untuk mengamati perkembangan data ekonomi terlebih dahulu. Sikap ini tercermin dari pergerakan rupiah yang relatif terbatas, meskipun berada di zona pelemahan.
Konsolidasi pasar semacam ini lazim terjadi menjelang rilis data penting. Investor cenderung mengurangi risiko dengan membatasi eksposur, sehingga fluktuasi nilai tukar tidak terlalu tajam. Namun, arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada hasil data yang akan diumumkan.
Rincian Kurs Rupiah Hari Ini Dalam Poin
Untuk memudahkan pembaca memahami posisi nilai tukar rupiah hari ini, berikut rincian kurs rupiah yang disajikan dalam bentuk poin-poin.
Kurs rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis
Rp16.805 per dolar AS
Posisi penutupan perdagangan sebelumnya
Rp16.777 per dolar AS
Besaran pelemahan rupiah
Melemah 28 poin
Persentase pelemahan
Turun 0,17 persen
Rincian tersebut menggambarkan bahwa pelemahan rupiah masih tergolong terbatas dan belum menunjukkan tekanan yang ekstrem. Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap perlu dicermati seiring perkembangan sentimen pasar.
Prospek Rupiah Dalam Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya dari Amerika Serikat. Selama dolar AS tetap kuat dan ketidakpastian global belum mereda, rupiah berpotensi bergerak dalam rentang yang sempit dengan kecenderungan melemah terbatas.
Meski demikian, faktor domestik seperti stabilitas ekonomi dan kebijakan pemerintah tetap menjadi penopang penting bagi rupiah. Jika data PDB Indonesia menunjukkan hasil yang solid, hal ini dapat membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi nasional.
Pelemahan rupiah ke level Rp16.805 per dolar AS pada Kamis pagi mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah penantian rilis data ekonomi penting. Dengan potensi pergerakan yang masih terbatas, pasar cenderung berada dalam fase konsolidasi. Ke depan, arah rupiah akan sangat ditentukan oleh hasil data ekonomi AS dan Indonesia, serta respons pasar terhadap perkembangan tersebut.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Merawat Akar Sejarah: Sudan Ajak Indonesia Perluas Ekspansi Bisnis dan Pendidikan
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem
- Kamis, 05 Februari 2026
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Dominasi AI Global: Strategi Gemini 3 Bawa Google Tembus 750 Juta Pengguna
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem
- Kamis, 05 Februari 2026
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026









