IHSG Tembus Level Psikologis 8.000, Reformasi Pasar Modal Picu Optimisme Global
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa gemilang pada perdagangan Selasa (3 Februari 2026).
Indeks tidak hanya berhasil kembali ke zona hijau, tetapi juga mantap melampaui level psikologis 8.000. Pada penutupan pasar, IHSG melonjak tajam 2,53% ke level 8.122, didukung oleh aktivitas transaksi yang masif senilai Rp29,28 triliun.
Penguatan ini dipandang sebagai respons instan pelaku pasar terhadap sinyal positif dari regulator pasar modal Indonesia yang tengah gencar melakukan reformasi struktural demi menarik minat investor global, termasuk koordinasi intensif dengan indeks MSCI.
Baca JugaFEB Unisma Gandeng TIU Jepang Adopsi Kurikulum Bisnis Standar Global
Analisis Teknikal: Sinyal Rebound dari Area Fibonacci
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG sedang berada dalam fase pemulihan yang sehat. Menurutnya, lonjakan ini terjadi setelah indeks berhasil menguji titik krusial.
Saat ini, IHSG diproyeksikan akan menguji target berikutnya di level 8.210. Adapun peta kekuatan teknikal IHSG saat ini adalah:
Level Support: 7.836 dan 7.701.
Level Resistance: 8.054 dan 8.210.
Reformasi Struktural: Mengejar Standar MSCI
Salah satu motor utama penguatan indeks adalah optimisme terhadap langkah OJK, BEI, dan KSEI dalam melakukan reformasi pasar modal. Pemerintah tengah mengusulkan sejumlah perbaikan kepada MSCI untuk meningkatkan kualitas bursa domestik, antara lain:
Likuiditas dan Free Float: Rencana kenaikan batas minimum free float secara bertahap dari 7,5% menjadi 15% yang ditargetkan mulai berjalan pada Maret 2026.
Transparansi Kepemilikan: Peningkatan kualitas pengungkapan data kepemilikan saham emiten.
Klasifikasi Investor: Pembaruan data melalui 27 sub-tipe investor guna memberikan gambaran profil pasar yang lebih akurat.
Sentimen Global: Menanti Arah Kebijakan The Fed
Di sisi eksternal, pasar saham domestik juga mendapatkan angin segar dari stabilitas moneter global. Pelaku pasar memperkirakan The Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan mendatang, namun tetap membuka peluang pemangkasan di pertengahan 2026 jika inflasi melandai.
Selain itu, ekspektasi terhadap laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar dan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat turut menjaga selera risiko (risk appetite) investor di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Kombinasi antara perbaikan regulasi domestik dan kondusifnya iklim global diprediksi akan menjaga tren stabil dengan kecenderungan menguat bagi IHSG dalam waktu dekat.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem
- Kamis, 05 Februari 2026
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












