Visi Ekonomi BI 2025: Strategi OKS Menuju Pertumbuhan Nasional Berkelanjutan
- Rabu, 04 Februari 2026
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) secara resmi merilis Laporan Perekonomian Indonesia 2025 sebagai kompas strategis dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan. Di tengah pergeseran lanskap ekonomi global, otoritas moneter ini menekankan pentingnya kesatuan langkah antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat. Narasi besar yang diusung dalam laporan tahun ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah seruan untuk membangun daya tahan bangsa melalui tiga pilar utama yang dirangkum dalam satu semangat kolektif.
Laporan tersebut menjadi ajakan terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat dedikasi dalam memajukan perekonomian nasional. Dengan sinergi yang tepat, Bank Indonesia meyakini bahwa tantangan di tahun-tahun mendatang dapat diubah menjadi peluang pertumbuhan yang konkret dan berdampak luas bagi kesejahteraan rakyat.
Membangun Optimisme Melalui Proyeksi Pertumbuhan yang Eskalatif
Baca JugaFEB Unisma Gandeng TIU Jepang Adopsi Kurikulum Bisnis Standar Global
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam peluncuran laporan tersebut memperkenalkan akronim OKS sebagai napas utama kebijakan BI. Huruf pertama, yaitu O, merepresentasikan Optimisme. Pesan ini ditujukan untuk memupus keraguan pasar dan menggantinya dengan keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang kuat untuk terus bertumbuh secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Perry Warjiyo memaparkan data prakiraan yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025 diproyeksikan berada pada rentang 4,7-5,5 persen. Keyakinan ini semakin diperkuat dengan target yang lebih tinggi di masa depan, di mana tahun 2026 diperkirakan mencapai 4,9-5,7 persen, dan puncaknya pada tahun 2027 diprediksi melonjak ke kisaran 5,1-5,9 persen.
"Melalui laporan perekonomian Indonesia 2025, kami mengajak semua, mari kita bangun optimisme. Setelah melewati 2025 dengan kinerja yang baik, yakinlah insyaallah tahun 2026 dan 2027 ekonomi Indonesia akan lebih baik lagi," tegas Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, sebagaimana dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Selasa, 3 Februari 2026.
Komitmen Menjaga Stabilitas Moneter dan Akselerasi Kredit
Pilar kedua dalam akronim tersebut adalah K yang berarti Komitmen. Dalam aspek ini, Bank Indonesia menegaskan peran sentralnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi agar bergerak lebih cepat. BI tidak berjalan sendiri; bersama pemerintah, terdapat janji kuat untuk menjaga angka inflasi agar tetap terkendali pada sasaran target 2,5 plus minus satu persen.
Selain stabilitas harga, fokus utama lainnya adalah pada fungsi intermediasi perbankan. Target pertumbuhan kredit dipatok cukup progresif, yakni mencapai 8-12 persen pada tahun 2026 dan meningkat menjadi 9-13 persen di tahun 2027. Sektor pembiayaan diharapkan menjadi mesin utama penggerak ekonomi riil.
Dalam bidang pembiayaan, Perry mengajak perbankan dan industri keuangan membangun pembiayaan untuk mendorong kredit lebih tinggi dan melakukan pendalaman pasar keuangan. "K adalah komitmen, mari kita bangun komitmen untuk masing-masing lembaga, dunia usaha, perbankan, sesuai tupoksinya masing-masing. semua kita berikan yang terbaik, usaha maksimal dan juga dengan motivasi yang kuat demi NKRI, demi rakyat kita," ucapnya dengan nada optimis.
Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Pilar terakhir, yaitu S, merujuk pada Sinergi. Bank Indonesia memandang bahwa keberhasilan ekonomi tidak mungkin dicapai melalui kebijakan yang terisolasi. Dibutuhkan kerja sama yang erat antara lembaga negara, pelaku usaha, akademisi, hingga lapisan masyarakat terbawah. Sinergi ini mencakup dua aspek besar: industrialisasi berskala besar dan penguatan ekonomi akar rumput.
Perry Warjiyo mendorong agar semua pihak berkolaborasi dalam bidang hilirisasi dan industrialisasi sebagai upaya memperkuat sektor riil. Namun, di saat yang sama, BI juga menekankan pentingnya mendukung program-program ekonomi kerakyatan yang menjadi prioritas pemerintah. Program-program strategis tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga penyediaan Perumahan Rakyat.
Sinergi ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana pertumbuhan makro yang dijaga oleh BI dapat terdistribusi secara nyata melalui program-program sosial-ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan harian masyarakat. Dengan keterpaduan antara langkah moneter dan kebijakan fiskal-sosial, Indonesia diharapkan mampu melewati masa transisi ekonomi dengan hasil yang memuaskan.
Laporan Perekonomian Indonesia 2025 ini pada akhirnya menjadi mandat bagi seluruh elemen bangsa untuk tetap percaya diri, disiplin dalam peran masing-masing, dan senantiasa berkolaborasi demi menjaga kedaulatan ekonomi nasional di tengah persaingan global yang kian tajam.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem
- Kamis, 05 Februari 2026
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












