UEFA Ubah Aturan Liga Champions, Arsenal dan Liverpool Bisa Terdampak Musim Depan
- Kamis, 29 Januari 2026
JAKARTA - UEFA kembali melakukan penyesuaian terhadap format Liga Champions yang baru berjalan satu musim.
Meski format baru dengan fase liga menggantikan fase grup masih tergolong “bayi”, badan sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa evaluasi tetap dilakukan secara berkala.
Hasilnya, aturan tambahan akan diterapkan mulai musim 2026–2027, khususnya terkait mekanisme undian fase liga. Perubahan ini berpotensi memberi dampak langsung kepada sejumlah klub elite Eropa, termasuk Arsenal dan Liverpool, yang dalam beberapa musim terakhir kerap bertemu lawan yang sama di stadion yang sama.
Baca JugaDinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
Format Baru Belum Final, UEFA Terus Evaluasi
Sejak pertama kali diperkenalkan, format Liga Champions terbaru memang menuai pro dan kontra. Penambahan jumlah pertandingan membuat kalender kompetisi semakin padat, terutama bagi klub-klub besar yang juga berlaga di liga domestik dan turnamen piala.
Namun di sisi lain, format ini dinilai menghadirkan taruhan yang lebih besar di setiap laga, karena setiap poin sangat menentukan posisi akhir di klasemen fase liga.
UEFA menilai masih ada celah yang perlu dibenahi. Salah satu isu utama yang mencuat adalah pertemuan berulang antara klub-klub yang sama, terutama ketika satu tim terus-menerus mendapat keuntungan bermain di kandang sendiri dalam undian fase liga.
Pertemuan Kandang yang Sama Dibatasi
Mulai musim 2026–2027, UEFA akan menerapkan aturan baru yang melarang pertandingan kandang yang sama antara dua tim terjadi selama tiga musim berturut-turut di fase liga Liga Champions.
Aturan ini berlaku apabila:
Dua tim bertemu di fase liga selama tiga musim beruntun
Salah satu tim selalu menjadi tuan rumah dalam ketiga pertemuan tersebut
Jika kondisi itu terpenuhi, maka UEFA tidak akan lagi mengizinkan undian dengan tuan rumah yang sama pada musim ketiga. Solusinya, pertemuan hanya boleh terjadi dengan status kandang-tandang terbalik.
Liverpool dan Arsenal Jadi Contoh Nyata
Nama Liverpool dan Arsenal muncul sebagai contoh paling relevan dari dampak aturan ini.
Dalam dua musim terakhir:
Liverpool dua kali menjamu Real Madrid di Anfield
Menang 2-0 pada 2024
Menang 1-0 pada 2025
Arsenal dua kali bertandang ke markas Inter Milan di San Siro
Kalah 0-1 pada 2024
Menang 3-1 pada awal 2026
Jika pola ini berlanjut, maka mulai musim 2026–2027:
Liverpool tidak akan diizinkan kembali menjamu Real Madrid untuk ketiga kalinya secara beruntun
Arsenal juga tidak bisa lagi bertandang ke San Siro untuk pertemuan ketiga berturut-turut melawan Inter
UEFA hanya akan mengizinkan pertemuan tersebut jika status kandang dibalik.
Menjaga Keadilan dan Variasi Pertandingan
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah UEFA untuk:
Menjaga keadilan kompetisi
Menghindari keuntungan kandang yang berulang bagi satu tim
Memberikan variasi pertandingan yang lebih segar bagi penggemar
Dalam format baru yang melibatkan lebih banyak laga, UEFA ingin memastikan bahwa hasil undian tidak menimbulkan pola yang terlalu monoton atau menguntungkan pihak tertentu secara tidak langsung.
Selain itu, aturan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik komersial dan tontonan, karena publik akan lebih sering disuguhkan kombinasi laga baru di stadion-stadion berbeda.
Sudah Disiapkan, Baru Diterapkan Penuh
Menariknya, aturan ini sebenarnya sudah diumumkan secara internal menjelang undian fase liga musim 2025/2026. Namun, UEFA memutuskan untuk menunda penerapan penuh demi menjaga konsistensi format yang baru berjalan.
Mulai musim 2026–2027, aturan tersebut akan diberlakukan secara resmi dan mengikat seluruh peserta Liga Champions.
Arsenal dan Liverpool Harus Bersiap
Bagi klub-klub Inggris seperti Arsenal dan Liverpool, perubahan ini menuntut kesiapan ekstra, baik dari sisi teknis maupun mental. Bermain tandang di stadion besar Eropa tentu menghadirkan tantangan berbeda dibanding tampil di kandang sendiri.
Dengan aturan baru ini, keuntungan kandang tidak lagi bisa “berulang tanpa batas”, dan setiap tim dituntut benar-benar siap menghadapi siapa pun, di mana pun.
Satu hal yang pasti, Liga Champions terus berevolusi. Dan seperti biasa, klub-klub besar harus beradaptasi lebih cepat jika tak ingin tertinggal oleh perubahan zaman.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Mencari Pelabuhan Baru: 8 Destinasi Potensial Cristiano Ronaldo Jika Tinggalkan Al Nassr
- Kamis, 05 Februari 2026
Gejolak di Riyadh: Cristiano Ronaldo Pertimbangkan Hijrah ke Amerika Serikat Menyusul Messi
- Kamis, 05 Februari 2026
Peluang Bisnis Ramadhan: 7 Inspirasi Jualan Takjil Sehat yang Disukai Anak-Anak
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Kuliner Gudeg Autentik di Malang yang Dijamin Bikin Ketagihan
- Kamis, 05 Februari 2026
Menjelajahi Wisata Rasa Kuliner Malam Jogja 2026 yang Viral dan Legendaris
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026












