JAKARTA - Pemerintah menempatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu kebijakan strategis nasional untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Di tengah berbagai tantangan pelaksanaan program berskala besar, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa target penerima manfaat MBG sebanyak 82,9 juta orang dapat tercapai pada akhir 2026. Optimisme tersebut disampaikan seiring capaian signifikan yang telah diraih sejak program ini dijalankan.
Pada awal 2026, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai sekitar 58 juta orang. Angka tersebut menunjukkan perkembangan pesat dalam waktu relatif singkat, sekaligus memperkuat keyakinan pemerintah bahwa target akhir tahun 2026 bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Baca JugaBMKG Prediksi Hujan Ringan Hingga Sedang Guyur Jakarta 13 Januari 2026
Keyakinan Presiden terhadap Target Nasional MBG
Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan optimismenya terkait pencapaian target MBG. Dalam sebuah acara di Balikpapan, Kalimantan Timur, ia menegaskan bahwa pemerintah berada di jalur yang tepat untuk memperluas cakupan penerima manfaat hingga puluhan juta orang tambahan.
“Insyaallah, saya percaya dan yakin, akhir tahun 2026, Desember 2026, kita akan mencapai 82 juta penerima manfaat (MBG),” kata Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan Presiden terhadap kapasitas negara dalam menjalankan program sosial berskala besar. Ia menilai bahwa fondasi pelaksanaan MBG sudah terbentuk dengan baik, baik dari sisi distribusi, koordinasi, maupun dukungan lintas sektor.
Capaian 58 Juta Penerima Manfaat di Awal 2026
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa hingga awal 2026, program MBG telah menjangkau 58 juta penerima manfaat. Jumlah ini dinilai sebagai capaian yang sangat besar, mengingat program ini menyasar kelompok rentan dan prioritas, seperti anak sekolah, ibu hamil, serta lansia.
Presiden bahkan membandingkan capaian tersebut dengan jumlah penduduk negara lain. Menurutnya, angka 58 juta penerima manfaat setara dengan memberi makan warga Singapura sebanyak sembilan kali setiap hari.
“Sembilan kali Singapura kita kasih makan tiap hari. Lumayan. Not bad (untuk) negara yang selalu dianggap tidak bisa apa-apa, kita kasih makan 58 juta orang tiap hari, termasuk ibu hamil, diantar makanannya ke rumah, termasuk lansia (orang lanjut usia) diantar makanannya ke rumah,” ujar Presiden.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa program MBG bukan sekadar wacana, melainkan telah berjalan nyata dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.
Indonesia Jadi Perhatian Dunia dalam Pelaksanaan MBG
Selain menyoroti capaian di dalam negeri, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa program MBG menarik perhatian internasional. Menurutnya, banyak negara dan organisasi dunia yang menjadikan Indonesia sebagai studi kasus dalam pelaksanaan program makan bergizi berskala nasional.
Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan MBG dinilai memiliki pendekatan yang relevan dan patut dipelajari oleh negara lain, terutama dalam hal menjangkau jumlah penerima manfaat yang sangat besar.
Presiden menilai keberhasilan awal MBG menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mengelola program sosial dengan kompleksitas tinggi.
Dengan keterlibatan berbagai pihak dan dukungan kebijakan yang konsisten, MBG diproyeksikan terus berkembang dan memperkuat posisi Indonesia sebagai contoh pelaksanaan program gizi nasional di tingkat global.
Menjawab Keraguan terhadap Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo juga menyinggung adanya keraguan dari berbagai pihak terhadap keberhasilan program MBG. Ia menyebut bahwa sejak awal, banyak pihak yang meragukan bahkan menilai program ini tidak mungkin berhasil.
“Sekarang saya sudah buktikan. Yang dulu dikatakan MBG, makan bergizi tidak mungkin berhasil. Ada tokoh-tokoh mengatakan tidak mungkin berhasil, pasti gagal,” ujar Presiden.
Menurut Presiden, capaian 58 juta penerima manfaat menjadi bukti konkret bahwa keraguan tersebut tidak beralasan. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen pemerintah serta kerja sama berbagai elemen dalam pelaksanaan program.
Optimisme tersebut juga menjadi dorongan moral bagi pemerintah untuk terus memperluas jangkauan MBG hingga target akhir 2026 tercapai.
Optimisme terhadap Program Pemerintah Lainnya
Tidak hanya MBG, Presiden Prabowo juga menyampaikan keyakinannya terhadap pencapaian program-program strategis pemerintah lainnya. Salah satu yang disoroti adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Presiden optimistis bahwa pada akhir Desember 2026, minimal 40.000 koperasi akan beroperasi secara aktif di seluruh Indonesia. Ia menilai koperasi tersebut akan menjadi penggerak ekonomi dari tingkat bawah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Kita akan buktikan akhir Desember 2026 nanti akan ada minimal 40.000 Koperasi sudah beroperasi, sudah berjalan. Ekonomi nanti bergerak dari bawah, pertumbuhannya nanti akan membanggakan kita semua,” ujar Presiden Prabowo.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa MBG merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Dengan kombinasi program gizi, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kelembagaan desa, pemerintah menargetkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
KA Bandara YIA Layani Penumpang Selasa 13 Januari 2026 Jadwal Lengkap
- Selasa, 13 Januari 2026
Jadwal Kapal Ferry Singkil Gunung Sitoli Selasa 13 Januari 2026 Terbaru
- Selasa, 13 Januari 2026
Pengemudi Mitra Gojek Kini Dapat Perlindungan JKN Lewat Kolaborasi BPJS
- Selasa, 13 Januari 2026
Berita Lainnya
Tips Aman Mengendarai Mobil Listrik Saat Menerobos Banjir di Musim Hujan
- Selasa, 13 Januari 2026
Antisipasi Kemacetan Hujan Pramono Dorong Warga Naik Transportasi Umum
- Selasa, 13 Januari 2026
Warga Jakarta Manfaatkan SIM Keliling Selasa 13 Januari 2026 di Lima Lokasi
- Selasa, 13 Januari 2026












