Saldo adalah: Ketahui Jenis hingga Beragam Contohnya

Senin, 16 Desember 2024 | 09:22:07 WIB
Saldo adalah: Ketahui Jenis hingga Beragam Contohnya

Saldo adalah sebuah konsep yang mungkin sudah sangat familiar bagi banyak orang. Istilah ini sering kali terdengar saat melakukan transaksi melalui rekening bank, uang elektronik, atau bahkan saat berinvestasi di pasar saham.

Secara umum, istilah ini sangat erat kaitannya dengan dunia perbankan, seperti ketika seseorang mengecek saldo tabungan atau berbicara mengenai saldo yang mengendap.

Pada dasarnya, saldo adalah angka yang mencerminkan jumlah uang yang tersedia dalam akun atau rekening tertentu.

Saldo adalah

Saldo adalah istilah yang merujuk pada selisih antara uang yang masuk dan uang yang keluar, atau sisa yang tersisa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), saldo juga mengacu pada jumlah tagihan yang masih perlu dibayar oleh individu atau perusahaan.

Dalam dunia perbankan, saldo mengacu pada jumlah uang yang tercatat sebagai sisa dana dalam rekening tabungan seseorang. Artinya, ketika Anda menyetor uang ke rekening, bank tersebut pada dasarnya berhutang sejumlah uang yang disetorkan kepada Anda.

Pada rekening bank atau dompet digital, saldo menunjukkan jumlah aset yang dimiliki oleh seseorang. Namun, dalam konteks lain seperti kartu kredit, pengertian saldo bisa memiliki arti yang berbeda.

Jenis Saldo Bank

Istilah ini dikenal dalam dunia perbankan sebagai saldo akun, atau dalam bahasa Inggris disebut account balance. Saldo rekening merujuk pada jumlah uang yang tersisa di sebuah rekening setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang dibebankan.

Dengan kata lain, saldo merupakan jumlah uang yang tersedia dalam akun setelah memperhitungkan semua transaksi debit dan kredit. Dalam perbankan, saldo dapat merujuk pada saldo tabungan atau saldo simpanan giro.

Saldo rekening bank menggambarkan sejauh mana kekayaan yang dimiliki seseorang tercatat dalam rekening tersebut.

Namun, saldo rekening bank tidak mencatat transaksi yang belum terjadi, meskipun sudah terjadwal, sehingga angka saldo tersebut tidak dapat dianggap mewakili kekayaan bersih seseorang.

1. Saldo Kredit dan Debit dalam Tabungan

Secara umum, Anda mungkin mengenal istilah debit sebagai penambahan saldo dan kredit sebagai pengurangan saldo. Namun, dalam buku tabungan, pencatatan transaksi bisa membingungkan karena tidak sesuai dengan pemahaman tersebut.

Ketika Anda menyetor uang ke bank, jumlah yang disetorkan justru tercatat di sisi kredit. Sebaliknya, ketika Anda menarik atau mentransfer uang, bank akan mencatatnya di sisi debit.

Hal ini terjadi karena sistem pencatatan dalam buku tabungan menggunakan perspektif bank, bukan nasabah.

Penting untuk memahami bahwa dalam akuntansi terdapat dua jenis akun utama, yaitu akun kas (cash) dan utang (liabilities). Penambahan kas dicatat dalam kolom debit, sedangkan pengurangan kas tercatat dalam kolom kredit.

Ketika Anda melakukan setoran uang ke bank, secara teknis uang tersebut diserahkan kepada bank, yang kemudian bertanggung jawab untuk mengembalikannya kepada nasabah.

Oleh karena itu, uang yang Anda setorkan dicatat sebagai utang bank kepada Anda, yang tercatat di sisi kredit. Sebaliknya, ketika Anda menarik uang, utang bank kepada nasabah berkurang, dan itulah yang menyebabkan transaksi tersebut dicatat di sisi debit.

Dengan demikian, buku tabungan sebenarnya merupakan catatan utang pihak bank kepada nasabahnya.

2. Saldo Mengendap di Tabungan

Saldo mengendap merujuk pada jumlah uang minimum yang harus tetap ada dalam rekening sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak bank.

Nominal saldo yang mengendap ini tidak bisa ditarik oleh nasabah dan besarnya tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Istilah ini juga sering disebut sebagai saldo minimum.

Tujuan dari saldo mengendap adalah untuk memastikan adanya dana cadangan apabila nasabah tidak lagi menggunakan rekening tersebut dan rekening perlu ditutup.

Saldo mengendap yang masih ada akan digunakan oleh bank untuk menutupi biaya-biaya transaksi yang terkait.

3. Saldo Rata-rata Harian

Saldo rata-rata harian merupakan perhitungan jumlah uang yang ada dalam rekening yang dilakukan setiap hari, tepatnya pada akhir hari saat bank melakukan proses batch. 
Beberapa bank menggunakan metode perhitungan saldo rata-rata harian untuk menentukan jumlah bunga yang akan diterima oleh nasabah.

Contoh Balance Akun Bank

Misalnya, saldo awal sebuah rekening adalah Rp5 juta. Pemilik rekening menerima transfer dana sebesar Rp3 juta dari rekan bisnisnya, sehingga saldo pada akun tersebut menjadi Rp8 juta.

Lima hari kemudian, pemilik rekening telah menjadwalkan pembayaran otomatis untuk investasi di reksa dana sebesar Rp2 juta. Pada hari kelima tersebut, saldo rekening bank tersebut menjadi Rp6 juta.

Perlu dicatat bahwa penjadwalan pembayaran otomatis baru dihitung setelah transaksi tersebut dilakukan. Dengan demikian, posisi saldo rekening mencerminkan jumlah uang yang tersisa setelah memperhitungkan semua debit, kredit, dan biaya lainnya.

Cek Balance Rekening Bank

Saat ini, cara untuk memeriksa saldo rekening bank menjadi semakin mudah, berkat berbagai fasilitas yang disediakan oleh bank untuk mempermudah transaksi.

Anda dapat mengecek saldo rekening melalui mesin ATM, aplikasi mobile banking, atau internet banking yang disediakan oleh masing-masing bank.

Balance dalam Kartu Kredit

Saldo dalam rekening bank menunjukkan jumlah uang yang dimiliki seseorang setelah dikurangi biaya-biaya terkait, sementara balance dalam kartu kredit memiliki arti yang berbeda.

Balance kartu kredit merujuk pada total utang atau pinjaman yang telah digunakan oleh pemegang kartu. Di sisi lain, total saldo dalam kartu kredit merupakan akumulasi dari transaksi-transaksi utang yang dilakukan sebelumnya.

Saldo ini akan berkurang ketika pemegang kartu melakukan pembayaran terhadap tagihan yang ada.

Selain itu, dalam kartu kredit, Anda juga akan menemukan istilah available credit atau kredit yang tersisa, yang menunjukkan batasan atau limit kredit yang masih dapat digunakan untuk melakukan transaksi.

Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara balance kartu kredit dengan available credit agar tidak terjadi kebingunguan.

Balance dalam Akuntansi

Dalam akuntansi, saldo merujuk pada selisih antara total debit dan total kredit yang tercatat dalam suatu periode.

Saldo dalam periode akuntansi mencerminkan nilai bersih dan kewajiban yang ada. Ketika total debit melebihi total kredit, akun akan menunjukkan debit balance, sementara sebaliknya, jika total kredit lebih besar, akan tercatat kredit balance.

Selain itu, dalam akuntansi, neraca saldo harus seimbang, yaitu ketika total debit balance dan total credit balance memiliki nilai yang sama. Jika neraca saldo tidak seimbang, itu menunjukkan adanya kesalahan dalam proses perhitungan.

Sebagai penutup, saldo adalah indikator penting yang mencerminkan kondisi keuangan dalam berbagai transaksi, baik di rekening bank maupun dalam konteks lainnya.

Terkini