JAKARTA - Pemerintah melalui kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto menurunkan tarif tiket pesawat sebesar 10% selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyambut baik langkah ini, dengan menyebutnya sebagai pendorong signifikan bagi sektor logistik dan ekonomi nasional.
Ketua Umum ALFI, Akbar Djohan, mengapresiasi keputusan tersebut yang dinilai tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas.
“Kami mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo untuk menurunkan harga tiket pesawat selama periode Nataru. Kebijakan ini sangat tepat untuk mempermudah mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata, logistik, dan ekonomi nasional secara keseluruhan,” kata Akbar dalam keterangan tertulis.
Menurut Akbar, kebijakan penurunan tarif tiket pesawat ini memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha logistik, terutama yang bergantung pada pengiriman melalui jalur udara. Selama periode libur akhir tahun, permintaan kargo udara biasanya meningkat secara signifikan.
“Dengan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau, biaya operasional pengiriman barang melalui jalur udara menjadi lebih efisien. Ini mendorong kelancaran distribusi barang, khususnya untuk kebutuhan mendesak selama libur akhir tahun,” jelas Akbar.
Penurunan biaya logistik udara ini juga berdampak langsung pada stabilitas harga barang di pasar. Hal tersebut memberikan keuntungan tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga konsumen.
Akbar menyebut kebijakan ini mampu memberikan efek ganda bagi perekonomian nasional. Tingginya mobilitas masyarakat selama Nataru diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, jasa, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di destinasi wisata.
“Dengan lonjakan aktivitas perjalanan, pemerintah daerah berpotensi mendapatkan peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata dan jasa terkait. Sementara itu, UMKM yang menyediakan barang dan jasa di sekitar destinasi wisata akan mendapatkan manfaat langsung dari meningkatnya jumlah wisatawan,” tambahnya.
Akbar optimistis bahwa tingginya aktivitas pengiriman barang selama Nataru akan menjadi momentum bagi sektor logistik untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi. Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.
“ALFI siap mendukung langkah-langkah strategis seperti ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Akbar.