TEROPONGBISNIS.ID — PT Nindya Karya (Persero) memulai pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat, lewat groundbreaking pada Kamis (17/9). Proyek yang didukung pembiayaan Islamic Development Bank (IsDB) ini menargetkan pendaratan ikan hingga 32.000 ton per tahun begitu beroperasi.
Pembangunan PPN Kejawanan masuk dalam program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I dengan kode IDN-1055. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan proyek ini punya bobot strategis bagi rantai pasok hasil laut nasional.
"Saya titip harus fokus karena proyek ini cukup serius. Saya berharap ini dapat selesai tepat waktu," ujar Trenggono dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).
Trenggono hadir bersama jajaran manajemen Nindya Karya, termasuk Direktur Utama Firmansyah, Direktur Operasi 1 Fatchurrohman, dan Senior Vice President Infrastruktur 2 Bambang Asmoro.
Target Produksi dan Skala Ekonomi
Angka 32.000 ton per tahun menjadi acuan kapasitas pendaratan ikan yang ingin dicapai dari pelabuhan ini. Bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di Cirebon, kapasitas sebesar itu berarti volume tangkapan yang bisa ditangani dan didistribusikan jauh lebih besar dari kondisi eksisting.
Nilai tambah komoditas perikanan diharapkan naik karena penanganan hasil tangkapan bisa dilakukan lebih cepat dan terstandar. Distribusi pun tidak lagi bergantung pada fasilitas pelabuhan yang terbatas.
Peran IsDB dan Skema Pembiayaan
Pendanaan proyek ini berasal dari Islamic Development Bank melalui program IFP-IFM Phase-I. Skema pembiayaan multilateral semacam ini menempatkan PPN Kejawanan sebagai bagian dari peta infrastruktur perikanan yang lebih luas, bukan proyek tunggal yang berdiri sendiri.
Penguatan infrastruktur pelabuhan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan rantai pasok komoditas laut yang lebih terintegrasi. Dari sisi penanganan hingga distribusi hasil tangkapan, setiap mata rantai dituntut terhubung agar nilai ekonomi yang tercipta tidak bocor di tengah jalan.
Arti Proyek bagi Nindya Karya
Bagi Nindya Karya, proyek ini memperkuat posisi perusahaan di sektor infrastruktur kelautan dan perikanan. Firmansyah menyebut pengembangan PPN Kejawanan diarahkan untuk mendukung ekosistem perikanan yang lebih terintegrasi dan punya daya dukung terhadap perdagangan hasil laut.
Portofolio perusahaan selama ini lebih dikenal di proyek jalan, jembatan, dan gedung. Masuk ke infrastruktur perikanan memberi diversifikasi sekaligus membuka peluang mengerjakan paket lanjutan dari program IFP-IFM.
Dampak ke Ekonomi Cirebon dan Sekitarnya
Pelabuhan ini diproyeksikan membuka peluang peningkatan nilai tambah bagi komoditas perikanan di Cirebon dan wilayah sekelilingnya. Aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, dari nelayan hingga pedagang ikan, berpotensi ikut terdorong ketika volume pendaratan naik.
Yang perlu dicermati investor dan pelaku usaha: realisasi target 32.000 ton per tahun bergantung pada penyelesaian konstruksi tepat waktu. Trenggono sendiri sudah memberi sinyal agar proyek ini tidak molor dari jadwal.
Sejauh mana PPN Kejawanan mampu mengubah lanskap perdagangan hasil laut di pantura Jawa Barat akan terlihat setelah fasilitas ini beroperasi penuh.