TEROPONGBISNIS.ID — Blizzard Entertainment resmi mengumumkan World of Warcraft: Forever di BlizzCon 2026, sebuah versi baru yang mengambil inspirasi dari era Classic dengan dungeon, raid, dan jalur cerita segar. Game Director Ion Hazzikostas menyebut proyek ini sebagai pilar ketiga WoW, berdampingan dengan Retail dan Classic, dan akan diluncurkan November mendatang.
Pengumuman World of Warcraft: Forever menutup gelaran BlizzCon 2026. Kehadiran versi baru ini menjawab permintaan lama sebagian pemain yang menginginkan pengalaman bergaya Classic dengan konten yang benar-benar baru, bukan sekadar perilisan ulang ekspansi lama.
Ion Hazzikostas menegaskan posisi Forever dalam ekosistem WoW. Ia menyebut versi ini tidak menggantikan Classic yang tetap berjalan dengan Vanilla dan Burning Crusade, melainkan berdiri sebagai pilar tersendiri.
Fondasi Classic dengan Sentuhan Modern
WoW: Forever tetap berakar pada filosofi desain era Classic. Artinya, alur cerita lebih membumi, sistem permainan lebih "crunchy", dan penekanan besar pada pembangunan komunitas ketimbang sistem matchmaking otomatis.
Meski demikian, Blizzard melakukan sejumlah penyederhanaan. Talent tree dan spesialisasi akan diseimbangkan ulang agar setiap kelas layak dimainkan, sesuatu yang tidak terjadi di Vanilla.
Kebiasaan lama seperti farming World Buff untuk raid juga dihapus. Menurut Hazzikostas, Forever dirancang sebagai pengalaman baru yang bisa diperbarui selama bertahun-tahun ke depan.
Kekhawatiran Fragmentasi Komunitas Retail
Kehadiran Forever memunculkan pertanyaan soal nasib WoW Retail. Sebagian pemain khawatir komunitas Retail makin terpecah karena pemain yang mencari pengalaman sosial akan berpindah ke Forever.
Hazzikostas mengakui risiko fragmentasi selalu jadi pertimbangan tim. Ia menyebut Blizzard tidak pernah menganggap mundurnya sistem sosial di Retail sebagai hal yang diinginkan.
"Kami tidak melihat dalam bentuk apa pun penarikan diri dari sistem sosial di WoW Retail sebagai hal yang diinginkan, atau sebagai hal yang baik. Saya pikir masih banyak yang bisa dan harus kami lakukan di sana," ujarnya.
Ia menambahkan banyak organisasi komunitas Retail kini berpindah ke Discord. Ketika kenyamanan solo ditawarkan dan hambatan dikurangi, pemain cenderung memilih jalur paling mudah.
Retail Tetap Jadi Prioritas Perbaikan
Hazzikostas menolak anggapan bahwa pemain yang ingin dunia terbuka lebih menantang harus beralih ke Classic. Ia menyebut dunia luar yang tanpa ancaman atau kegembiraan berarti ada yang hilang dari pengalaman bermain.
"Dunia di mana dunia luar tanpa ancaman atau kegembiraan berarti kehilangan sesuatu. Kami tidak akan pernah mengatakan 'Pergilah bermain Classic jika kamu menginginkan itu.' Semua versi WoW seharusnya punya itu," kata Hazzikostas.
Blizzard disebut tengah menguji pendekatan seperti Heroic World Tier di Remix. Hazzikostas menyebut eksperimen itu menjanjikan dan berpotensi diterapkan di The Last Titan.
Ia juga mengakui pengalaman pemain baru di versi modern masih perlu banyak pembenahan. Menarik pemain melewati puluhan jam leveling untuk mengejar teman disebutnya sebagai tawaran yang sulit.
Identitas Faksi Horde dan Alliance
Blizzard dalam beberapa ekspansi terakhir mengurangi konflik faksi. Keputusan ini menuai respons beragam dari pemain.
Hazzikostas menjelaskan ada dua faktor di baliknya. Sumber daya tim terbatas sehingga membangun dua versi jalur cerita berarti membagi pengalaman yang diterima pemain.
Faktor kedua adalah umpan balik pemain. Jika mayoritas menginginkan konflik faksi, Blizzard akan mengarah ke sana. Namun yang terdengar justru permintaan akan permainan lintas faksi.
Identitas Horde dan Alliance tetap ingin dipertahankan. Hazzikostas menyebut sejarah permusuhan keduanya tidak boleh dilupakan, meski saat ini kerja sama lebih dibutuhkan menghadapi ancaman besar.
"Identitas Horde dan Alliance adalah sesuatu yang pasti ingin kami pertahankan," ujarnya. Ia menambahkan tema permusuhan faksi berpeluang kembali jadi pusat cerita di masa depan.