TEROPONGBISNIS.ID — Tim Cook dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih pada 24 September, tugas resmi perdananya sebagai Executive Chairman Apple setelah mundur dari kursi CEO pada 1 September. Acara yang digelar Presiden AS Donald Trump untuk menyambut Presiden China Xi Jinping ini juga mengundang sejumlah bos teknologi dan AI global. Kehadiran Cook menandai peran barunya sebagai penghubung Apple dengan pemerintah, sekaligus menempatkan Apple dalam pusaran diplomasi teknologi AS-China.
Cook kini menjabat Executive Chairman Apple sekaligus government liaison. Jamuan tersebut digelar Presiden AS Donald Trump untuk menyambut Presiden China Xi Jinping.
Sejumlah pimpinan raksasa teknologi dan AI global juga masuk daftar undangan. Dua nama yang dikonfirmasi hadir adalah CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO OpenAI Sam Altman.
Mengapa Cook Ditarik ke Panggung Diplomasi
Pergeseran peran Tim Cook dirancang menjauhkan CEO baru Apple, John Ternus, dari urusan politik dan dinamika pemerintahan. Cook dianggap sudah punya rekam jejak hubungan diplomatik yang terbangun bertahun-tahun.
Dengan posisi barunya, Cook tetap memegang kendali atas relasi pemerintah dan kebijakan publik Apple. Langkah ini menempatkan Ternus fokus pada operasional produk dan bisnis perusahaan.
Regulasi AI dan Persaingan AS-China di Meja Makan
Pertemuan tingkat tinggi ini diperkirakan membahas kompetisi teknologi AI antara Amerika Serikat dan China. Isu regulasi kecerdasan buatan juga masuk agenda pembicaraan.
OpenAI dan sejumlah pemimpin industri terus mendorong regulasi AI dengan alasan keamanan operasional. Donald Trump secara terbuka menolak pembatasan terhadap AI karena dinilai merugikan posisi tawar AS di tingkat global.
Jamuan bersama Xi Jinping menjadi momentum pembicaraan persaingan ketat kedua negara dalam penguasaan infrastruktur dan inovasi AI. Kedua negara berlomba menguasai rantai pasok chip, data center, dan model bahasa besar.
Krisis RAM dan Dampak ke Rantai Pasok
Pertemuan ini berlangsung di tengah sorotan industri terhadap krisis kelangkaan memori (RAM). Pemicunya adalah masifnya pembangunan data center AI yang menyerap pasokan chip memori dunia.
Kelangkaan tersebut kian melambungkan biaya produksi perangkat elektronik konsumen. Dampaknya bisa terasa ke harga smartphone, laptop, dan perangkat lain dalam beberapa bulan ke depan.
Meski diprediksi tidak menghasilkan kesepakatan regulasi secara mendadak, kehadiran Tim Cook bersama para bos AI dunia mempertegas posisi strategis Apple dalam panggung diplomasi teknologi global, demikian dikutip detikINET dari Apple Insider, Jumat (18/9/2026).