Saham American Bitcoin Dinilai Berpotensi Naik 88 Persen oleh BTIG

Ilustrasi Strategi penambangan American Bitcoin berfokus pada kemitraannya dengan Hut 8 (HUT). (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 16 September 2026 | 00:43:17 WIB

JAKARTA - BTIG memulai liputan saham American Bitcoin Corp (NASDAQ:ABTC) dengan rating Beli dan target harga US$15,00 pada Selasa. Target tersebut menunjukkan potensi kenaikan 88% dari harga saat ini sebesar US$7,99, meskipun saham tersebut telah mengalami tekanan signifikan dengan penurunan 93% selama setahun terakhir.

BTIG mencatat American Bitcoin menjalankan strategi ganda yang mencakup aktivitas penambangan Bitcoin dengan kapasitas sekitar 28 exahash, atau sekitar 3% dari hash rate global, serta pembelian Bitcoin di pasar terbuka. Saat ini, perusahaan memiliki sekitar 8.000 Bitcoin dan menjadi sekitar pemegang Bitcoin terbesar ke-15 di antara perusahaan yang tercatat secara publik di AS.

Strategi penambangan American Bitcoin berfokus pada kemitraannya dengan Hut 8 (HUT). Kemitraan tersebut memungkinkan perusahaan mengontrak pasokan energi dengan harga menarik melalui model infrastruktur daya yang ringan aset.

Meski mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 289% selama dua belas bulan terakhir, American Bitcoin masih belum mencatatkan keuntungan dan memiliki arus kas negatif. Menurut analisis InvestingPro, para analis memperkirakan perusahaan akan mulai menghasilkan keuntungan tahun ini, yang mendukung sikap bullish BTIG.

Hut 8 tetap menjadi pemegang saham terbesar American Bitcoin setelah pemisahan usaha pada kuartal ketiga 2025, dengan kepemilikan sekitar 54% ekuitas, turun dari sekitar 80% saat pemisahan usaha.

BTIG menyatakan Hut 8 belum menjual saham American Bitcoin sejak pemisahan usaha tersebut. Perusahaan memperkirakan American Bitcoin akan melampaui banyak pesaing dalam hal kepemilikan Bitcoin melalui aktivitas penambangan kripto dan akuisisi Bitcoin secara strategis yang berkelanjutan.

BTIG menjadikan model penambangan Bitcoin berbiaya rendah milik American Bitcoin sebagai salah satu dasar pemberian rating Beli. Data InvestingPro menunjukkan saham tersebut saat ini undervalued dibandingkan estimasi Nilai Wajarnya. ProTips tambahan juga menyoroti volatilitas harga yang tinggi serta tingkat pembakaran kas perusahaan sebagai pertimbangan utama bagi investor.

Perusahaan memperkirakan harga Bitcoin akan tetap mengalami volatilitas, tetapi mengantisipasi pergerakan yang lebih tinggi seiring waktu karena peningkatan adopsi yang disertai pasokan terbatas.

Dalam perkembangan terbaru lainnya, American Bitcoin melaporkan pendapatan kuartal kedua sebesar US$67 juta, di bawah perkiraan Wall Street sebesar US$73,8 juta. Meski pendapatan tidak mencapai ekspektasi, perusahaan mencatat produksi Bitcoin rekor dengan menambang 932 Bitcoin, meningkat 14% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Cadangan Bitcoin perusahaan juga meningkat menjadi 8.002 Bitcoin pada akhir kuartal tersebut. Perkembangan ini berlangsung di tengah periode harga kripto yang lebih lemah, tetapi perusahaan tetap mempertahankan margin yang stabil.

Para analis dan investor tampaknya mempertimbangkan kekurangan pendapatan tersebut terhadap data operasional yang lebih kuat. Dalam perkembangan terkait, saham kripto yang terdaftar di AS mengalami lonjakan ketika Bitcoin mencapai level tertinggi dalam tiga bulan.

Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, naik 4,8% menjadi US$81.105,73. Perkembangan terbaru tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi American Bitcoin dan pasar mata uang kripto secara lebih luas.

Reporter: Ibtihal