Tujuh Calon Emiten Masuk Pipeline IPO, Bidik Dana Rp4,02 Triliun

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan masih terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pendaftaran penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) hingga 6 September 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 16 September 2026 | 00:43:17 WIB

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan masih terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pendaftaran penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) hingga 6 September 2026.

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK menjelaskan, tujuh calon emiten tersebut memiliki perkiraan target dana maksimum yang akan dihimpun sebesar Rp4,02 triliun.

“Per 6 September 2026 terdapat tujuh perusahaan yang sedang dalam pipeline proses pendaftaran IPO, dengan perkiraan target dana maksimum sebesar Rp4,02 triliun,” tulis Hasan dalam jawaban tertulis yang dikirim Rabu (16/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, hingga 30 Agustus 2026, baru terdapat tujuh emiten baru yang menggelar IPO dengan total dana terhimpun Rp2,27 triliun. Sebagai pembanding, per 29 Agustus 2025, total emiten yang telah melakukan IPO di BEI sudah mencapai 10 perusahaan dengan dana Rp6,19 triliun.

Hasan mengatakan, penurunan jumlah calon perusahaan yang melakukan IPO dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk dinamika pasar global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang berdampak terhadap waktu pelaksanaan penawaran umum.

“Penurunan calon perusahaan untuk melakukan IPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum,” jelas Hasan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain kondisi pasar, kata Hasan, sejumlah rencana IPO saham juga masih belum memperoleh persetujuan OJK karena calon emiten perlu meningkatkan kualitas keterbukaan informasi sebelum melanjutkan proses penawaran umum.

“Untuk mendorong lebih banyak perusahaan masuk pasar modal, OJK bersama BEI terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten. Salah satunya melalui kegiatan coaching clinic yang digelar di sejumlah daerah Indonesia,” kata dia, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal