Purbaya Dicopot, Rosan Ungkap Nasib Alih Saham BUMN di KCIC

Rosan Roeslani memastikan pengalihan saham BUMN di KCIC ke Kemenkeu tetap berjalan setelah Suahasil Nazara menggantikan Purbaya sebagai menkeu. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 16 September 2026 | 01:24:33 WIB

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani memastikan proses pengalihan kepemilikan saham BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap berlangsung meski terjadi pergantian Menteri Keuangan.

Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan sebelum digantikan Suahasil Nazara. Rosan mengatakan Danantara akan tetap menjalankan berbagai program yang masih berlangsung dan segera berkoordinasi dengan Suahasil, termasuk terkait proses pengalihan saham KCIC.

"Saya rasa tidak akan masalah karena pergantian. Tadi sempat bicara dengan Pak Suahasil, semua program-program yang masih berjalan atau outstanding kita akan segera duduk bareng," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/9), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rosan mengatakan dirinya bersama Suahasil telah menjadwalkan pertemuan pada Kamis atau Jumat pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan Danantara maupun Kementerian Investasi.

"Kita sudah janji akan bertemu hari Kamis atau Jumat ini untuk menindaklanjuti beberapa hal yang tentunya berhubungan baik di Danantara maupun juga dengan Kementerian Investasi. Sehingga beliau juga bergerak cepat, jadi kita akan bertemu langsung dengan beliau," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rosan menegaskan tim tetap bekerja untuk menyelesaikan proses handover atau pengalihan saham KCIC. Sebelumnya, proses tersebut ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat.

"Ya, ini sih tim langsung tetap bekerja. Mudah-mudahan sih minggu ini bisa beres semua," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Danantara sebelumnya menargetkan pengalihan kepemilikan saham BUMN di KCIC kepada Kemenkeu dapat rampung pada September 2026.

COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan seluruh saham KCIC yang dimiliki BUMN akan dialihkan kepada salah satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu.

Saat ini, sebanyak 60 persen saham KCIC dimiliki konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Konsorsium tersebut terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (Persero).

Sementara itu, 40 persen saham KCIC lainnya dimiliki oleh konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Rencana pengalihan saham tersebut sebelumnya disampaikan Purbaya setelah melakukan pertemuan dengan Dony pada 5 Agustus lalu. Purbaya mengatakan saham KCIC akan dikelola melalui salah satu SMV Kemenkeu sehingga aset tersebut tidak menjadi beban langsung APBN.

Purbaya juga menegaskan bahwa pengalihan saham KCIC tidak berarti utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditaksir mencapai Rp79 triliun ikut dipindahkan menjadi tanggungan APBN.

Menurut Purbaya, SMV Kemenkeu memiliki kemampuan keuangan untuk mengelola aset tersebut tanpa membutuhkan suntikan dana dari pemerintah.

Adapun Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9), menggantikan Purbaya. Pengangkatan tersebut berlaku untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

Sebelum menduduki posisi Menteri Keuangan, Suahasil menjabat sebagai wakil menteri keuangan sejak 2019. Ia kemudian kembali menjabat posisi tersebut dalam pemerintahan Prabowo-Gibran sejak 2024.

Reporter: Ibtihal