Komoditas Global Tertekan, Harga CPO Turun 1,45 Persen

Ilustrasi Minyak Sawit (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 14 September 2026 | 00:03:17 WIB

JAKARTA - Mayoritas harga komoditas tercatat mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (14/9). Harga batu bara, timah, nikel, hingga crude palm oil (CPO) bergerak turun di tengah tekanan yang terjadi pada pasar komoditas global.

Harga batu bara mengalami penurunan pada perdagangan Senin (14/9). Mengutip data tradingeconomics, harga batu bara turun tipis sebesar 0,84 persen menjadi USD 146.75 per ton.

Harga nikel juga bergerak melemah. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga nikel turun 1,18 persen menjadi USD 16.469 per ton.

Sementara itu, harga timah pada periode perdagangan yang sama juga mengalami penurunan. Data tradingeconomics mencatat harga timah melemah 1,58 persen sehingga berada di level USD 54.344 per ton.

Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) turut mengalami tekanan pada perdagangan Senin (14/9). Berdasarkan data tradingeconomics, harga CPO turun 1,45 persen menjadi MYR 4.814 per ton.

Harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia bergerak melemah dan berada di bawah MYR 4.900 per ton, melanjutkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Agustus, stok minyak sawit meningkat 7,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 2,82 juta ton. Angka tersebut menjadi level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Sementara itu, ekspor turun 7,5 persen menjadi 1,29 juta ton.

Dari sisi produksi, output minyak sawit naik 1,39 persen menjadi 1,82 juta ton. Peningkatan produksi di tengah penurunan ekspor tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kelebihan pasokan di pasar.

Kinerja ekspor pada awal September juga masih mengalami tekanan. Berdasarkan laporan perusahaan survei kargo, ekspor minyak sawit Malaysia dalam 10 hari pertama September turun sekitar 11,7–17,5 persen dibandingkan periode yang sama pada Agustus.

Namun, kenaikan harga minyak mentah membatasi pelemahan CPO. Harga Brent yang menembus USD 100 per barel akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel.

Selain itu, kondisi cuaca kering dan rendahnya curah hujan di Indonesia serta Malaysia selama enam pekan terakhir turut memberikan dukungan terhadap harga.

Dengan kondisi tersebut, harga CPO mengarah pada penurunan mingguan ketiga secara beruntun dengan pelemahan sekitar 0,9 persen.

Reporter: Ibtihal