IHSG Turun 1,43 Persen, Asing Borong Saham Tambang

Ilustrasi Aksi jual investor asing membayangi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 14 September 2026 | 23:09:51 WIB

JAKARTA - Aksi jual investor asing membayangi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu.

Investor asing mencatatkan net sell atau jual bersih sebesar Rp 2,70 triliun di seluruh pasar, sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mengacu data pasar, IHSG mengalami penurunan 1,43% dalam sepekan terakhir dan ditutup pada level 6.541,37 pada Jumat (11/9/2026).

Pada perdagangan terakhir pekan tersebut, IHSG turun 0,72% setelah bergerak dalam rentang 6.462 hingga 6.552. Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan IHSG menjadi tiga hari perdagangan berturut-turut.

Pada Jumat, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 690,39 miliar. Dengan demikian, akumulasi net sell asing selama sepekan mencapai Rp 2,70 triliun.

Tekanan jual asing terutama terjadi pada sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net sell asing terbesar, yakni Rp 1,01 triliun.

Berikutnya, PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan net sell sebesar Rp 344,05 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 305,88 miliar.

Saham lain yang masuk daftar dengan net sell asing terbesar adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar Rp 290,64 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 240,31 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 192,48 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 155,88 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 129,96 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 89,58 miliar, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 82,13 miliar.

Meski demikian, tekanan jual tersebut tidak terjadi pada seluruh saham. Investor asing masih melakukan akumulasi terhadap sejumlah emiten sepanjang pekan, menunjukkan adanya minat beli secara selektif di tengah kondisi pasar yang tertekan.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing dengan net buy Rp650,03 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp415,45 miliar dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp305,99 miliar.

Selain itu, investor asing juga mencatatkan net buy pada PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp203,89 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp131,08 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp117,52 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp103,44 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp85,86 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp82,79 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp76,5 miliar.

Sementara itu, aktivitas perdagangan pada Jumat tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 30,46 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp14,73 triliun.

Sebanyak 453 saham mengalami pelemahan, 183 saham menguat, dan 153 saham bergerak stagnan.

Reporter: Ibtihal