Suku Bunga The Fed Naik, Pasar Saham AS Tetap Berpotensi Naik
JAKARTA - Investor mulai memperhitungkan peluang lebih besar bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga setelah inflasi inti atau core CPI Amerika Serikat (AS) pada Agustus meningkat lebih tinggi dari perkiraan ekonom.
Namun, kenaikan suku bunga The Fed dinilai belum tentu mampu menghambat pergerakan pasar saham AS.
Jonathan Shugar, Head of Cross Asset Sales di Goldman Sachs FICC and Equities, mengatakan pasar saham masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan.
Dalam podcast The Markets, Shugar menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan AS mencatat pertumbuhan laba yang kuat pada kuartal II.
Di sisi lain, valuasi saham yang berada di sekitar rata-rata 10 tahun dinilai masih belum berada pada level yang terlalu tinggi.
"Valuasi tidak berada pada level yang terlalu tinggi," ujar Shugar, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia juga menjelaskan alasan kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan tidak akan menghambat investasi pada sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut Shugar, investor juga perlu memperhatikan risiko yang berasal dari suku bunga jangka panjang.
Selain itu, terdapat peluang investasi pada saham perusahaan yang berkaitan dengan pengalaman konsumen atau consumer experience.
Pandangan tersebut disampaikan Shugar dalam konteks perkembangan inflasi, kebijakan moneter, serta kondisi pasar saham AS yang menjadi perhatian investor.
Namun, Goldman Sachs menegaskan bahwa pandangan yang disampaikan dalam materi tersebut merupakan pandangan pada saat publikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu.