Harga CPO Menguat 0,85 Persen Ditopang Kenaikan Harga Minyak Mentah
JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Senin (14/9/2026), ditopang kenaikan harga minyak mentah serta penguatan harga minyak kedelai di bursa Chicago.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives naik 0,85% menjadi 4.855 ringgit per ton pada pukul 15.47 WIB.
“CPO hari ini bertahan kuat seiring kenaikan harga minyak mentah dan ekspektasi membaiknya permintaan untuk penggunaan biodiesel ke depan,” ujar seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Harga minyak mentah naik lebih dari 3% pada Senin setelah serangkaian serangan baru Houthi terhadap Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan. Kekhawatiran tersebut juga muncul setelah penutupan salah satu jalur pipa minyak utama Arab Saudi.
Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel karena keduanya bersaing dalam penggunaan energi nabati.
Di bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,46%, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 0,87%. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (BOcv1) menguat 0,7%.
Pergerakan CPO turut dipengaruhi harga minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa di pasar minyak nabati global.
Dari sisi mata uang, ringgit yang menjadi mata uang perdagangan CPO melemah 0,12% terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat CPO relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain ringgit.
Namun, sentimen pasar masih dibayangi tekanan dari sisi ekspor.
Sejumlah surveyor kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-10 September turun 11,7% hingga 17,5% dibandingkan bulan sebelumnya.