Harga Minyak Melonjak Purbaya Sebut Pengelolaan APBN Makin Berat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 14 September 2026 | 22:22:29 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak dunia saat ini menjadikan pengelolaan APBN semakin berat.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pagu anggaran transfer ke daerah (TKD), dengan tetap memastikan operasional pemerintah daerah tetap bergulir.

"Tantangan kami kan berat sekali kan, kami menghadapi ketidakpastian global di mana harga minyak dunia tinggi sekali," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD, Jakarta sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah berupaya mengalokasikan belanja negara secara optimal untuk sektor-sektor yang memberikan dampak langsung pada perekonomian masyarakat.

Purbaya memastikan bahwa pemerintah bakal terus menjaga defisit APBN agar tidak melebihi ambang batas aman 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Sehingga saya harus mengoptimalkan itu, supaya anggarannya tidak defisit di atas 3% PDB, sementara fungsi-fungsi utama pemda masih bisa berjalan," paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah pusat pada dasarnya berkeinginan untuk terus menaikkan alokasi anggaran TKD seperti tahun-tahun lalu. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal pemerintah pusat saat ini.

"TKD waktu saya sebelum masuk dipotong Rp 200 triliun, kalau enggak salah dibanding tahun sebelumnya. Tapi saya langsung tambah Rp 45 triliun, saya tambah lagi kemarin Rp 20 triliun pada Agustus. Jadi kami akan coba tambah terus secaa bertahap tapi kami akan perhatikan terus kemampuan anggaran kami," ujar Purbaya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Seperti diketahui, harga minyak dunia melonjak tajam usai Arab Saudi menghentikan operasional jalur pipa minyak utama yang menghubungkan kawasan produksi di Teluk Persia ke terminal ekspor di Laut Merah.

Langkah penghentian tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak global di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta situasi keamanan di Selat Hormuz yang serba tidak pasti.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) asal AS terpantau melesat 2,8 persen ke level US$102,87 per barel pada pukul 18.27 waktu setempat. Pada saat yang sama, harga minyak mentah jenis Brent selaku acuan internasional menguat 3,1 persen menjadi US$107,87 per barel.

Lonjakan harga terjadi menyusul serangan drone dari wilayah Irak yang merusak fasilitas pipa minyak East-West milik Arab Saudi pada Kamis (10/9/2026). Pihak pemerintah Arab Saudi lantas memutuskan untuk menutup jalur pipa strategis tersebut.

Sampai saat ini, pihak Riyadh belum mengumumkan sejauh mana tingkat kerusakan pipa tersebut maupun estimasi durasi penutupannya.

Reporter: Akbar