Astra Siapkan Buyback Rp8 Triliun, Fokus Perkuat Bisnis Inti

Ilustrasi Astra International ASII menyiapkan dana hingga Rp8 triliun untuk buyback saham dalam 12 bulan ke depan (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 10 September 2026 | 22:42:25 WIB

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan dana hingga Rp8 triliun untuk menjalankan program pembelian kembali saham (share buyback) dalam periode 12 bulan ke depan.

Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi baru perseroan untuk menjaga penciptaan nilai bagi pemegang saham di tengah ketidakpastian global.

Program buyback telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juli 2026.

Presiden Direktur Astra Rudy mengatakan pelaksanaan buyback merupakan bagian dari penerapan Strategy Roadmap baru Astra yang diperkenalkan sejak Mei 2026. Strategi tersebut bertumpu pada empat pilar, yakni Focus, Clarity, Discipline, dan Commitment.

"Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi, dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin," ujar Rudy dalam public expose live 2026, Kamis (10/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rudy menyebut perseroan akan semakin memusatkan perhatian pada tiga bisnis inti, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan, serta Solusi Pertambangan dan Alat Berat. ASII juga berencana meningkatkan kepemilikan saham di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

Perseroan menargetkan peningkatan kepemilikan saham dari saat ini sekitar 80 persen menjadi 84,9 persen, dengan tetap mematuhi peraturan sekaligus mempertahankan batas minimum free float sebesar 15 persen.

Melalui program buyback, Astra menempatkan disiplin alokasi modal sebagai salah satu prioritas. Pengembalian modal kepada pemegang saham dilakukan melalui kombinasi pembayaran dividen dan pembelian kembali saham.

Strategi tersebut melanjutkan program buyback sebelumnya yang dilakukan Astra bersama PT United Tractors Tbk (UNTR). Hingga akhir Juni 2026, total nilai buyback yang telah diselesaikan mencapai Rp7,4 triliun sejak November 2025.

United Tractors juga telah menyiapkan program buyback baru dengan nilai maksimal Rp2 triliun untuk periode tiga bulan.

Di sisi lain, Astra menjalankan Management Share Ownership Program (MSOP). Program ini bertujuan menyelaraskan kepentingan manajemen dengan penciptaan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Dari sisi kinerja, Astra membukukan pendapatan bersih konsolidasian Rp157,9 triliun pada semester I-2026, turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih konsolidasian tercatat Rp12,5 triliun.

Kinerja Astra masih mendapatkan dukungan dari sejumlah bisnis di luar pertambangan. Segmen Otomotif mencatat kenaikan laba sebesar 9 persen menjadi Rp5,9 triliun, sedangkan Jasa Keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp4,6 triliun.

Dengan memperkuat bisnis inti dan menerapkan disiplin alokasi modal, Astra menargetkan dapat mempertahankan imbal hasil bagi pemegang saham sekaligus menjaga ketahanan neraca keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Reporter: Ibtihal