Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV yang Naik 513 Persen

Ilustrasi saham MGLV terus mengalami kenaikan dan sempat terkena suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 9 September 2026.(sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 10 September 2026 | 22:42:25 WIB

JAKARTA - Taipan Indonesia, Garibaldi “Boy” Thohir, kembali meningkatkan kepemilikannya di sektor infrastruktur teknologi digital dengan membeli 30 juta saham PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV). Aksi tersebut dilakukan ketika harga saham MGLV terus mengalami kenaikan dan sempat terkena suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 9 September 2026.

Transaksi tersebut semakin memperkuat komitmen jangka panjang Boy Thohir terhadap emiten penyedia layanan pusat data tersebut. Sebelum pembelian terbaru, keterlibatan Boy Thohir di MGLV telah dilakukan melalui entitas bisnisnya, yakni PT Trinugraha Thohir dan PT Trinugraha Thohir Harmoni.

Berdasarkan data resmi per 2 September 2026, PT Trinugraha Thohir Harmoni menjadi pemegang saham terbesar kedua MGLV dengan kepemilikan 92,5 juta saham atau setara 4,86%.

Sementara itu, PT Trinugraha Thohir memiliki 42,86 juta saham atau sebesar 2,25%. Adapun posisi pemegang saham pengendali utama MGLV masih ditempati Nextier Datamate Center dengan kepemilikan mencapai 67,08% atau setara 1,28 miliar saham.

Aksi pembelian saham oleh Boy Thohir berlangsung bersamaan dengan kenaikan signifikan harga MGLV di BEI. Dalam sepekan terakhir, saham MGLV tercatat melesat 67,82%, sedangkan dalam satu bulan terakhir telah meroket 76,26% hingga berada di level Rp 14.850 per saham.

Sejak awal 2026 atau secara year to date, harga saham MGLV telah melonjak 513,64% atau bertambah 12.430 poin.

Kenaikan harga yang sangat signifikan tersebut sempat mendorong BEI menghentikan sementara perdagangan saham MGLV pada Rabu (9/9/2026) sebagai langkah cooling down. Namun, berdasarkan pengumuman resmi bursa, suspensi perdagangan saham MGLV di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai Kamis (10/9/2026), sehingga investor dapat kembali melakukan transaksi seperti biasa.

Meskipun tidak menjelaskan secara rinci waktu transaksi maupun harga pembelian saham tersebut, Boy Thohir menyebut aksi tersebut dilakukan berdasarkan keyakinannya terhadap fundamental dan kinerja positif perusahaan.

"Saya melihat prospek perusahaan menjanjikan di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur teknologi masa depan," ujar Boy Thohir dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, percepatan ekonomi digital, tingginya adopsi layanan cloud computing, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI), serta transformasi digital di berbagai sektor semakin meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur pusat data (data center) yang andal, memiliki kapasitas tinggi, dan aman.

Selain pertimbangan bisnis, aksi strategis tersebut juga disebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pasar modal nasional. Boy Thohir menilai dominasi investor domestik di pasar saham dapat menjadi pelindung yang memperkuat ketahanan pasar ketika terjadi tekanan jual bersih (net sell) dari investor asing.

"Ini juga bentuk dukungan agar tercipta stabilitas di pasar modal terutama pasar saham di tengah ketidakpastian global," pungkasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal