Antisipasi Lonjakan Harga Minyak, Purbaya Siapkan Anggaran
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kesinambungan anggaran jika lonjakan harga minyak kembali terjadi akibat eskalasi geopolitik pada tahun depan.
Terlebih, Fox News belum lama ini melaporkan bahwa AS menyerang target di dekat Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak mentah Iran.
"Pertama berdoa dulu biar perang beres, selesai gitu aja. Kedua, iya kita kan pasti lakukan langkah-langkah untuk memastikan anggaran kita tetap berkesinambungan seperti tahun ini," jelas Purbaya ditemui di kantornya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Lebih lanjut, Purbaya mengatakan tidak akan terlalu terkejut menghadapi risiko tersebut karena kondisi serupa telah dihadapi pada tahun ini.
"Jadi kan bukan pengalaman baru kita gak akan terlalu kaget," jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebagai catatan, Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik hingga 1,4% menjadi US$94,33 per barel, setelah ditutup naik 1,7% pada Selasa. Minyak Brent ditutup di kisaran US$98 per barel pada perdagangan kemarin, Rabu (9/10/2026).
Sementara itu, dalam RAPBN 2027, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan total lifting minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,564 juta barel setara minyak per hari atau barrel oil equivalent per day (boepd).
Perinciannya terdiri atas lifting minyak bumi sebesar 612.500 bph dan lifting gas bumi sebesar 954.000 boepd. Angka target lifting gas bumi ini mengalami penyesuaian turun dibandingkan dengan target APBN 2026 yang dipatok 984.000 boepd.
Pemerintah juga mengusulkan pengembalian biaya operasi fasilitas migas (cost recovery) sebesar US$10,1 miliar dengan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) di level US$75 per barel.