Harga Minyak Melonjak, Dolar Kanada Menguat dan USD/CAD Turun 0,25 Persen

Ilustrasi Dolar Kanada menguat (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 09 September 2026 | 01:21:54 WIB

JAKARTA – Dolar Kanada berhasil memanfaatkan lonjakan harga minyak bumi untuk memperkuat posisinya. Pasangan mata uang USD/CAD tercatat mengalami penurunan sebesar 0,25 persen hingga mendekati level 1,3780 pada saat laporan ini dibuat karena performa Loonie yang mengunggul berkat kenaikan harga minyak tersebut sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada saat penulisan, harga minyak jenis WTI turut mengalami kenaikan sekitar 0,8 persen hingga mendekati US$91,50. Nilai komoditas minyak ini kian mendekati level tertinggi dalam kurun waktu lebih dari satu bulan di posisi US$92,25, yakni angka yang sebelumnya pernah tersentuh pada tanggal 8 Juni lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rali harga minyak berlanjut seiring munculnya kekhawatiran terkait gangguan pasokan energi yang berlangsung lama akibat penutupan Selat Hormuz. Peningkatan harga energi ini menjadi angin segar bagi nilai mata uang dari negara seperti Kanada yang bertindak sebagai eksportir bersih energi.

Di sisi lain, mata uang Dolar AS sedang berada dalam tekanan seiring para investor yang cenderung bertindak lebih hati-hati menjelang rilis data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) serta Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Amerika Serikat untuk bulan Agustus. Masing-masing data penting tersebut dijadwalkan akan dipublikasikan pada hari Kamis dan Jumat mendatang.

Pada saat penulisan berita, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat diperdagangkan melemah 0,11 persen menuju kisaran 98,80.

Berdasarkan analisis pada grafik harian, pergerakan USD/CAD berada di level 1,3783 dan masih mempertahankan kecenderungan penurunan jangka pendek karena bertahan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di level 1,3865 serta Fibonacci retracement 61,8 persen di angka 1,3817. Garis ini ditarik dari titik terendah bulan Mei di 1,3550 hingga titik tertinggi bulan Juni pada posisi 1,4248.

Relative Strength Index (RSI) yang berada di kisaran 39 tetap tertahan di bawah garis tengah, mengindikasikan adanya tekanan penurunan yang konsisten ketimbang kondisi jenuh jual ekstrem. Hal ini menandakan bahwa potensi rali kemungkinan besar akan terus menghadapi aksi jual selama pergerakan harga masih terbatas di bawah batas EMA terdekat serta penghalang retracement.

Mengenai potensi pergerakan ke atas, batas resistance terdekat tampak pada garis EMA 20 hari di sekitar 1,3865, yang kemudian diikuti oleh Fibonacci retracement 50,0 persen di posisi 1,3901 lalu retracement 38,2 persen di dekat 1,3983, serta level 23,6 persen di 1,4085 sebagai pembatas lanjutan apabila terjadi pemulihan yang lebih kuat. Untuk batas bawah, area support awal terlihat pada Fibonacci retracement 78,6 persen di kisaran 1,3701, dengan landasan yang lebih dalam berada pada retracement 100,0 persen di dekat 1,3551 di mana pergerakan bear kemungkinan bakal menilai kembali kekuatan penurunan secara lebih luas.

Reporter: Akbar