DPRD DKI Minta Pengawasan Harga dan Stok Masker Diperketat
JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani meminta, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) bersama instansi terkait memperketat pemantauan harga dan ketersediaan masker di pasaran.
Langkah tersebut dianggap penting guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar di tengah dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Terkait adanya keluhan kenaikan harga masker, saya kira ini harus menjadi perhatian serius. Saya mendorong Dinas PPKUKM bersama instansi terkait melakukan pemantauan harga dan ketersediaan masker di pasaran," ujar Rany, Senin (7/9) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Rany menegaskan, kondisi darurat tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk meraup keuntungan berlebihan.
Apabila ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga, Pemprov DKI diminta mengambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Jangan sampai situasi bencana atau kondisi darurat justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mengambil keuntungan berlebihan," tegasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain pengawasan harga, Rany mendorong Pemprov DKI memastikan ketersediaan masker yang sesuai untuk melindungi masyarakat dari paparan partikulat abu vulkanik agar mudah diperoleh.
Keberadaan stok masker tersebut menjadi bagian penting dari upaya perlindungan warga.
"Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan masker karena stok terbatas," ucapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Rany juga meminta kesiapan fasilitas kesehatan diperkuat untuk mengantisipasi warga yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Kesiapan itu mencakup tenaga medis, obat-obatan hingga ruang pelayanan, termasuk memastikan layanan kesehatan dapat diakses selama 24 jam.
"Layanan Jakarta Siaga 112 dan fasilitas kesehatan terdekat juga harus benar-benar responsif," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dirinya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti informasi resmi pemerintah.
Warga juga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan luar ruangan yang tidak mendesak, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.
"Pesan saya kepada masyarakat, tetap tenang tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi pemerintah, gunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, kurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sisi lain, Rany mengapresiasi respons cepat Pemprov DKI dalam mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Meski demikian, dirinya meminta langkah mitigasi dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan hingga situasi dinyatakan aman.
"Menurut saya, langkah cepat Pemprov DKI dalam mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau patut diapresiasi. Kebijakan PJJ, pengoperasian water mist, imbauan penggunaan masker serta pembatasan aktivitas di luar ruangan merupakan langkah preventif yang penting untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut Rany, terdeteksinya sebaran abu vulkanik hingga wilayah Jakarta membuat prinsip kehati-hatian perlu terus dikedepankan.
Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), lanjutnya, bukan berarti menghentikan kegiatan belajar, melainkan menjadi upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan tanpa harus terpapar kondisi udara yang kurang baik.
"Dari DPRD, kami tentu mendorong agar respons cepat ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi diikuti dengan kesiapsiagaan yang terukur. Koordinasi antara Pemprov, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BMKG dan instansi terkait harus terus dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," tandasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.