TEROPONGBISNIS.ID — Dua komoditas energi dan mineral utama mencatatkan penguatan harga di saat bersamaan. Kondisi ini memberi angin segar di tengah fluktuasi pasar komoditas global yang kerap berubah cepat.
Batu Bara Melaju ke Level Tertinggi
Harga batu bara acuan naik 1,75 persen dan ditutup di posisi USD 146,60 per ton. Level ini terpantau dari data situs Barchart pada perdagangan Rabu kemarin.
Bagi Indonesia yang menjadi salah satu eksportir batu bara terbesar dunia, penguatan harga ini berpotensi menopang nilai ekspor sektor pertambangan.
Nikel Ikut Menguat, Timah Malah Tertekan
Logam industri nikel juga menanjak 1,49 persen menjadi USD 16.913 per ton berdasarkan data London Metal Exchange (LME). Kenaikan ini relevan bagi industri baterai kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat, termasuk di Indonesia.
Nasib berbeda dialami timah. Harga logam ini justru terkoreksi 0,73 persen dan menetap di USD 54.232 per ton. Pelemahan ini terjadi di tengah dinamika permintaan global yang masih campur aduk.
Soal Harga Minyak Sawit
Untuk komoditas perkebunan, harga crude palm oil (CPO) turun tipis 0,30 persen menjadi MYR 4.958 per ton menurut data tradingeconomics.
Koreksi kecil ini terjadi meskipun permintaan konsumsi pangan dan energi global terhadap minyak sawit tetap terbilang stabil. Para petani dan pekebun sawit tanah air pun akan mencermati pergerakan harga pada perdagangan berikutnya untuk menentukan strategi penjualan.