IHSG Naik 1,14 Persen, Mega Capital Rilis Rekomendasi BGTG hingga BUVA

Ilustrasi IHSG menguat 1,14 persen ke level 6.599,94 didorong oleh saham perbankan besar. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 02 September 2026 | 22:35:01 WIB

JAKARTA - IHSG mengakhiri perdagangan Selasa (1/9) dengan penguatan 1,14 persen ke level 6.599,94. Kenaikan indeks didukung saham perbankan besar, dengan BBRI naik 4,00 persen, BBCA menguat 1,93 persen, dan BMRI bertambah 2,13 persen.

Investor asing membukukan net buy Rp1,76 triliun di pasar reguler dan Rp2,03 triliun di seluruh pasar. Secara sektoral, 9 dari 11 sektor berakhir di zona hijau, dengan Sektor Industrials mencatat kenaikan 3,71 persen sedangkan Basic Materials melemah 0,56 persen.

Pergerakan pasar saham domestik berlangsung di tengah pelemahan bursa Amerika Serikat. Dow Jones turun 0,79 persen ke 52.766, S&P 500 melemah 0,71 persen ke 7.631, dan Nasdaq terkoreksi 1,03 persen ke 26.099.

Saham BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi kontributor kenaikan indeks dengan bobot masing-masing 18,97, 11,03, dan 7,35. Penguatan juga tercermin pada ETF EIDO yang naik 1,57 persen serta MSCI Indonesia yang menguat 2,08 persen.

Dari sisi emiten, Chandra Asri Pacific (TPIA) melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN) membuka akses terminal umum bagi pengguna eksternal. Langkah tersebut dilakukan setelah CPN memperoleh Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Fasilitas terminal tersebut didukung tiga dermaga di Cilegon, Banten. Dermaga A memiliki kapasitas hingga 80.000 DWT, sementara Dermaga B dan C masing-masing berkapasitas 6.000 DWT dan 10.000 DWT.

Terminal ini dapat digunakan untuk aktivitas bongkar muat berbagai produk kimia dan petroleum cair, termasuk naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, dan PFO. Fasilitas tersebut juga terintegrasi dengan tank farm berkapasitas 501.606 meter kubik yang terdiri dari 56 tangki.

Metropolitan Kentjana (MKPI), pengelola Pondok Indah Mall, menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba di atas 10 persen pada 2026. Pada semester I-2026, MKPI membukukan pendapatan Rp1,36 triliun, naik dari Rp1,20 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih tercatat Rp594,38 miliar, dibandingkan Rp480,12 miliar pada 1H25. Pendapatan sewa menjadi kontributor utama dengan nilai Rp1,04 triliun, di mana segmen mal menyumbang Rp687,46 miliar atau sekitar 75 persen dari total pendapatan sewa.

Pertumbuhan bisnis ke depan diharapkan mendapat dukungan dari Pondok Indah Mall 5 (PIM 5), yang mulai beroperasi pada April 2026. MKPI juga menyiapkan belanja modal sekitar Rp300 miliar untuk sejumlah proyek, termasuk pembangunan jembatan penghubung PIM 3-PIM 5, gedung parkir PIM 1, serta renovasi eks-Transmart Lebak Bulus.

Emiten Cakra Buana Resources Energi (CBRE) berencana melakukan rights issue atau PMHMETD dengan rasio 100:260. Perseroan akan menerbitkan maksimal 11,80 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham.

Jumlah saham baru tersebut setara dengan 72,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp108 per saham, sehingga CBRE berpotensi memperoleh dana maksimal Rp1,27 triliun.

Dari dana tersebut, sekitar Rp858,60 miliar akan digunakan untuk mengonversi utang perseroan kepada PT Garuda Nusantara Mineral, PT Saga Investama Sedaya, Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Limited menjadi modal disetor. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 6–12 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas:

  • BGTG: Buy 121-123 | TP 125-128 | SL 114
  • BUMI: Buy 200-206 | TP 210-214 | SL 193
  • MEDC: Buy 1.440-1.455 | TP 1.470-1.500 | SL 1.370
  • UNTR: Buy 25.450-25.550 | TP 26.000-26.550 | SL 24.100
  • BUVA: Buy 775-790 | TP 800-810 | SL 730

Reporter: Ibtihal