Ajaib Dukung Perusahaan RI Manfaatkan Pasar Modal Lewat e-IPO

Ilustrasi Ajaib mendukung perusahaan Indonesia memanfaatkan pasar modal melalui mekanisme e-IPO untuk pendanaan. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 01 September 2026 | 00:53:45 WIB

JAKARTA — Platform investasi digital Ajaib memastikan belum memiliki rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO.

CEO Ajaib, Anderson Sumarli, menyebut perusahaan masih fokus memanfaatkan suntikan dana baru senilai Rp4,8 triliun dari SBI Holdings Jepang.

“Untuk sekarang kami belum ada rencana untuk ke IPO karena kami baru dapat dana,” ujar Anderson, Senin (31 Agustus 2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski belum berencana IPO, Anderson menegaskan Ajaib tetap mendukung perusahaan Indonesia memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

“Dalam 12 bulan terakhir mungkin kami sudah bantu hampir 20 perusahaan ter-IPO melalui mekanisme yang namanya e-IPO,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menjelaskan Ajaib memberi akses kepada investor ritel untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana.

“Tapi, untuk kami sih sekarang kami masih belum ada rencana sejauh itu, tapi kami sangat mendukung kalau perusahaan-perusahaan Indonesia untuk melantai di Bursa Efek Indonesia,” jelas Anderson sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Suntikan dana Rp4,8 triliun dari SBI Holdings disebut sebagai salah satu pendanaan terbesar bagi perusahaan teknologi Indonesia dalam empat hingga lima tahun terakhir.

Presiden Komisaris Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, menilai investasi besar ini menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor asing terhadap Indonesia.

“Dengan masuknya SBI Holdings, grup besar dari Jepang, artinya keberhasilan Ajaib inilah keberhasilan dari investasi di Indonesia,” ungkap Andi Gani sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia berharap investasi dari negara lain juga terus masuk ke Indonesia sebagai indikator tingginya kepercayaan investor asing terhadap pasar domestik.

Reporter: Ibtihal