Pasar Amerika Latin Bervariasi Dolar Melemah dan Minyak Naik 4,24 Persen

Ilustrasi Dolar Melemah (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 01 September 2026 | 22:52:41 WIB

JAKARTA – Mata uang serta pasar saham di kawasan Amerika Latin memperlihatkan pergerakan yang bervariasi pada hari Senin seiring tertahannya penguatan dolar AS, sedangkan konflik militer di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi global.

Indeks mata uang Amerika Latin MSCI mencatatkan kenaikan 0,2%, walaupun masih berpotensi menutup bulan ini dengan tren yang kurang menggembirakan. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, melemah 0,2% saat para pelaku pasar menanti rilis data tenaga kerja AS sebelum penetapan kebijakan Federal Reserve pada September.

Mata uang dolar AS sempat menguat di akhir pekan lalu menyusul meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada September. "memiliki pekerjaan yang harus dilakukan" sebagaimana dilansir dari berita sumber jika inflasi tidak kunjung melandai menuju target 2% yang ditetapkan bank sentral, yang menandakan bahwa pengetatan Moneter lanjutan masih berpeluang terjadi.

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 2% setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke pulau milik Iran di Selat Hormuz yang kemudian dibalas oleh pihak Teheran. Lonjakan harga ini memberi dorongan positif bagi aset-aset negara produsen minyak di wilayah tersebut, namun turut mengerek naik imbal hasil obligasi di tingkat global.

Indeks saham di kawasan Amerika Latin menguat 0,7%, meski tetap mengarah pada penurunan bulanan. Di Brasil, bursa saham melonjak 1% sekaligus mencatatkan tren kenaikan selama sembilan hari berturut-turut dengan pendorong utama berasal dari saham perusahaan minyak Petrobras (BVMF:PETR4) yang menguat 3%.

Reporter: Akbar