Rekomendasi Harga Kopi Arabika 1 September 2026 Pasokan Melimpah

Ilustrasi Kopi Arabika (FOTO : NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 01 September 2026 | 22:52:41 WIB

JAKARTA – Harga kopi arabika dunia terpantau melorot pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. Penurunan kontrak berjangka arabika ini melanjutkan tren negatif sejak akhir pekan lalu hingga menyentuh level terendah beberapa minggu terakhir akibat meredanya kekhawatiran pasokan Brasil.

Pada bursa ICE New York, harga kopi arabika untuk pengiriman Desember 2026 bergerak di rentang 3,12 hingga 3,14 dolar AS per pon. Nilai ini terkoreksi sekitar 4 persen dari puncak reli pertengahan Agustus lalu, meski secara teknikal likuidasi posisi beli oleh spekulator terjadi setelah harga gagal menembus resisten kuat akibat bertambahnya pasokan fisik.

Tekanan jual utama dipicu oleh melimpahnya hasil panen raya musim 2026/2027 di Brasil yang terakselerasi berkat cuaca kering. Gudang penyimpanan di Brasil yang penuh dan mulai membatasi penerimaan stok baru memaksa petani mempercepat penjualan ke pasar spot.

Kendati demikian, kejatuhan harga lebih lanjut tertahan oleh persediaan kopi bersertifikat di bursa ICE global yang masih sangat kritis. Stok sertifikasi ICE tersebut bertahan dekat level terendah dalam 26 tahun terakhir di angka sekitar 224.011 kantong, sehingga pasar tetap sensitif terhadap gangguan pasokan.

Sentimen jangka menengah turut dibayangi laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang memproyeksikan produksi kopi global 2026/2027 naik 6 persen menjadi rekor 189,7 juta kantong. Lonjakan produksi arabika dunia sendiri diperkirakan tumbuh hingga 12 persen secara tahunan.

Selain faktor pasokan, harga komoditas ini terimbas ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz yang melambungkan harga minyak mentah. Penguatan indeks dolar AS akibat ekspektasi kebijakan ketat Federal Reserve juga membuat komoditas bernilai dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing.

Di pasar domestik, harga green bean arabika lokal seperti Gayo dan Mandheling masih stabil tinggi pada kisaran Rp118.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Tingginya harga lokal ditopang oleh kuatnya permintaan industri coffee shop dalam negeri serta tingginya kualitas kopi spesialti Indonesia di mata importir asing.

Pelemahan Rupiah terhadap dolar AS akibat sentimen global turut memberikan keuntungan bagi eksportir kopi nasional saat menukarkan pendapatan ekspor ke mata uang lokal.

Analis memperkirakan pergerakan harga kopi arabika ke depan masih akan fluktuatif akibat tarik-menarik antara melimpahnya panen Brasil serta proyeksi rekor produksi global melawan ketatnya stok ICE dan sentimen geopolitik.

Reporter: Akbar