BEI Pastikan Likuiditas dan Price Discovery Lebih Baik

Ilustrasi BEI terus memberikan pendampingan kepada anggota bursa yang belum siap implementasi perubahan harga saham. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 01 September 2026 | 22:52:11 WIB

JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan menunda implementasi penyesuaian batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Target penerapan mundur ke pekan ketiga atau keempat September 2026, dari sebelumnya 7 September 2026.

Jeffrey Hendrik menjelaskan persiapan penghapusan harga minimum Rp50 sudah dilakukan melalui dua kali simulasi perdagangan. Dari hasil sementara, 83 Anggota Bursa sudah siap, sementara delapan lainnya belum.

“Jadi untuk persiapan penghapusan harga minimum Rp50 itu sudah dua kali kami mengadakan mock trading. Dari dua kali mock trading itu hasil sementara adalah 83 Anggota Bursa sudah siap, tetapi 8 Anggota Bursa itu belum siap,” ujar Jeffrey, Selasa (1 September 2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menegaskan BEI akan terus berkomunikasi dan memberikan pendampingan kepada anggota bursa yang belum siap. Target penerapan akan menunggu kesiapan seluruh anggota.

“Saat ini kami intens berkomunikasi dengan anggota bursa yang belum siap, dengan pendampingan yang akan kami berikan. Kemudian target untuk live kami jadikan menjadi di minggu ketiga atau minggu keempat bulan September (2026). Karena kami akan menunggu kesiapan dari seluruh anggota bursa,” ujar Jeffrey sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jeffrey optimistis penyesuaian aturan ini tidak akan memicu capital outflow, melainkan menciptakan likuiditas dan price discovery lebih baik.

“Harusnya tidak ada tidak akan mempengaruhi potensial outflow. Tetapi, yang kami tuju adalah likuiditas yang lebih baik dan price discovery yang lebih baik,” ujar Jeffrey sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia juga yakin MSCI dan FTSE akan merespons positif kebijakan ini, berkaca dari hasil sosialisasi dan uji coba pada 22 dan 29 Agustus 2026.

“Mulai dari kami melakukan FGD, kemudian kami melakukan sosialisasi kepada pelaku, feedback yang kami dapat sangat positif. Artinya kalau feedback dari pelaku itu sangat positif, tentu besar harapan kami MSCI, FTSE, dan global index provider lainnya juga akan merespon ini dengan positif,” ujar Jeffrey sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal