Laba ANTM Naik 34 Persen, Prospek Hilirisasi Jadi Katalis
JAKARTA – Dua analis asing dalam konsensus Bloomberg menegaskan sikap bullish terhadap saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM).
Analis Citi, Ryan Davis, merekomendasikan buy dengan target harga Rp5.300 per saham. Analis UBS, Igor Nyoman Putra, juga menegaskan rekomendasi buy dengan target Rp4.390 per saham.
30 analis merekomendasikan beli saham ANTM, satu hold, dan satu sell. Konsensus menghasilkan target harga Rp4.463 per saham dalam 12 bulan, dengan potensi kenaikan lebih dari 44 persen.
ANTM mencatat laba bersih Rp6,91 triliun semester I-2026, naik 34 persen yoy. EBITDA mencapai Rp9,62 triliun, tumbuh 35 persen yoy. Laba per saham dasar Rp265,85, naik 36 persen. Aset naik 27 persen ke Rp61,27 triliun, ekuitas naik 14 persen ke Rp38,53 triliun. Kas dan setara kas Rp9,22 triliun menjaga fleksibilitas keuangan.
Penjualan bersih Januari–Juni 2026 Rp62,71 triliun, naik 6 persen yoy, di atas estimasi pasar. “Kenaikan pendapatan ditopang oleh rata-rata harga jual emas dan nikel yang tinggi serta supply emas yang membaik,” sebut riset Panin Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Panin Sekuritas menyoroti sentimen positif ANTM:
- Ekspektasi suplai emas dan harga lebih baik.
- Harga bijih nikel tinggi akibat pengetatan pasokan dan revisi HPM.
- Proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik.
Dengan kombinasi faktor tersebut, saham ANTM dinilai memiliki prospek kuat untuk melanjutkan tren positif di paruh kedua 2026.