IHSG Berbalik Menguat di Tengah Perubahan Susunan Indeks MSCI
JAKARTA – Investor asing mencatatkan aksi beli bersih pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (31 Agustus 2026). Arus dana asing terutama ditopang pembelian saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Data Stockbit Sekuritas menunjukkan foreign buy Rp2,95 triliun dan foreign sell Rp2,77 triliun, sehingga net foreign buy mencapai Rp183,56 miliar.
BBRI menjadi saham paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih Rp163,99 miliar, menyumbang sebagian besar dari total net buy. Hal ini seiring laporan laba bersih BRI Rp31,2 triliun semester I-2026, naik 17,5 persen yoy.
Di posisi berikutnya:
- PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) – net buy Rp83,62 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – net buy Rp53,88 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – net buy Rp38,41 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) – net buy Rp35,81 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – net buy Rp30,37 miliar
- PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) – net buy Rp26,92 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – net buy Rp21,32 miliar
- PT Singaraja Putra Tbk (SINI) – net buy Rp19,12 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) – net buy Rp14,48 miliar
Sebaliknya, tekanan jual asing terjadi pada sejumlah saham. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat net sell terbesar Rp115,82 miliar. Disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp83,42 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp60,35 miliar.
IHSG sesi I sempat turun ke 6.476,18 sebelum berbalik mendekati level pembukaan dan berada di 6.517,24 sekitar tengah hari. Pergerakan asing berlangsung di tengah perdagangan terakhir sebelum perubahan susunan indeks MSCI efektif 1 September 2026.