TEROPONGBISNIS.ID — Emiten pelat merah anggota holding BUMN tambang MIND ID ini membukukan penjualan bersih Rp62,71 triliun pada paruh pertama 2026, meningkat dari Rp59,02 triliun pada periode yang sama di 2025. Artinya, efisiensi operasional dan pengelolaan biaya menjadi kunci utama di balik lompatan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
EBITDA Melonjak 35 Persen, Fundamental Keuangan Menguat
Kemampuan Antam menghasilkan kas juga menunjukkan perbaikan signifikan. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp9,62 triliun pada semester I-2026, atau naik 35 persen secara tahunan dari Rp7,11 triliun pada semester I-2025.
Direktur Utama Aneka Tambang, Untung Budiharto, menyatakan kinerja keuangan paruh pertama 2026 tetap berada dalam tren positif. Hal ini berkat penguatan operasional serta penerapan disiplin dalam mengelola arus kas, modal kerja, dan likuiditas.
“Kami terus memperkuat fundamental keuangan melalui peningkatan kemampuan menghasilkan kas, pengelolaan modal kerja secara disiplin, serta menjaga likuiditas tetap sehat,” ujar Untung dalam keterangan resminya.
Emas Masih Jadi Andalan Pendapatan Antam
Komoditas emas masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Kontribusinya mencapai 80 persen dari total penjualan bersih, menunjukkan ketergantungan kinerja Antam terhadap pergerakan harga emas global maupun domestik.
Meski harga emas Antam sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir, permintaan yang tetap kuat membuat segmen ini mampu mendorong profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
Strategi Antam Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Harga
Dengan tren laba yang tumbuh lebih cepat daripada pendapatan, Antam dinilai berhasil menjalankan strategi efisiensi tanpa mengorbankan volume produksi. Penguatan arus kas juga memberi ruang fiskal lebih luas bagi perseroan untuk membiayai ekspansi maupun membagikan dividen kepada pemegang saham.
Ke depan, pasar akan mencermati apakah Antam mampu mempertahankan momentum ini hingga akhir tahun, terutama jika harga komoditas mengalami koreksi. Namun dengan fundamental yang menguat di semester pertama, posisi Antam di industri tambang nasional semakin kokoh.